0 0
Read Time:4 Minute, 7 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Dong Vietnam Perkasa! Dolar Singapura-Ringgit Merana, Rupiah Gimana? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Yuan China menyusul dengan penguatan 0,19% ke posisi CNY6,692/US$, se, ditambah lagi dengan gkan won Korea Selatan naik 0,17% ke KRW1.340,25/US$..

Pada perdagangan Jumat (9/10/2026), harga minyak Brent ditutup di level US4,72 per barel, masih bertahan di atas US0 di tengah gangguan pasokan energi, ditambah lagi dengan ketegangan geopolitik Timur Tengah…

Meski melemah, kinerja rupiah masih lebih baik dibandingkan sejumlah mata uang Asia lainnya.

Peso Filipina turun 0,32%, disusul yen Jepang yang terkoreksi 0,30%..

Louis Alberto Musalem pada Kamis (8/10/2026) menyatakan bahwa bank sentral AS masih perlu menaikkan suku bunga untuk membawa inflasi kembali menuju target 2%..

Pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (9/10/2026), nilai tukar rupiah mengakhiri perdagangan di posisi Rp17.875/US$, melemah dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di Rp17.868/US$..

Indeks dolar AS atau DXY tercatat menguat 0,27% secara mingguan ke posisi 102,23.

Merujuk data Refinitiv, dari 10 mata uang Asia yang dipantau, sebanyak enam mata uang melemah terhadap dolar AS.

Tekanan juga datang dari pasar obligasi Eropa.

Penguatan tersebut membuat dolar AS membukukan kenaikan selama empat pekan berturut-turut..

Meski demikian, secara mingguan imbal hasil Treasury tenor 10 tahun justru turun 3,5 basis poin, mencatat penurunan mingguan terbesar dalam dua bulan..

Harga minyak yang tinggi berpotensi memberikan tekanan lebih besar kepada negara-negara yang bergantung pada impor energi.

Tekanan dolar AS masih terasa di kawasan Asia sepanjang pekan..

Kondisi tersebut menjadi salah satu risiko bagi mata uang negara importir energi, termasuk yen Jepang..

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda melemah tipis 0,04% sepanjang pekan ini, berbalik dari penguatan 0,07% pada pekan sebelumnya..

Imbal hasil yang masih tinggi membuat aset berdenominasi dolar AS tetap menarik bagi investor sekaligus berpotensi menjaga permintaan terhadap mata uang tersebut…

Penyebab utamanya adalah suku bunga AS yang tinggi dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar., sehingga berdampak pada Ekspektasi pengetatan moneter tersebut menjadi tantangan bagi mata uang Asia terjadi…

Salah satu penopangnya adalah imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih berada di level tinggi.

// .

Kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Prancis, termasuk tingginya beban utang, ditambah lagi dengan defisit anggaran, meningkatkan ketidakpastian pasar keuangan kawasan tersebut…

// .

Pasalnya, dolar AS kembali menguat di tengah tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS, ditambah lagi dengan ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed)…

Dolar Singapura melemah 0,12%, ringgit Malaysia turun 0,05%, sementara rupiah mencatat pelemahan paling tipis sebesar 0,04%..

Hanya dong Vietnam, yuan China, won Korea Selatan, sekaligus baht Thailand yang mampu mencatat penguatan…

Dong Vietnam menjadi mata uang dengan kinerja paling kuat setelah menguat 0,40% sepanjang pekan ke posisi VND25.879/US$..

Tekanan terhadap mayoritas mata uang Asia tidak lepas dari kuatnya dolar AS sepanjang pekan..

Jakarta, CNBCΒ IndonesiaΒ – Mayoritas mata uang Asia kembali tertekan pada pekan ini di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Di samping itu, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS. juga perlu diperhatikan..

Sebelumnya, imbal hasil obligasi tersebut sempat menyentuh level tertinggi dalam 24 tahun pada Rabu (7/10/2026)..

Oleh sebab itu, memperkuat alasan bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. menjadi konsekuensi dari Di sisi lain, kenaikan harga energi juga berpotensi menjaga inflasi AS tetap tinggi,..

Baht Thailand turut menguat 0,09% ke posisi THB33,50/US$..

Mengutip Reuters, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun pada Jumat naik 2,8 basis poin menjadi 5,261%..

Kenaikan biaya impor dapat memperburuk neraca perdagangan sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap dolar AS..

Euro bahkan mencatat pelemahan terhadap dolar AS selama lima pekan berturut-turut, ditambah lagi dengan sempat menyentuh level terendah dalam 17 bulan di USEuro bahkan mencatat pelemahan terhadap dolar AS selama lima pekan berturut-turut,1161 pada awal pekan…

Selain imbal hasil obligasi AS, harga minyak dunia yang masih tinggi menjadi faktor penting bagi pergerakan mata uang global..

Di sisi lain, dolar Taiwan mengalami tekanan paling dalam dengan pelemahan 0,36% ke posisi TWD31,917/US$.

Perkembangan terkait Dong Vietnam Perkasa! Dolar Singapura-Ringgit Merana, Rupiah Gimana? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By