Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Data Center Konsumsi Air Ratusan Juta Galon, Perusahaan Putar Otak yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) telah memasukkan Water Usage Effectiveness (WUE) sebagai salah satu indikator lingkungan dalam Green Data Center White Paper.
Pada sistem cooling tower, air digunakan untuk menyerap panas sebelum sebagian menguap ke atmosfer.
Sementara itu, BP Batam mendorong pengembang pusat data berskala besar membangun fasilitas desalinasi air laut atau seawater reverse osmosis (SWRO) secara mandiri.
Penggunaan teknologi pendinginan hemat air, pemanfaatan sumber air alternatif,. Tak hanya itu, transparansi konsumsi diperlukan agar ekspansi industri tidak meningkatkan tekanan terhadap sumber daya air masyarakat. turut berperan penting..
Air baru kemudian dibutuhkan untuk menggantikan air yang menguap maupun dibuang selama proses pendinginan..
Di Indonesia, pembahasan keberlanjutan pusat data selama ini lebih banyak berfokus pada kebutuhan energi. Di samping itu, emisi karbon juga perlu diperhatikan..
Google,, misalnya, memanfaatkan air laut dari Teluk Finlandia untuk mendinginkan pusat datanya di Hamina, Finlandia..
Organisasi tersebut juga mendorong transparansi konsumsi air, sumber pasokan, serta penggunaan kembali air oleh operator pusat data..
Environmental and Energy Study Institute (EESI) memperkirakan pusat data berukuran menengah dapat menggunakan sekitar 110 juta galon atau 416 juta liter air per tahun untuk pendinginan..
Sistem tersebut mengurangi ketergantungan pada air tawar dengan menggunakan air laut sebagai media pendinginan, tanpa harus melalui proses desalinasi..
Pada fasilitas berskala sangat besar, kebutuhan air dapat mencapai 5 juta galon atau sekitar 18,9 juta liter per hari, bergantung pada ukuran, iklim, serta teknologi pendinginannya..
Tujuannya agar kebutuhan air industri tidak mengganggu pasokan air waduk yang digunakan masyarakat..
Kementerian Komunikasi, ditambah lagi dengan Digital (Komdigi) mencatat terdapat 185 pusat data dengan kapasitas sekitar 274 megawatt (MW) pada Mei 2026..
Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada pasokan air bersih..
Meski Strateginya tidak hanya menghemat volume air,, namun juga mengurangi ketergantungan pada air bersih yang dibutuhkan masyarakat. tetap penting..
Jika pelepasan panas masih menggunakan cooling tower evaporatif, air tetap diperlukan..
Semakin rendah WUE, semakin efisien penggunaan air..
Sebagai contoh,, bekerja sama dengan pengelola Greenland International Industrial Center (GIIC) di Jawa Barat untuk memanfaatkan air limbah yang telah diolah kembali (reclaimed water) sebagai sumber air pendinginan sering terjadi ketika Amazon Web Services (AWS),..
Sejumlah perusahaan teknologi telah menerapkan strategi penghematan air dengan pendekatan berbeda..
International Energy Agency (IEA) memperkirakan konsumsi listrik pusat data global mencapai 415 terawatt hour (TWh) pada 2024. Tak hanya itu, akan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 945 TWh pada 2030. turut berperan penting..
Salah satu indikatornya adalah Water Usage Effectiveness (WUE), yang mengukur jumlah liter air per kilowatt hour (kWh) energi peralatan IT.
Pertumbuhan ini turut meningkatkan kebutuhan air, terutama untuk mendinginkan server yang menghasilkan panas selama beroperasi..
Namun, seiring pesatnya pembangunan pusat data, efisiensi penggunaan air mulai mendapat perhatian..
Pemerintah menargetkan kapasitas tersebut melampaui 2.000 MW pada 2029..
Dengan target kapasitas pusat data nasional melampaui 2 GW pada 2029, pengelolaan air akan menjadi aspek penting dalam pengembangan infrastruktur digital.
Cairan menyerap panas langsung dari chip. Tak hanya itu, kemudian didinginkan kembali tanpa harus terus-menerus menggunakan air baru. turut berperan penting..
Di balik kebutuhan listrik yang besar, terdapat sumber daya lain yang kini menjadi perhatian dunia, yakni air..
Jakarta,Β Equityworld Futures – Ledakan kecerdasan buatan (AI), komputasi awan (cloud computing),, ditambah lagi dengan layanan digital mendorong pembangunan pusat data (data center) secara masif..
Untuk mengurangi ketergantungan terhadap air, operator pusat data mulai beralih ke sistem pendinginan tertutup, teknologi berbasis udara, serta sumber air alternatif..
Meski demikian, liquid cooling tidak otomatis bebas penggunaan air.
Salah satu pendekatan yang berkembang adalah direct-to-chip liquid cooling dengan closed loop.
Microsoft memperkirakan desain pusat data terbarunya yang menggunakan pendinginan tanpa evaporasi dapat menghindari penggunaan lebih dari 125 juta liter air per tahun untuk setiap fasilitas dibandingkan desain sebelumnya..
Besarnya konsumsi membuat efisiensi air menjadi perhatian industri.
Perkembangan terkait Data Center Konsumsi Air Ratusan Juta Galon, Perusahaan Putar Otak akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Adu Hebat Jet Tempur Dunia: Asia Mulai Intip Amerika | Equityworld Futures
- Equityworld Trillium Surabaya β Harga Emas Stabil di Tengah Kekuatan Dolar, Fokus Pasar pada Data Inflasi CPI