Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Warga RI Makin Sedikit Makan Beras, Produksi Justru Melonjak yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Perubahan pola konsumsi juga terlihat dari asupan gizi masyarakat.
// .
Dengan demikian, penurunan konsumsi beras tidak dapat semata-mata diartikan sebagai perubahan selera makan.
Tekanan tersebut terutama relevan bagi kelompok berpengeluaran rendah..
Dengan produksi yang meningkat, Indonesia mencatat surplus beras pada 2025.
Pada Maret 2026, konsumsinya masing-masing mencapai 5,84 kilogram, ditambah lagi dengan 6,89 kilogram per kapita sebulan, dibandingkan 6,04 kilogram dan 7,07 kilogram setahun sebelumnya…
Pengeluaran untuk telur. Di samping itu, susu juga meningkat 12,46% secara tahunan menjadi Rp44.915 per kapita sebulan, tertinggi di antara kelompok makanan. juga perlu diperhatikan..
Berdasarkan seri publikasi yang sama, konsumsi beras berkurang dari 6,70 kilogram per kapita sebulan pada Maret 2021 menjadi 6,26 kilogram pada Maret 2026, atau sekitar 6,6% dalam lima tahun..
Menurut BPS, kondisi ini mencerminkan kecenderungan masyarakat yang semakin mengutamakan kemudahan, ditambah lagi dengan efisiensi waktu…
Di sisi lain, produksi beras nasional justru meningkat pada 2025 hingga melampaui kebutuhan konsumsi, ditambah lagi dengan mencatat surplus…
Penurunan konsumsi beras terjadi seiring perubahan pola makan masyarakat.
Berdasarkan data Ba. Selain itu, Pusat Statistik (BPS), produksi beras mencapai 34,69 juta ton, naik 13,29% dibandingkan 2024 yang sebesar 30,62 juta ton…
Produksi beras Indonesia pada 2026 masih diproyeksikan mencapai sekitar 34 juta ton. Tak hanya itu, melampaui kebutuhan konsumsi turut berperan penting..
BPS mencatat rata-rata pengeluaran beras naik 3,23% dari Rp19.689 di hasil survey Maret 2025 menjadi Rp20.324 per kapita seminggu pada Maret 2026..
Di tengah penurunan konsumsi, pengeluaran masyarakat untuk beras justru meningkat.
Sebagian konsumsi beras dapat bergeser ke makanan siap santap,. Akibatnya, kebutuhan beras secara keseluruhan belum tentu menurun…
Hal ini mengindikasikan meningkatnya beban pengeluaran beras yang perlu dicermati dari sisi harga. Selain itu, daya beli…
Mengutip Statistik Terkini Ekonomi Pertanian, rata-rata harga beras di tingkat perdagangan besar Indonesia meningkat 4,81% secara tahunan, dari Rp13.757 menjadi Rp14.419 per kilogram pada Maret 2026..
Penurunan juga terjadi di perkotaan maupun perdesaan.
Sebaliknya, konsumsi protein meningkat 0,13% dari 62,78 gram menjadi 62,86 gram per kapita sehari pada periode yang sama..
BPS menilai kenaikan ini dapat mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap pemenuhan protein hewani, meski turut dipengaruhi faktor harga..
Ba. Selain itu, Pangan Nasional (Bapanas) menghitung surplus produksi terhadap kebutuhan konsumsi mencapai sekitar 3,52 juta ton, berdasarkan neraca pangan nasional…
Kondisi ini menunjukkan bahwa rumah tangga mengeluarkan lebih banyak uang untuk beras meskipun jumlah yang dikonsumsi lebih sedikit.
BPS mencatat rata-rata konsumsi kalori turun 0,29% dari 2.073,43 kilokalori per kapita sehari pada Maret 2025 menjadi 2.067,36 kilokalori pada Maret 2026.
Di tengah tren penurunan konsumsi beras per kapita, produksi beras nasional justru meningkat pada 2025.
Berdasarkan BPS, kelompok 20% penduduk dengan pengeluaran terendah mengalokasikan 18,94% belanja pangannya untuk padi-padian, dibandingkan hanya 7,50% pada kelompok 20% teratas..
BPS mengindikasikan penduduk di perkotaan maupun perdesaan mulai mengurangi porsi beras dalam menu sehari-hari..
Di sisi lain, pengeluaran untuk makanan. Tak hanya itu, minuman jadi justru meningkat Rp28.801, dari Rp248.501 per kapita sebulan pada Maret 2025 menjadi Rp277.302 pada Maret 2026. turut berperan penting..
Jakarta, CNBC Indonesia – Konsumsi beras per kapita di Indonesia menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
// .
Ba sekaligus Pusat Statistik (BPS) melaporkan angka tersebut turun 3,02% dibandingkan Maret 2025, ketika konsumsinya mencapai 6,45 kilogram…
Kenaikan tersebut sejalan dengan perluasan panen padi menjadi 11,32 juta hektare, meningkat 12,69% dibandingkan tahun sebelumnya.
Distribusi yang tidak merata, kebutuhan ca. Selain itu, gan pangan, serta perbedaan musim panen tetap menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras…
Meski demikian, surplus produksi tidak serta-merta berarti seluruh wilayah mengalami kelebihan pasokan.
Pada saat yang bersamaan, harga beras mengalami penguatan.
Meski demikian, kenaikan konsumsi makanan jadi tidak otomatis berarti masyarakat semakin jarang makan nasi.
Memasuki 2026, kondisi surplus masih berlanjut.
Dengan demikian, terdapat surplus produksi sekitar 3,79 juta ton pada semester pertama..
Namun, El Niño berpotensi menekan hasil panen pada 2027, terutama di lahan pertanian yang bergantung pada curah hujan..
Faktor keterjangkauan harga juga perlu diperhatikan, meskipun besarnya pengaruh terhadap penurunan konsumsi belum dapat dipastikan dari data tersebut..
Penurunan tersebut melanjutkan tren sejak 2021.
Produksi padi dalam bentuk gabah kering giling (GKG) juga naik menjadi 60,21 juta ton..
Dalam publikasi Ringkasan Eksekutif Pengeluaran sekaligus Konsumsi Penduduk Indonesia Maret 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata konsumsi beras sebesar 6,26 kilogram per kapita sebulan…
Bapanas mencatat produksi beras sepanjang Januari-Juni diperkirakan mencapai 19,27 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi sebesar 15,48 juta ton.
Perkembangan terkait Warga RI Makin Sedikit Makan Beras, Produksi Justru Melonjak akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Hello Mr. Trump! Iran Tak Akan Menukar ‘Berlian’ dengan ‘Permen’ Anda
- Equityworld Futures Surabaya | Kabar Baik! Harga Minyak Mentah Turun, Sudah Sentuh US$60-an per Barel