Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Rupiah dan Dong Jadi Jagoan Asia, Menguat Saat Mata Uang Lain Tertekan yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Penurunan imbal hasil tersebut terjadi setelah lelang obligasi pemerintah AS tenor tiga tahun mendapat respons positif dari pasar..
Jakarta, Equityworld Futures – Pelemahan kembali mendominasi mata uang Asia pada perdagangan Rabu (7/10/2026).
“, misalnya nya urgensi bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sedikit berkurang setelah data PCE yang lebih lunak. Selain itu, laporan nonfarm payroll baru-baru ini,” ujar Gavin Friend, Senior Markets Strategist National Australia Bank, dikutip dari Reuters….
Penguatan dolar pada perdagangan Asia pagi ini terjadi setelah greenback terkoreksi pada sesi sebelumnya.
Baht Thailand menyusul dengan pelemahan 0,24% ke THB33,65/US$..
// .
Meski peluang kenaikan pada Oktober semakin mengecil, pasar belum sepenuhnya meninggalkan ekspektasi pengetatan lanjutan.
Peso Filipina turun 0,12% ke PHP62,769/US$, diikuti dolar Singapura yang melemah 0,11% ke SGD1,2787/US$..
Pada pertemuan September, The Fed menaikkan suku bunga untuk merespons tekanan inflasi..
Ringgit Malaysia mencatat pelemahan paling tipis sebesar 0,05% ke posisi MYR4,084/US$..
Yield Treasury AS tenor 10 tahun turun sekitar 4 basis poin ke 5,271%, sementara tenor 30 tahun melemah 2 basis poin ke 5,641%.
Investor kini menanti risalah pertemuan The Fed September serta komentar sejumlah pejabat bank sentral AS untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga berikutnya.
DXY tercatat turun 0,27% pada Selasa seiring mere, ditambah lagi dengan ya tekanan di pasar obligasi global dan turunnya imbal hasil Treasury AS…
Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat 0,20% ke level 102,038 pada pukul 09.15 WIB..
Berdasarkan data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, tujuh dari sembilan mata uang Asia yang dipantau bergerak melemah terhadap dolar AS.
Tekanan terhadap dolar pada perdagangan sebelumnya juga datang dari berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve pada Oktober.
Yen Jepang terkoreksi 0,20% ke JPY158,41/US$, sementara won Korea Selatan melemah 0,19% ke KRW1.340,5/US$.
Oleh sebab itu, Meski begitu, tekanan tidak terjadi merata.. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah rupiah sekaligus dong Vietnam masih mampu menguat di tengah kenaikan indeks dolar AS pada pagi ini…
Rupiah. Tak hanya itu, dong Vietnam menjadi dua mata uang yang bertahan di zona hijau. turut berperan penting..
Dong Vietnam menyusul dengan kenaikan 0,02% ke posisi VND25.983/US$..
Di sisi lain, dolar Taiwan mengalami tekanan paling dalam dengan depresiasi 0,26% ke TWD31,86/US$.
Peluang kenaikan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada bulan ini turun ke sekitar 20%, dari sekitar 70% pada pekan lalu..
Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember masih berada di kisaran 84,5%..
Rupiah mencatat penguatan terbesar setelah terapresiasi 0,08% ke level Rp17.875/US$.
Perkembangan terkait Rupiah dan Dong Jadi Jagoan Asia, Menguat Saat Mata Uang Lain Tertekan akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Cadangan Minyak Kian Menipis, Pasar Energi Dunia Kehilangan Tameng
- Kebutuhan Susu Diperkirakan Capai 1,5 Juta Liter pada 2029 | Equityworld Futures