0 0
Read Time:5 Minute, 33 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Meledak! Harga Batu Bara Terbang 5 Hari Beruntun, Tembus US$ 153 yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Merujuk Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Selasa (6/10/2026) ditutup di posisi US$ 152,95 per ton.

Angka tersebut masih jauh di bawah kebutuhan sekitar 2,95 juta ton per hari untuk 176 pembangkit berbasis batu bara domestik dengan total kapasitas sekitar 207 gigawatt (GW).

Harga batu bara terbang dipicu oleh berkurangnya pasokan ekspor dari Indonesia hingga persoalan pasokan di India. Tak hanya itu, Eropa. turut berperan penting..

Harga rata-rata di Day-Ahead Market mencapai INR 7,3 per unit, naik 105% secara tahunan.

Kementerian Energi memerintahkan lebih dari 100 pembangkit batu bara captive untuk beroperasi pada kapasitas maksimum hingga akhir tahun guna mengantisipasi lonjakan permintaan listrik..

Dengan musim permintaan listrik tinggi masih berlangsung hingga akhir tahun, tekanan terhadap stok batu bara India menjadi salah satu faktor yang patut dicermati pasar komoditas global..

Pembangkit hidro India tercatat turun sekitar 12% pada September.

Sementara harga di Real-Time Market mencapai INR 6,9 per unit, melonjak 108%..

Lonjakan permintaan bahkan mendorong perusahaan distribusi listrik (discom) membeli listrik dari bursa.

Namun, konsumsi batu bara tumbuh jauh lebih cepat, yakni 12,5% pada Agustus sekaligus 9,2% sepanjang April-Agustus…

Jika pembangkit India meningkatkan pembelian dari pasar internasional, permintaan terhadap batu bara termal berkalori menengah. Selain itu, rendah berpotensi ikut terdorong…

Ekspor batu bara Indonesia turun 9,3% menjadi 227,7 juta ton pada periode Januari-Agustus 2026.

Indian Energy Exchange (IEX) mencatat tawaran pembelian di pasar Day-Ahead Market melonjak 281% sepanjang September..

Data Kementerian Batu Bara India menunjukkan Coal India hanya mengirim rata-rata sekitar 1,81 juta ton batu bara per hari pada 1-3 Oktober 2026..

Sejumlah negara bagian, misalnya Punjab, Haryana, Maharashtra,. Di samping itu, Uttar Pradesh menghadapi kenaikan permintaan listrik. juga perlu diperhatikan…

Kondisi ini membuat pembangkit batu bara harus bekerja lebih keras, terutama untuk memenuhi kebutuhan listrik pada periode puncak malam hari..

NTPC memperkirakan konsumsi batu baranya dapat mendekati 300 juta ton pada tahun fiskal 2026/2027..

Kenaikan ini memperpanjang reli harga batu bara yang sudah melonjak 4,5% dalam lima hari te terakhir.

Jumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara domestik yang berada dalam kondisi stok kritis meningkat menjadi 81 unit, dari sebelumnya 73 unit dalam sepekan..

Penurunan ini dipengaruhi kuota produksi pemerintah, ketidakpastian kebijakan, serta gangguan pengiriman akibat fenomena El Niño yang kuat..

Sebagai contoh, aluminium, baja, semen, sekaligus kilang minyak.. sering terjadi ketika Perintah tersebut mencakup 112 pembangkit dengan kapasitas minimal 50 MW yang memasok listrik untuk industri..

Dari Jerman dilaporkan stok batu bara di pembangkit listrik Jerman mulai menipis di tengah gangguan logistik yang masih berlangsung akibat rendahnya permukaan sungai yang mencapai rekor terendah..

Penyebab utamanya adalah permintaan listrik meningkat sementara pasokan domestik menghadapi tekanan., sehingga berdampak pada Kpler memperkirakan India akan kembali meningkatkan pembelian batu bara termal dari pasar seaborne mulai kuartal IV-2026 terjadi…

Tekanan tersebut tercermin dari defisit listrik India pada September yang mencapai sekitar 560 juta unit, tertinggi setidaknya dalam dua hingga tiga tahun terakhir..

NTPC berencana membeli hingga 15 juta ton batu bara dari sumber swasta serta menggunakan sekitar 50 juta ton dari tambangnya sendiri..

Kondisi tersebut menjadi kabar penting bagi pasar batu bara global, termasuk Indonesia.

Konsumsi listrik India pada Juli-September mencapai sekitar 502 miliar unit (BU), naik 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Persoalan pasokan menjadi salah satu penyebabnya..

Krisis stok juga mendorong perusahaan listrik terbesar India, NTPC, untuk meningkatkan pembelian batu bara dari perusahaan tambang swasta..

Produksi listrik tenaga air juga menjadi persoalan.

Kondisi tersebut terjadi ketika permintaan listrik India terus melonjak, sementara pasokan batu bara belum mampu mengejar kebutuhan pembangkit.

Khusus September, konsumsi mencapai sekitar 162 BU, meningkat 11% secara tahunan..

International Energy Agency (IEA) memperkirakan konsumsi batu bara untuk pembangkit listrik India akan meningkat 4,2% pada 2026 menjadi sekitar 1,353 miliar ton, antara lain akibat meningkatnya kebutuhan pendinginan yang dipengaruhi kondisi El Niño..

Reuters melaporkan stok batu bara NTPC telah turun dari sekitar 18 juta ton pada April menjadi hanya 5,5 juta ton akibat kenaikan produksi listrik. Di samping itu, gangguan pasokan setelah hujan lebat juga perlu diperhatikan..

Kenaikan permintaan tersebut turut mengerek harga listrik.

// .

Persoalan utama bukan hanya pasokan batu bara,. Akan tetapi juga ketidakseimbangan antara penerimaan. Di samping itu, konsumsi. juga perlu diperhatikan. tidak boleh diabaikan..

Jakarta, Equityworld Futures – Harga batu bara tak terbendung.

Meski Survei terhadap 160 tambang di Shanxi, Shaanxi, ditambah lagi dengan Inner Mongolia mencatat persediaan 4,01 juta ton per 30 September, naik tipis 0,22% secara mingguan, namun turun 4,68% secara tahunan.. tetap penting..

Dari China dilaporkan, harga batu bara bergerak beragam.

Situasi ini berpotensi membuka ruang lebih besar bagi batu bara impor.

Penerimaan batu bara pembangkit memang meningkat 6% pada Agustus, ditambah lagi dengan 3,3% sepanjang April-Agustus tahun fiskal 2026/2027..

Harga penutupan kemarin juga menjadi yang tertinggi sejak 4 September 2026 atau sebulan terakhir..

Walaupun Hal ini disebabkan oleh penjualan berjalan lancar,, kenaikan belum meluas ke seluruh pasar., akibatnya Sejumlah tambang dengan stok rendah mulai menaikkan harga. masih menjadi prioritas..

Pemerintah India pun mulai mengambil langkah darurat.

Krisis pasokan batu bara mulai membayangi sektor kelistrikan India.

Akibatnya, stok batu bara di pembangkit turun menjadi 18,22 juta ton pada 5 Oktober, atau merosot 3,8% dibandingkan sepekan sebelumnya..

Alasannya adalah konsumsi listrik India meningkat tajam sehingga berdampak pada Tekanan pasokan semakin besar…

Sekitar 47% pembangkit listrik India saat ini memiliki stok batu bara yang hanya cukup untuk kurang dari empat hari.

Di sisi lain, India menghadapi kombinasi persoalan yang cukup kompleks: konsumsi listrik meningkat, produksi hidro melemah, pasokan batu bara domestik tertahan, sementara pembangkit batu bara tetap menjadi tulang punggung sistem kelistrikan..

Perkembangan terkait Meledak! Harga Batu Bara Terbang 5 Hari Beruntun, Tembus US$ 153 akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By