Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mata Uang Asia Kebakaran: Rupiah Paling Parah, Cuma 3 Negara Selamat yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Meski dolar masih kuat, ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve pada Oktober justru semakin mereda setelah data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan..
Baht Thailand menyusul dengan koreksi 0,15% ke THB 33,58/US$, se. Selain itu, gkan peso Filipina melemah 0,13% ke PHP 62,570/US$…
Pada pukul yang sama, indeks dolar AS (DXY) naik 0,17% ke level 102,119..
Won Korea Selatan turut terkoreksi 0,12% ke posisi KRW 1.344,08/US$.
Greenback mengawali pekan dengan tetap kokoh di sekitar level tertinggi dalam 17 bulan.
// .
Meski demikian, pasar masih memperkirakan a. Selain itu, ya kenaikan suku bunga pada Desember..
Di antara mata uang yang melemah, rupiah mencatat tekanan paling dalam dengan depresiasi 0,21% ke level Rp17.905/US$.
Yen Jepang menyusul dengan kenaikan 0,03% ke JPY 157,79/US$, sementara dong Vietnam menguat 0,02% ke VND 25.979/US$..
Yield US Treasury tenor 10 tahun berada di kisaran 5,262%, masih dekat level tertinggi dalam 24 tahun yang disentuh pada pekan lalu..
Dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah terapresiasi 0,05% ke posisi TWD 31,79/US$.
Jakarta, Equityworld Futures – Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan dominasinya di pasar valuta Asia pada perdagangan Senin (5/10/2026).
Kekuatan dolar masih ditopang oleh tingginya imbal hasil Treasury AS serta aliran. Tak hanya itu, a menuju aset safe haven di tengah volatilitas pasar obligasi global. turut berperan penting..
Mayoritas mata uang kawasan melemah pada awal pekan, meski beberapa masih mampu bertahan di zona hijau..
Tekanan terhadap mayoritas mata uang Asia berlangsung seiring penguatan dolar AS.
Oleh sebab itu, “Dolar menjadi pemenang utama dalam kondisi saat ini terjadi.. menjadi konsekuensi dari Penyebab utamanya adalah kenaikan yield Treasury meningkatkan daya tarik aset AS, sementara aksi jual obligasi secara global turut mendorong aliran sekaligus a menuju greenback sebagai aset safe haven,” ujar Matthew Ryan, Head of Market Strategy Ebury, dikutip dari Reuters.,..
Pelaku pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 78% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada Oktober, meningkat dari 36% sepekan sebelumnya.
Dolar Singapura sekaligus ringgit Malaysia masing-masing melemah 0,09% dan 0,07% ke SGD 1,2803/US$ dan MYR 4,084/US$…
Berdasarkan data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, enam dari sembilan mata uang Asia yang dipantau terdepresiasi terhadap dolar AS, sementara tiga lainnya mencatat penguatan..
Perkembangan terkait Mata Uang Asia Kebakaran: Rupiah Paling Parah, Cuma 3 Negara Selamat akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | IHSG dan Rupiah Lagi Mabuk Kenaikan, Dua Badai dari AS Bisa Bikin Buyar
- Efek Badai IHSG, OJK Bentuk Satgas Reformasi Pasar Modal