0 0
Read Time:3 Minute, 2 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mata Uang Terbelah Hadapi AS: Won-Ringgit Jatuh, Rupiah-Yen Perkasa yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada laporan tenaga kerja AS yang dijadwalkan rilis pada hari ini.

Kekuatan dolar dalam beberapa hari terakhir turut ditopang oleh tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Sebagian besar mata uang kawasan masih tertekan, sementara beberapa lainnya berhasil berbalik menguat..

Jika bertahan hingga akhir perdagangan, greenback akan mencatat kenaikan mingguan selama tiga pekan berturut-turut, rangkaian terpanjang sejak Mei 2025..

Yen Jepang menyusul dengan apresiasi 0,13% ke JPY 157,88/US$, sementara rupiah menguat 0,11% ke level Rp17.925/US$..

Sementara itu, baht Thailand stagnan di THB 33,64/US$..

“Kenaikan yield tenor panjang ketika ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat justru mereda menunjukkan bahwa pasar semakin banyak dipengaruhi oleh term premium, ditambah lagi dengan risiko fiskal, bukan hanya keputusan The Fed berikutnya,” ujar Charu Chanana, Chief Investment Strategist Saxo, dikutip dari Reuters…

Data tersebut diperkirakan menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja melambat pada September, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan bertahan di 4,1%..

Yield US Treasury tenor 10 tahun sempat melonjak ke 5,344%, level tertinggi sejak 2002, sebelum turun ke sekitar 5,249% pada perdagangan Jumat pagi..

Berdasarkan data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, indeks dolar AS (DXY) turun 0,04% ke level 102,059..

Tiga mata uang berada di zona hijau. Selain itu, baht Thailand bergerak tidak berubah…

// .

Berdasarkan data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, lima dari sembilan mata uang Asia yang dipantau melemah terhadap dolar AS.

Jakarta, Equityworld Futures – Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) cenderung bervariasi pada perdagangan Jumat (2/10/2026).

Meski terkoreksi pagi ini, dolar AS masih berada di sekitar level tertinggi dalam 17 bulan. Tak hanya itu, berada di jalur penguatan sekitar 1% sepanjang pekan ini turut berperan penting..

Data inflasi AS Agustus yang lebih rendah dari perkiraan membuat pelaku pasar mengurangi taruhan terhadap kenaikan suku bunga bulan ini..

Di pasar global, dolar AS bergerak melemah tipis pada pagi ini.

Dong Vietnam menyusul dengan pelemahan 0,05% ke VND 25.992/US$, se. Di samping itu, gkan dolar Singapura terkoreksi 0,04% ke SGD 1,2805/US$. juga perlu diperhatikan..

Kondisi tersebut terjadi ketika pasar justru mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve dalam waktu dekat.

Won Korea Selatan, ditambah lagi dengan ringgit Malaysia masing-masing melemah 0,02% ke posisi KRW 1.358,8/US$ dan MYR 4,083/US$..

Peso Filipina mencatat penguatan terbesar setelah naik 0,16% ke posisi PHP 62,622/US$.

Di sisi lain, dolar Taiwan mengalami tekanan paling dalam setelah terdepresiasi 0,18% ke TWD 31,908/US$.

Perkembangan terkait Mata Uang Terbelah Hadapi AS: Won-Ringgit Jatuh, Rupiah-Yen Perkasa akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By