0 0
Read Time:7 Minute, 0 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait China Larang Ekspor BBM, Punya “Benteng” Minyak 1,5 Miliar Barel yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Data resmi pemerintah China menunjukkan technically recoverable oil reserves, atau ca. Selain itu, gan minyak yang secara teknis dapat diproduksi, mencapai sekitar 3,85 miliar ton pada akhir 2023…

Kini, China kembali memprioritaskan keamanan pasokan energi dalam negeri.

Selisih tersebut harus ditutup dari luar negeri.

Dengan demikian, pengamanan minyak China berjalan melalui beberapa jalur sekaligus..

Namun selisih yang sangat lebar tersebut tetap menunjukkan satu hal, yakni China tidak mungkin memenuhi seluruh kebutuhan minyaknya hanya dari produksi dalam negeri..

Eksplorasi lapangan baru terus dilakukan, sementara produksi dari lapangan-lapangan lama dijaga agar tidak turun terlalu dalam..

Namun masih lebih tinggi dibandingkan 1.397 juta barel pada akhir 2025..

China juga masih memiliki ca. Di samping itu, gan minyak yang masih belum di eksplorasi juga perlu diperhatikan..

Data Statistical Review of World Energy 2026 dari Energy Institute menunjukkan konsumsi minyak China pada 2025 berada di kisaran 17,36 juta barel per hari..

// .

Pembatasan tersebut sempat dilonggarkan pada periode Juli hingga September..

Jika dibandingkan negara lain dalam data EIA, selisihnya sangat lebar..

Pada akhir 2025, EIA memperkirakan sekitar 360 juta barel berada dalam persediaan pemerintah China.

Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan produksi minyak mentah China yang hanya sekitar 4,3 juta barel per hari pada periode yang sama..

Sumber-sumber perdagangan menyebut ketidakpastian pasokan minyak mentah, ditambah turunnya persediaan BBM domestik China, membuat Beijing lebih fokus memastikan kebutuhan dalam negeri tetap aman..

Sepanjang 2025, produksi minyak mentah China mencapai sekitar 216 juta ton, menjadi level tertinggi sepanjang sejarah..

Empat sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan kepada Reuters pada Kamis (1/10/2026).

Jakarta, Equityworld Futures – China kembali mengetatkan keran ekspor produk bahan bakar minyak (BBM)..

Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian kebutuhan mulai dipenuhi dari minyak yang sebelumnya sudah disimpan..

Memasuki 2025. Di samping itu, 2026, produksinya beberapa kali sudah menembus 18 juta hingga 19 juta ton per bulan. juga perlu diperhatikan..

Selain mempunyai minyak yang masih berada di bawah tanah. Di samping itu, masih butuh untuk dieksplorasi lebih jauh, China memiliki persediaan minyak dalam jumlah sangat besar yang sudah berada di tempat penyimpanan. juga perlu diperhatikan..

Oleh sebab itu, EIA memasukkan minyak yang dipegang pemerintah sekaligus persediaan komersial tertentu,. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah perusahaan minyak nasional China juga memiliki peran dalam menjaga stok darurat…

Di sinilah posisi China cukup berbeda dibandingkan banyak negara lain..

China merupakan konsumen minyak terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat..

Jumlah tersebut memang turun dibandingkan kuartal I-2026 yang mencapai 1.541 juta barel.

Namun angka tersebut masih berupa estimasi dari EIA terjadi karena pemerintah China tidak mempublikasikan secara terbuka jumlah minyak yang berada di Strategic Petroleum Reserve mereka. ..

PetroChina bahkan membatalkan sejumlah pengiriman bensin sekaligus bahan bakar pesawat yang sebelumnya dijadwalkan untuk Oktober…

Khusus pada Agustus, China menghasilkan 18,43 juta ton minyak mentah, naik dari sekitar 18,27 juta ton pada Juli..

Pada 2023, produksi bulanan masih cukup sering berada di kisaran 17 juta ton.

// .

Alasannya adalah angka konsumsi mencakup berbagai produk minyak, se sekaligus gkan angka produksi hanya menghitung crude oil. sehingga berdampak pada Memang, kedua angka tersebut tidak sepenuhnya bisa dibandingkan satu per satu….

// .

Sementara persediaan crude komersial mencapai sekitar 1 miliar barel..

Bagi negara yang membutuhkan lebih dari 17 juta barel minyak setiap hari, besarnya produksi saja memang belum cukup..

EIA memperkirakan China memasukkan sekitar 1,1 juta barel minyak per hari ke tempat penyimpanan sepanjang 2025..

Dari sisi eksplorasi, China juga masih terus menambah ca. Di samping itu, gannya juga perlu diperhatikan..

Penyebab utamanya adalah lapangan minyak yang sudah berproduksi lama biasanya mengalami penurunan produksi secara alami.,. Akibatnya, Langkah ini penting terjadi…

Terlebih, sebagian besar minyak impor harus menempuh perjalanan panjang dari negara pemasok menuju kilang-kilang di China..

Definisi yang digunakan untuk China juga lebih luas dibandingkan SPR Amerika Serikat.

Data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan estimasi strategic oil inventories China mencapai 1.492 juta barel pada kuartal II-2026..

Jika ditarik lebih panjang, produksi minyak China dalam beberapa tahun terakhir memang cenderung meningkat..

National Energy Administration mencatat penambahan proved geological oil reserves pada 2025 meningkat sekitar 40% dibandingkan tahun sebelumnya..

China sebenarnya bukan negara dengan produksi minyak yang kecil..

Lalu, seberapa besar sebenarnya produksi, kebutuhan,. Selain itu, cadangan minyak yang dimiliki China?..

Bahkan jika produksi diperluas hingga mencakup petroleum and other liquids, volumenya sekitar 5,4 juta barel per hari, tetap jauh di bawah konsumsi lebih dari 17 juta barel per hari..

Pada 2025, China mengimpor minyak mentah rata-rata sekitar 11,6 juta barel per hari, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah mereka..

Ketatnya pasokan global tersebut turut mendorong harga minyak dunia naik sekaligus bertahan di level tinggi..

Saat ini, harga minyak bergerak di kisaran US-US0 per barel, dengan Brent masih berada di atas US0 per barel. Tak hanya itu, WTI di kisaran US-an per barel. turut berperan penting..

China juga membutuhkan bantalan minyak yang besar untuk menghadapi saat-saat ketika pasokan dari luar negeri tiba-tiba tersendat..

Pada kuartal II-2026, persediaan China mencapai sekitar 4,6 kali persediaan Amerika Serikat yang tercatat sebesar 321 juta barel..

// .

China merupakan importir minyak mentah terbesar dunia.

Beijing masih memiliki stok yang sebelumnya dikumpulkan..

Dengan jumlah sebesar itu, gangguan pada pasokan minyak dunia bisa dengan cepat menjadi masalah bagi China.

Jadi, ketika pasokan dari luar berkurang, China tidak sepenuhnya bergantung pada minyak yang baru datang dari kapal tanker.

Beijing sebelumnya telah membatasi ekspor BBM pada Maret setelah pecahnya perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran mengganggu pasokan minyak mentah dari Timur Tengah ke China.

Langkah ini berpotensi semakin mempersempit pasokan BBM global yang sudah terganggu akibat perang sekaligus masalah produksi di sejumlah negara…

China menjaga produksi domestik tetap tinggi, mencari sumber minyak baru, mengimpor dalam jumlah besar,. Tak hanya itu, menyimpan sebagian pembelian ketika kondisi pasar memungkinkan. turut berperan penting..

Namun, negara tersebut juga memiliki produksi minyak sendiri dalam jumlah besar. Tak hanya itu, selama beberapa tahun terakhir aktif menambah persediaannya. turut berperan penting..

Jumlah itulah yang membuat total persediaan China mendekati 1,4 miliar barel pada akhir tahun lalu..

Persediaan minyak China turun dari 1,541 miliar barel pada kuartal I menjadi 1,492 miliar barel pada kuartal II-2026.

Pemerintah China memang terus berusaha meningkatkan kemampuan produksi dalam negeri.

Gangguan aliran minyak dari Timur Tengah membuat impor crude China turun menjadi rata-rata sekitar 8,1 juta barel per hari pada kuartal II-2026, atau merosot sekitar 32% dibandingkan kuartal sebelumnya..

Kondisi tersebut membuat posisi China di pasar minyak dunia semakin menarik untuk dilihat..

Pada saat yang sama, Beijing kembali menahan ekspor BBM untuk menjaga pasokan di dalam negeri..

Jika menggunakan satuan yang lebih umum di pasar minyak, produksi minyak mentah China pada tahun tersebut setara sekitar 4,3 juta barel per hari..

Namun aktivitas kilang China tidak turun sedalam penurunan impor..

Ketika harga minyak relatif rendah pada 2025, Beijing justru memperbesar pembelian sekaligus menambah persediaannya.

Data terbaru National Bureau of Statistics (NBS) China menunjukkan produksi minyak mentah sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 146,39 juta ton, naik 0,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu..

Namun, besarnya produksi dalam negeri belum cukup untuk membuat China bisa berdiri sendiri..

Strategi tersebut baru terasa penting ketika kondisi pasar berbalik pada 2026..

Sejumlah kilang di Negeri Tirai Bambu menghentikan pengiriman produk minyak ke berbagai wilayah di luar Hong Kong sekaligus Makau sampai ada instruksi lebih lanjut dari Beijing…

Namun China rupanya sudah cukup lama mempersiapkan strategi untuk menghadapi masalah tersebut..

Perkembangan terkait China Larang Ekspor BBM, Punya “Benteng” Minyak 1,5 Miliar Barel akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By