Equity World Futures Surabaya – Emas Dalam Tekanan, Suku Bunga AS dan Harga Minyak Kembali Hambat PenguatanEquity World Futures Surabaya – Emas Dalam Tekanan, Suku Bunga AS dan Harga Minyak Kembali Hambat Penguatan
0 0
Read Time:2 Minute, 10 Second

Equity World Futures Surabaya – Harga emas kembali melemah dan tertahan di kisaran US$4.150 per troy ounce pada perdagangan Kamis (1/10). Meskipun sempat terangkat oleh rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang melandai, penguatan emas kembali terhalang oleh lonjakan harga minyak dunia dan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS.

Data Inflasi PCE AS Meredam Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed

Secara teori, melandainya inflasi memberikan angin segar bagi pasar emas. Data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS bulan Agustus mencatatkan hasil yang lebih rendah dari perkiraan pasar:

  • PCE Induk (MoM): Naik 0,3% (di bawah estimasi 0,4%).

  • PCE Inti (MoM): Naik 0,2% (di bawah estimasi 0,3%).

  • Inflasi Tahunan (YoY): Berada di tingkat 3,4% (lebih rendah dari ekspektasi 3,7%).

Laporan ini memicu penurunan ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Oktober. Probabilitas kenaikan suku bunga langsung merosot ke angka 38%, turun signifikan dari posisi 51% sebelum data PCE dirilis. Pelonggaran ekspektasi kebijakan moneter ketat ini seharusnya menjadi pendorong positif bagi pergerakan harga emas.

Dua Faktor Utama yang Menekan Harga Emas

Meski sentimen inflasi melandai, harga emas tetap menghadapi tekanan berat dari dua faktor global:

  1. Lonjakan Harga Minyak Dunia

    Pasar energi masih bergejolak akibat negosiasi antara AS dan Iran yang belum menemukan titik terang. Kendati pasokan minyak Timur Tengah menunjukkan sinyal pemulihan awal, ketidakpastian geopolitik ini tetap menjaga harga minyak di level tinggi dan memicu kekhawatiran inflasi energi.

  2. Kenaikan Yield Obligasi AS (Treasury Yield)

    Kekhawatiran bahwa tingginya harga energi dapat memperpanjang tren inflasi mendorong yield obligasi pemerintah AS melonjak ke level tertinggi dalam beberapa dekade. Kondisi ini menahan minat investor terhadap emas—aset yang tidak menghasilkan imbal hasil (non-yielding asset)—karena pasar mengantisipasi The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer).


DISCLAIMER

Bertransaksilah dengan Pialang Berjangka PT. EQUITYWORLD FUTURES (EWF) Priority Trillium – Surabaya , Sahid Sudirman Centre Jakarta dan Praxis – Surabaya yang Berada dibawah Naungan Bappebti, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) & Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Bijak dalam menjaga Ketahanan dana. Ilustrasi Informasi Diatas Hanya Untuk Kalangan Internal Terbatas EWF. Mengingat Pesatnya Laju Informasi dan Berita, Ilustrasi Berita ini Tidak Menggambarkan Secara Keseluruhan Kondisi yang Berkembang di Pasar. Perlunya Kroscek dari Pembaca Terhadap Ilustrasi Informasi Diatas Karena Potensi Mis-Interpretasi. Siapapun Dilarang Menggunakan Informasi Diatas Sebagai Dasar Dalam Pengambilan Keputusan Transaksi. Perdagangan Berjangka Memiliki Resiko Tinggi & Cara Transaksi yang Unik. Anda Dapat Menghubungi Wakil Pialang Berjangka Kami untuk Menerima Informasi Sejelasnya akan Perdagangan Berjangka. baca berita berita lainnya di news Equityworld Trillium Surabaya

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %