0 0
Read Time:5 Minute, 39 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga BBM Non-Subsidi per 1 Oktober 2026 Bisa Naik, Ini Hitungannya! yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Angka ini terapresiasi 15,77% dibandingkan rata-rata Agustus 2026 yang sebesar US$82,45 per barel..

Sementara itu, Pertamina Dex naik menjadi Rp25.200 per liter dari sebelumnya Rp21.150 per liter..

// .

Penyesuaian harga terjadi pada sebagian produk BBM non-subsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite,. Selain itu, Pertamina Dex..

Adapun harga Pertamax tetap berada di level Rp15.950 per liter.

// .

Proyeksi ini diperkirakan seiring dengan kenaikan rata-rata harga minyak mentah dunia ditengah penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS)..

Hal ini disebabkan oleh bisa menjadi alternatif ekspor minyak ketika pengiriman melalui Selat Hormuz terganggu., akibatnya Jalur ini penting..

Hal ini disebabkan oleh rata-rata harga minyak pada periode acuan naik cukup tinggi, akibatnya Dari sisi harga minyak, ruang kenaikan terbuka lebar..

Harga Brent naik 15,81% dibandingkan rata-rata Agustus 2026 yang sebesar US$88,08 per barel..

Salah satu perhatian utama pasar masih tertuju pada Selat Hormuz.

Pertamax Green 95 juga tidak berubah. Di samping itu, masih dijual Rp16.600 per liter. juga perlu diperhatikan..

Periode yang digunakan adalah tanggal 25 pada dua bulan sebelumnya sampai dengan tanggal 24 pada satu bulan sebelumnya untuk penetapan harga bulan berjalan..

Kenaikan lebih besar terjadi pada BBM diesel non-subsidi.

Sebagai pendekatan, pergerakan Brent. Selain itu, WTI pada periode tersebut dapat digunakan untuk melihat arah tekanan terhadap harga BBM non-subsidi…

Houthi meningkatkan tekanan terhadap Arab Saudi dengan menyerang infrastruktur energi. Tak hanya itu, jalur pengiriman minyak. turut berperan penting..

Sementara itu, harga rata-rata minyak dunia acuan West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$95,45 per barel pada September 2026.

Harga ini naik 12,50% dibandingkan periode acuan sebelumnya, yakni 25 Juli sampai 24 Agustus 2026, yang sebesar US$87,91 per barel..

Harga Dexlite naik menjadi Rp23.700 per liter dari sebelumnya Rp19.700 per liter.

Dua variabel utama yang digunakan adalah harga minyak atau harga produk BBM di pasar internasional, ditambah lagi dengan nilai tukar rupiah, mengingat besarnya kebutuhan impor minyak dalam negeri…

Penyebab utamanya adalah konflik tersebut ikut menyeret kelompok-kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Iran di kawasan,. Akibatnya, Kekhawatiran pasar makin besar terjadi…

Kondisi ini membuat arah penyesuaian harga BBM non-subsidi masih dipengaruhi dua faktor yang berlawanan..

// .

Sebagai catatan, Pertamina sudah melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi pada 1 September 2026..

Walaupun begitu,, penguatan rata-rata rupiah menjadi faktor penahan. masih terjadi meski Alasannya adalah biaya impor minyak dalam rupiah menjadi sedikit lebih ringan.. Akibatnya,…

Angka ini menguat 1,09% dibandingkan periode acuan sebelumnya, yakni 25 Juli sampai 24 Agustus 2026, yang sebesar Rp17.887,14/US$..

Hal ini disebabkan oleh itu, harga BBM non-subsidi diperkirakan berpotensi kembali mengalami kenaikan per 1 Oktober 2026 atau setidaknya ditahan., akibatnya Oleh..

Salah satunya adalah milisi Houthi di Yaman..

Hal ini disebabkan oleh pasar khawatir pasokan minyak global bisa tersendat., akibatnya Ketika muncul ancaman gangguan di jalur tersebut, harga minyak biasanya langsung terdorong naik..

Mengutip data Refinitiv, rata-rata rupiah pada September 2026 berada di level Rp17.730,23/US$, menguat 0,44% dibandingkan rata-rata Agustus 2026 yang sebesar Rp17.808,33/US$..

Rata-rata rupiah pada periode 25 Agustus sampai 24 September 2026 berada di level Rp17.692,83/US$.

Jakarta, Equityworld Futures – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi memiliki peluang untuk mengalami kenaikan atau setidaknya ditahan pada Kamis (1/10/2026)..

Meski Ketegangan kedua negara tidak hanya membuat pasar khawatir terhadap pasokan minyak dari Iran,, namun juga memunculkan risiko gangguan di jalur-jalur energi utama kawasan Teluk. tetap penting..

Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 187 K/10/MEM/2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin, ditambah lagi dengan Minyak Solar, formula harga menggunakan rata-rata harga publikasi Mean of Platts Singapore (MOPS) dengan satuan USD/barel…

Untuk proyeksi harga BBM per 1 Oktober 2026, periode acuannya adalah 25 Agustus sampai 24 September 2026..

Untuk BBM subsidi, harga Pertalite tetap berada di level Rp10.000 per liter, sementara Solar subsidi atau biosolar tetap Rp6.800 per liter..

Serangan terhadap East-West Pipeline milik Arab Saudi menjadi salah satu hal yang paling krusial dalam eskalasi ini..

Dua faktor ini akanย menjadi penentu dalam penyesuaian harga BBM non-subsidi..

Hal ini disebabkan oleh menjadi salah satu pintu utama perdagangan minyak dunia, akibatnya Jalur ini masih sangat penting..

Rata-rata harga WTI pada periode 25 Agustus sampai 24 September 2026 berada di level US$93,63 per barel, naik 13,73% dibandingkan periode acuan sebelumnya yang sebesar US$82,32 per barel..

Kenaikan rata-rata harga minyak dalam periode acuan tersebut tentu memberi tekanan cukup besar terhadap biaya impor minyak dalam negeri..

Di SPBU Pertamina wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.600 per liter dari sebelumnya Rp18.300 per liter..

Melansir data Refinitiv, rata-rata harga minyak Brent pada September 2026 berada di level US$102 per barel.

Namun, dari sisi nilai tukar, tekanan tersebut sedikit tertahan.

Pergerakan harga minyak dunia di sepanjang September 2026 masih dibayangi oleh risiko geopolitik. Di samping itu, gangguan pasokan dari Timur Tengah. juga perlu diperhatikan..

Oleh sebab itu, East-West Pipeline merupakan jalur strategis bagi Arab Saudi. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah menghubungkan wilayah timur penghasil minyak dengan pelabuhan Yanbu di Laut Merah..

Sebagai catatan, pemerintah menentukan harga BBM berdasarkan formulasi tertentu.

Hal ini disebabkan oleh konflik antara Amerika Serikat, ditambah lagi dengan Iran kembali membesar, akibatnya Harga minyak bergerak naik cukup tajam…

Sementara itu, Pertamax RON 92. Tak hanya itu, Pertamax Green 95 tidak mengalami perubahan harga. turut berperan penting..

Sementara itu, rupiah bergerak cukup berfluktuasi terhadap dolar AS sepanjang September 2026 dengan kecenderungan menguat..

Pada periode 25 Agustus sampai 24 September 2026, rata-rata harga Brent berada di level US$98,90 per barel.

Perkembangan terkait Harga BBM Non-Subsidi per 1 Oktober 2026 Bisa Naik, Ini Hitungannya! akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By