0 0
Read Time:4 Minute, 31 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Emas Masuk Pekan Kritis, Bersiaplah Hadapi Gejolak! yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Pada Agustus, ekonomi AS menciptakan 162.000 lapangan kerja baru, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1%.

Suku bunga tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Analis bullion menilai kombinasi faktor tersebut akan menguji sentimen pasar terhadap emas, terutama di tengah pekan perdagangan yang lebih pendek akibat libur..

Kondisi ini berpotensi mendongkrak dolar AS. Selain itu, imbal hasil obligasi, sekaligus menekan emas…

Proyeksi tersebut didukung potensi mere, ditambah lagi dengan ya imbal hasil riil obligasi AS dan penguatan dolar AS, yang selama ini menjadi tekanan bagi emas…

Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada apakah data ekonomi AS memperkuat atau justru meredam ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed..

Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas diperkirakan masih tertekan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) sekaligus penguatan dolar AS pada pekan ini..

Jika harga mampu bertahan, koreksi berpotensi kehilangan momentum. Di samping itu, tren bullish jangka panjang masih dapat terjaga. juga perlu diperhatikan..

Pasar juga akan mencermati revisi tahunan data ekonomi AS yang dirilis bersamaan dengan laporan PCE..

Pada hari ini, Senin (28/9/026) pukul 06.30 WIB, harga perak anjlok 0,74% ke US$ 63,8 per troy ons..

Penguatan dolar AS. Tak hanya itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang menembus 5% menjadi pemberat harga emas. turut berperan penting..

ICICI Bank dalam laporan risetnya memperkirakan harga emas dapat mencapai US$4.600-US$5.000 per troy ons pada paruh pertama 2027..

Sejumlah data penting pekan ini juga bisa mengguncang harga emas..

Meski berpotensi terkonsolidasi pada level tinggi hingga akhir 2026, harga emas diproyeksikan kembali menguat pada semester I-2027..

Pasar akan mencermati data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS Agustus yang dijadwalkan rilis Rabu (30/9/2026)..

Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (25/9/2026) ada di posisi US$ 64,21 per troy ons.

Zona US$4.200-US$4.300 kini menjadi area pertahanan penting bagi pembeli..

Harga emas sempat melesat mendekati US.700 pada akhir Agustus, sebelum berbalik tajam. Di samping itu, jatuh di bawah US.300. juga perlu diperhatikan..

Sebaliknya, kemajuan diplomasi berpotensi mengurangi premi risiko geopolitik..

Namun, jika harga menembus zona tersebut secara meyakinkan, risiko penurunan lebih dalam akan meningkat, terutama jika dolar AS. Selain itu, imbal hasil obligasi terus menguat…

Pada hari ini, Senin (28/9/026) pukul 06.30 WIB, harga emas melemah 0,51% ke US$ 4264,6 per troy ons.

Jika inflasi PCE lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi pengetatan moneter lanjutan bisa menguat.

Inflasi CPI Agustus tercatat 3,4% secara tahunan, sementara inflasi inti mencapai 2,4%..

// .

Upah rata-rata per jam naik 0,3% secara bulanan, ditambah lagi dengan 3,1% secara tahunan…

Dengan data inflasi PCE sekaligus tenaga kerja AS yang dirilis dalam rentang beberapa hari, volatilitas emas berpotensi meningkat..

Permintaan fisik dari China juga berpotensi menahan penurunan harga.

Meski demikian, dalam tiga pekan terakhir, tekanan jual belum mampu mendorong harga turun lebih dalam.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (25/9/2026) ada di posisi US$ 4286,25 per troy ons.

Namun, permintaan tersebut belum tentu cukup untuk memicu reli besar selama kondisi moneter global masih ketat..

Kini, perhatian pasar tertuju pada data inflasi. Di samping itu, tenaga kerja AS yang akan menentukan arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) berikutnya. juga perlu diperhatikan..

Data tenaga kerja yang kuat dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan.

Laporan tenaga kerja nonpertanian (nonfarm payrolls) September yang dijadwalkan rilis 2 Oktober menjadi ujian berikutnya..

Inflasi AS masih berada di atas target The Fed sebesar 2%.

Sebaliknya, pelemahan pasar tenaga kerja berpotensi mengurangi tekanan bagi The Fed untuk kembali mengetatkan kebijakan..

Penguatan dolar AS. Di samping itu, kenaikan imbal hasil obligasi turut membuat emas kurang menarik. juga perlu diperhatikan..

The Fed juga memberi sinyal kemungkinan kenaikan lanjutan tahun ini..

Ketidakpastian geopolitik masih menjadi penopang permintaan emas sebagai aset lindung nilai atau safe haven..

Secara teknikal, kemampuan emas bertahan di zona US$4.200-US$4.300 menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya..

Koreksi emas terjadi setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00% pada 16 September 2026, kenaikan pertama sejak 2023.

// .

Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dapat meredakan tekanan terhadap imbal hasil sekaligus membuka ruang bagi pemulihan harga emas…

Ketegangan AS-Iran. Selain itu, potensi konflik baru dapat meningkatkan minat terhadap emas..

Namun, aksi beli di kisaran US$4.200-US$4.300 per troy ons menunjukkan tekanan jual mulai mereda..

Perkembangan terkait Harga Emas Masuk Pekan Kritis, Bersiaplah Hadapi Gejolak! akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By