Equity World Futures Surabaya – Pasar Keuangan – Harga emas dunia kembali melemah hingga menyentuh level sekitar US$4,253 per troy ounce pada perdagangan Senin (28/9). Penurunan ini membawa emas mendekati titik terendah dalam tujuh pekan terakhir akibat tekanan dari memanasnya tensi geopolitik AS-Iran serta ketakutan pasar terhadap lonjakan inflasi Amerika Serikat.
1. Buntut Kebuntuan Negosiasi AS-Iran dan Blokade Selat Hormuz
Tekanan terhadap logam mulia kian berat menyusul negosiasi yang menemui jalan buntu antara Serikat dengan Iran:
-
Penolakan proposal: Presiden AS Donald Trump secara tegas menolak usulan terbaru Iran terkait pembukaan kembali jalur perdagangan energi strategis di Selat Hormuz.
-
Risiko pasokan minyak: Iran tetap bertahan pada syarat-syarat tertentunya, yang memicu kekhawatiran berlanjutnya gangguan pasokan energi global.
-
Tingginya harga minyak: Ketidakpastian geopolitik ini menjaga harga minyak tetap melambung, yang pada akhirnya memicu risiko inflasi berkelanjutan.
2. Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Federal Reserve (The Fed)
Selain faktor geopolitik, emas kian tertekan oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve masih akan mempertahankan kebijakan moneter ketat:
-
Ketahanan ekonomi AS: Laporan terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi dan pasar tenaga kerja AS masih sangat solid.
-
Ancaman inflasi: Sejumlah pejabat The Fed mengisyaratkan bahwa opsi kenaikan suku bunga lanjutan tetap terbuka lebar demi menekan laju inflasi.
-
Dampak ke emas: Suku bunga yang tinggi cenderung memperkuat dolar AS dan imbal hasil (yield) obligasi, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset).
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
