0 0
Read Time:5 Minute, 1 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga CPO Merosot, Kabar Baik dari India Tak Mampu Jadi Penopang yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Selain itu, selisih harga minyak sawit terhadap minyak kedelai, ditambah lagi dengan minyak bunga matahari semakin menyempit, sehingga berdampak pada pembeli India memiliki insentif lebih besar untuk beralih ke minyak nabati alternatif. …

// .

Kekhawatiran terhadap meningkatnya stok di Malaysia di tengah produksi yang naik, ditambah lagi dengan ekspor yang melemah menjadi tekanan utama bagi harga CPO…

The Edge Malaysia memperkirakan pembelian India akan melambat setelah negara tersebut melakukan pembelian agresif pada Agustus sekaligus September..

Sekitar 61% wilayah Indonesia diperkirakan mengalami keterlambatan musim hujan, sementara El Niño diperkirakan masih memberikan dampak kuat hingga kuartal I-2027.

Reuters juga mencatat stok bulanan Malaysia hanya lima kali menembus 3 juta ton..

Harga minyak turun ketika pasar mempertimbangkan peluang gencatan senjata AS-Iran di tengah kekhawatiran serangan Houthi terhadap Arab Saudi.

Tarif minyak sawit olahan juga diturunkan menjadi 27,5% dari 32,5%.

Namun demikian,, dampaknya terhadap produksi belum terlihat signifikan terjadi. tetap menjadi kenyataan meskipun Penyebab utamanya adalah perubahan cuaca biasanya membutuhkan waktu sebelum memengaruhi produktivitas tanaman sawit, sehingga berdampak pada…

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) kembali tertekan pada akhir perdagangan pekan ini.

Secara teori, penurunan tarif membuat biaya impor CPO lebih murah. Selain itu, berpotensi mendorong permintaan..

Tekanan utama datang dari kekhawatiran meningkatnya persediaan minyak sawit Malaysia.

Pada Jumat, harga soyoil di Chicago Board of Trade turun 1,13%.

Harga tersebut anjlok 2,10% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya sebesar MYR4.772 per ton..

Pelaku industri memperkirakan dampaknya dapat mulai terlihat lebih jelas pada pertengahan 2027..

Penurunan tajam terjadi setelah harga CPO sempat menembus MYR5.000 per ton pada Agustus.

Pelemahan terutama terlihat dari sejumlah pasar utama.

Pada saat yang sama, permintaan ekspor justru melemah.

Malaysia telah menerima curah hujan di bawah normal akibat El Niño.

Kebijakan tersebut mulai berlaku pada 24 September sekaligus ditujukan untuk menekan harga minyak nabati domestik. ..

Pelemahan minyak mentah membuat CPO relatif kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel..

Berdasarkan data Refinitiv, harga CPO kontrak acuan ditutup di posisi 4.672 ringgit Malaysia (MYR) per ton pada Jumat (25/9/2026).

Kombinasi produksi yang masih tinggi. Selain itu, ekspor yang melemah membuat persediaan berpotensi kembali meningkat..

Meski sentimen jangka pendek masih cenderung menekan harga, risiko El Niño dapat menjadi faktor penopang CPO dalam jangka menengah..

Ba. Tak hanya itu, meteorologi memperkirakan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia baru dimulai pada awal November, lebih lambat dibandingkan proyeksi sebelumnya pada Oktober turut berperan penting..

Pelaku industri memperkirakan stok Malaysia dapat menembus 3 juta ton pada akhir September, dari 2,82 juta ton pada Agustus yang sudah merupakan level tertinggi dalam delapan bulan.

MBSB Investment Bank juga masih mempertahankan proyeksi rata-rata harga CPO 2026 sebesar MYR4.400 per ton.

Pemerintah India memangkas bea masuk dasar (basic customs duty) CPO menjadi 5% dari sebelumnya 10%.

Bahkan, Kepala Riset Sunvin Group Anilkumar Bagani memperkirakan stok dapat melampaui 3,1 juta ton pada akhir September apabila produksi yang lebih tinggi dari perkiraan berlanjut bersamaan dengan lemahnya ekspor..

Ekspor ke India. Selain itu, kawasan anak benua justru naik tipis menjadi 199.630 ton dari 193.620 ton…

Harga CPO telah merosot 4,61% dibandingkan penutupan Jumat sebelumnya (18/9/2026) sebesar MYR4.898 per ton.

Tekanan tambahan datang dari minyak nabati pesaing.

Namun, sentimen tersebut belum cukup mengimbangi kekhawatiran pasar terhadap tingginya persediaan..

India merupakan importir minyak nabati terbesar dunia sekaligus mengandalkan impor untuk sekitar dua pertiga kebutuhannya. ..

Berdasarkan data Refinitiv, harga CPO sempat mencapai MYR5.018 per ton pada 21 Agustus 2026, sebelum berbalik turun hingga ke posisi saat ini..

Ekspor ke Uni Eropa turun menjadi 184.372 ton dari 284.061 ton, sementara pengiriman ke China turun menjadi 55.000 ton dari 94.800 ton.

Produksi CPO Malaysia masih meningkat secara bulanan pada September meskipun negara produsen terbesar kedua dunia tersebut mulai menghadapi curah hujan di bawah normal akibat El Niño. .

Bank investasi tersebut menilai kondisi kering yang berkelanjutan berpotensi menekan produktivitas tan, ditambah lagi dengan buah segar dan memperketat pasokan CPO pada 2027. ..

Hal ini disebabkan oleh komoditas tersebut saling bersaing di pasar minyak nabati global., akibatnya Pergerakan CPO kerap mengikuti minyak nabati lainnya..

Seorang analis minyak sawit memperkirakan produksi sawit Indonesia pada 2027 berpotensi turun sekitar 2%-8% akibat kekeringan tahun ini. .

Dari sisi permintaan, terdapat katalis positif setelah India memangkas bea masuk minyak nabati menjelang musim festival.

Harga minyak mentah dunia yang melemah juga menjadi tekanan.

Dalam jangka pendek, kenaikan produksi, lonjakan stok Malaysia, lemahnya ekspor,. Di samping itu, penurunan harga minyak nabati pesaing masih menjadi tekanan juga perlu diperhatikan..

Secara mingguan, tekanan bahkan lebih dalam.

Sementara dalam jangka menengah, risiko penurunan produksi akibat El Niño berpotensi kembali memperketat pasokan. Selain itu, menjadi penopang harga…

Data Intertek Testing Services (ITS) menunjukkan ekspor produk minyak sawit Malaysia sepanjang 1-25 September turun 15,1% menjadi 887.557 ton, dari 1,05 juta ton pada periode yang sama bulan sebelumnya..

Posisi tersebut juga menjadi level penutupan terendah dalam lebih dari tujuh pekan..

Dengan demikian, sentimen CPO saat ini terbagi dua.

Perkembangan terkait Harga CPO Merosot, Kabar Baik dari India Tak Mampu Jadi Penopang akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By