Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Emas Bangkit 0,73%, Tapi Masih Dibayangi Keputusan The Fed yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
“Pergerakan harga menunjukkan emas mulai menemukan titik terendah jangka pendek setelah penurunan terakhir,” kata pedagang logam independen Tai Wong, dikutip dari Reuters..
Dua analis atau 14% memproyeksikan harga turun, sementara tiga analis atau 21% memperkirakan harga bergerak mendatar..
Optimisme juga masih terlihat di kalangan investor ritel.
Harga kontrak berjangka suku bunga menunjukkan pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 87% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada rapat FOMC 15-16 September 2026.
Pembelian pada harga rendah mulai dilakukan pelaku pasar. Di samping itu, membantu emas menjauh dari posisi terendahnya pekan ini. juga perlu diperhatikan..
Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas dunia bangkit pada perdagangan terakhir pekan ini setelah sempat tertekan dalam beberapa hari terakhir.
Peluang tersebut meningkat dari 67% sebelum data inflasi AS dirilis..
Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS naik 0,4% secara bulanan pada Agustus 2026, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,1% pada Juli..
Meski menguat pada akhir pekan, harga emas masih melemah 1,82% secara mingguan.
// .
Marc Chandler, Managing Director Bannockburn Global Forex, memperkirakan harga emas berpeluang menguat menjelang rapat The Fed dengan sasaran teknikal di kisaran US$4.460-US$4.510 per troy ons..
Kondisi tersebut membuat ruang bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga semakin terbuka..
Hal ini disebabkan oleh pergerakan harga yang tajam membuat pembeli menahan transaksi, akibatnya Permintaan di India masih lesu..
Ketika suku bunga. Di samping itu, imbal hasil obligasi meningkat, investor memiliki lebih banyak pilihan aset yang menawarkan pendapatan tetap. juga perlu diperhatikan..
Secara tahunan, inflasi AS bertahan di level 3,4%.
Oleh sebab itu, Kenaikan suku bunga biasanya menjadi tekanan bagi emas terjadi. menjadi konsekuensi dari Penyebab utamanya adalah logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil,..
Sebaliknya, kenaikan suku bunga disertai pernyataan yang lebih agresif mengenai pengetatan lanjutan dapat kembali menekan harga emas..
Pergerakan harga emas pada pekan depan akan sangat ditentukan oleh keputusan suku bunga The Fed.
Ekspektasi tersebut semakin menguat setelah data inflasi konsumen AS yang diumumkan pada Jumat tadi malam menunjukkan tekanan harga yang masih tinggi..
Namun, sebagian besar ekspektasi tersebut sudah lebih dahulu tercermin dalam harga..
Tekanan terhadap emas sepanjang pekan ini terutama datang dari meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed)..
Kenaikan tersebut menjadi titik balik setelah harga emas mengalami tekanan tajam pada perdagangan sebelumnya.
Namun, kenaikan tersebut belum mampu menyelamatkan emas dari pelemahan selama tiga pekan beruntun..
Sebaliknya, permintaan investasi emas di China tetap kuat..
Namun, harga emas justru mampu berbalik menguat pada Jumat.
Hal ini disebabkan oleh keputusan tersebut berlawanan dengan ekspektasi mayoritas pelaku pasar., akibatnya Jika The Fed batal menaikkan suku bunga, harga emas berpeluang melonjak..
Permintaan emas fisik sepanjang pekan ini juga menunjukkan pergerakan yang beragan di dua negara konsumen terbesar dunia.
// .
Pelemahan tersebut membuat emas mencatatkan penurunan selama tiga pekan secara beruntun..
Dari 14 analis yang mengikuti survei, sembilan analis atau 64% memperkirakan harga emas naik pada pekan depan.
Dari 218 responden, sebanyak 53% memperkirakan emas menguat, 24% memproyeksikan pelemahan,, ditambah lagi dengan 23% memperkirakan harga bergerak sideways…
Survei mingguan Kitco menunjukkan sebagian besar analis Wall Street mulai memperkirakan harga emas akan kembali menguat..
Sementara inflasi inti, yang tidak memasukkan harga pangan. Selain itu, energi, tercatat sebesar 2,4% dan masih berada di atas target The Fed sebesar 2%…
Merujuk data Refinitiv, harga emas dunia pada perdagangan Jumat (11/9/2026) ditutup menguat 0,73% ke posisi US$4.347,31 per troy ons..
Pelaku pasar mulai melakukan pembelian setelah harganya turun tajam. Di samping itu, sempat mendekati US.300 per troy ons. juga perlu diperhatikan..
Kenaikan harga minyak sepanjang pekan ini juga turut meningkatkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi AS dapat bertahan lebih lama.
Namun, arah selanjutnya akan bergantung pada keputusan bank sentral AS.
Meski Pasar tidak hanya menunggu keputusan kenaikan suku bunga,, namun juga pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh mengenai arah kebijakan moneter berikutnya. tetap penting..
Menurut Wong, kenaikan emas terjadi ketika pelaku pasar sebenarnya semakin yakin bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pekan depan.
Perkembangan terkait Harga Emas Bangkit 0,73%, Tapi Masih Dibayangi Keputusan The Fed akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Harga Batu Bara Membara Lagi, Tersengat Harga Minyak
- Equityworld Futures Surabaya | Ojol akan Berstatus UMKM, Bakal Bebas Pajak hingga Akses KUR