0 0
Read Time:4 Minute, 0 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Rupiah Pimpin Asia Tendang Dolar AS, Ringgit Makin Jatuh yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Di sisi lain, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam di Asia pagi ini.

Eskalasi terjadi setelah kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan ke sejumlah kota di Arab Saudi.

Alasannya adalah data inflasi AS yang akan dirilis Jumat pekan ini akan menjadi salah satu penentu arah kebijakan bank sentral (The Federal Reserve/The Fed).. Akibatnya, Kondisi ini penting…

DXY masih berada di bawah level 99, seiring tekanan dari penguatan yen Jepang yang cukup tajam dalam beberapa hari terakhir..

Kenaikan harga minyak membuat pasar kembali mencermati risiko inflasi global.

Ketika yen menguat tajam, tekanan terhadap DXY ikut meningkat..

DXY tercatat menguat tipis 0,01% ke posisi 98,796..

Merujuk data Refinitiv per pukul 09.17 WIB, sebanyak delapan dari 10 mata uang Asia yang dipantau berhasil menguat terhadap dolar AS.

// .

Namun, arah yen ke depan masih akan sangat bergantung pada nada kebijakan Gubernur BOJ Kazuo Ueda..

Jakarta, Equityworld Futures –Β Mayoritas mata uang Asia bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (9/9/2026)..

Di sisi lain, dolar AS masih mendapat penahan dari kenaikan harga minyak, ditambah lagi dengan imbal hasil obligasi..

Won Korea Selatan. Di samping itu, dolar Singapura juga bergerak positif dengan penguatan 0,02%, masing-masing ke KRW 1.339,8/US$ dan SGD 1,264/US$. juga perlu diperhatikan..

Sementara itu, pasukan AS menyerang beberapa kapal tanker minyak Iran, ditambah lagi dengan Iran menargetkan pangkalan AS di Yordania…

Kenaikan tersebut mulai mengubah perhitungan dalam transaksi carry trade, yakni strategi meminjam yen dengan biaya rendah untuk ditempatkan pada aset atau mata uang lain yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi..

Dolar Taiwan juga naik 0,11% ke TWD 31,471/US$..

Pasar secara luas memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan 17-18 September mendatang.

Dong Vietnam menguat 0,05% ke VND 25.962/US$, sementara yuan China. Selain itu, baht Thailand sama-sama naik 0,03%, masing-masing ke CNY 6,7082/US$ dan THB 32,86/US$…

Sebab, yen merupakan salah satu komponen utama dalam perhitungan indeks dolar AS.

Meski “Untuk saat ini, harga minyak. Tak hanya itu, yield yang lebih tinggi dapat membantu membatasi pelemahan dolar AS,, namun kami menduga pergerakan yang lebih tegas membutuhkan konfirmasi dari data inflasi mendatang,” tulis OCBC, dikutip dari Reuters. turut berperan penting. tetap penting..

Mata uang Garuda terapresiasi 0,43% ke posisi Rp17.550/US$..

Yen Jepang menyusul dengan penguatan 0,23% ke JPY 153,6/US$.

Peso Filipina juga terkoreksi 0,07% ke posisi PHP 62,405/US$..

Namun, penguatan tersebut belum cukup untuk menunjukkan dolar AS benar-benar pulih.

Adapun dua mata uang lainnya masih berada di zona merah..

“Fair value untuk yen berada di kisaran 140-an menurut estimasi kami, sekaligus pergerakan lebih lanjut ke arah tersebut tidak sepenuhnya mengejutkan setelah sebelumnya terjadi pelemahan yen yang berlebihan,” ujar Aninda Mitra, head of Asia macro and investment strategy BNY Investments, dikutip dari Reuters…

Sorotan terhadap yen muncul setelah mata uang Jepang itu menguat sekitar 4% sepanjang September.

Dinamika dolar AS masih menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan mata uang Asia pagi ini.

Harga minyak Brent naik lebih dari 1,48% ke US$99,37 per barel setelah konflik di Timur Tengah kembali melebar..

OCBC menilai eskalasi terbaru di Timur Tengah membuat dampak harga energi terhadap kebijakan The Fed kembali menjadi perhatian, terutama setelah laporan tenaga kerja AS yang kuat pekan lalu menghidupkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga..

Penguatan yen didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ), potensi repatriasi. Selain itu, a investor Jepang dari luar negeri, serta tekanan dari Washington agar yen bergerak lebih kuat…

Rupiah memimpin penguatan mata uang Asia pagi ini.

Mata uang Jepang tersebut bergerak dekat level terkuat sejak Februari setelah sempat menyentuh JPY152,89/US$ pada perdagangan Selasa..

Perkembangan terkait Rupiah Pimpin Asia Tendang Dolar AS, Ringgit Makin Jatuh akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By