Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Asia Kebakaran: Rupiah – Ringgit Jatuh, 4 Negara Selamat yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Yen Jepang. Tak hanya itu, won Korea Selatan sama-sama menguat 0,04%, masing-masing ke posisi JPY 156,15/US$ dan KRW 1.343,67/US$. turut berperan penting..
Kekhawatiran terhadap utang AS yang terus membesar, ketidakpastian kebijakan, serta perubahan sentimen terhadap yen Jepang ikut menahan laju greenback..
Indeks dolar AS (DXY) pada waktu yang sama terpantau melemah 0,02% ke posisi 99,153..
Di sisi lain, peso Filipina menjadi mata uang dengan tekanan paling besar di pada perdagangan pagi ini.
Mata uang Jepang tersebut menguat pada awal pekan ini, melanjutkan kenaikan tajam pekan lalu setelah sempat melonjak lebih dari 2% terhadap dolar AS..
Sementara itu, pasar juga memperhitungkan peluang 75% bahwa Bank of Japan/BOJ akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 18 September..
Bank Sentral Eropa atau ECB diperkirakan hampir pasti menaikkan suku bunga menjadi 2,75% pada Kamis pekan ini.
Meski begitu, kenaikan suku bunga The Fed belum tentu membuat dolar AS kembali melesat tajam.
Pergerakan mata uang Asia pagi ini terjadi ditengah dinamika dolar AS.
Sebaliknya, angka yang lebih dingin akan memperkuat alasan untuk menahan suku bunga sekaligus membuat dolar AS rentan terhadap penyesuaian ekspektasi The Fed yang lebih dovish,” ujar Elias Haddad, global head of markets strategy BBH, dikutip dari Reuters…
// .
Data tersebut akan menjadi salah satu penentu penting sebelum The Fed menggelar rapat kebijakan bulan ini..
Dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia pagi ini.
Ringgit Malaysia turut terkoreksi 0,10% ke MYR 4,045/US$.
Pasalnya, bank sentral utama lain juga diperkirakan ikut mengetatkan kebijakan moneternya..
Greenback sulit mempertahankan penguatannya setelah data tenaga kerja AS yang kuat pada Jumat pekan lalu..
Pasar juga mencermati perkembangan inflasi AS yang akan dirilis Jumat pekan ini.
Ekspektasi tersebut meningkat setelah rilis data nonfarm payrolls AS yang lebih kuat dari perkiraan..
“Data CPI yang panas hampir pasti akan mengunci kenaikan suku bunga September. Di samping itu, menopang dolar AS yang lebih kuat juga perlu diperhatikan..
Baht Thailand menyusul dengan pelemahan 0,15% ke THB 32,93/US$, disusul rupiah yang melemah 0,11% ke posisi Rp17.659/US$..
Dolar Singapura turun 0,06% ke SGD 1,267/US$, sementara yuan China melemah tipis 0,02% ke CNY 6,712/US$..
Ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ ikut menopang yen Jepang.
Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia bergerak bervariasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini, Senin (7/9/2026). .
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, dari 10 mata uang Asia, terdapat empat mata uang yang berhasil menguat terhadap dolar AS.
Dolar AS masih berada dalam tekanan pada awal pekan, meski pasar kembali menaikkan ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).
Namun, dolar AS tetap sulit menguat lebih jauh.
Dolar Taiwan naik 0,09% ke posisi TWD 31,592/US$..
Sementara enam mata uang lainnya melemah..
Berdasarkan ekspektasi pasar melalui CME FedWatch, pelaku pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 57% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan ini.
Ekonomi AS menambah 162.000 pekerjaan pada Agustus, jauh di atas ekspektasi 56.000, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1%..
Peso melemah 0,25% ke posisi PHP 62,751/US$..
Dong Vietnam juga bergerak positif dengan penguatan tipis 0,01% ke VND 26.052/US$..
Perkembangan terkait Asia Kebakaran: Rupiah – Ringgit Jatuh, 4 Negara Selamat akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | PFII Bakal Tetap Pakai APBN, Untuk Apa?
- Equityworld Futures Surabaya | Negara Paling Boros Belanja Senjata, Tembus Puluhan Ribu Triliun