0 0
Read Time:3 Minute, 50 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Beda Nasib Mata Uang Asia: Won-Yen Perkasa, Rupiah Tertekan yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Dolar AS masih bergerak terbatas terhadap mata uang utama dunia.

Di sisi lain, peso Filipina menjadi mata uang dengan tekanan terdalam di Asia.

Oleh sebab itu, Imbal hasil obligasi global juga kembali naik. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah pasar mencermati dampak harga energi terhadap inflasi..

Pasar saat ini terus menimbang peluang respons yang lebih dovish dari The Federal Reserve/The Fed setelah sejumlah data ekonomi AS menunjukkan pelemahan..

Ekspektasi pasar untuk rapat September juga berubah.

“Inflasi yang jinak. Di samping itu, tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja AS membuat kenaikan suku bunga The Fed pada September sangat tidak mungkin pada titik ini,” tulis analis Scotiabank yang dipimpin Shaun Osborne, dikutip dari Reuters. juga perlu diperhatikan..

Eugene Epstein, head of structured products Moneycorp North America, menilai pergerakan dolar saat ini mencerminkan perubahan persepsi pasar terhadap arah The Fed..

Mata uang Garuda melemah 0,06% ke posisi Rp17.860/US$..

// .

Imbal hasil Treasury AS tenor 30 tahun bahkan naik ke level tertinggi sejak 2007, sementara harga minyak Brent bertahan di sekitar US$91,02 per barel..

Mulai dari pelemahan pasar tenaga kerja, data inflasi yang lebih jinak, hingga ekspektasi bahwa The Fed tidak akan terburu-buru kembali menaikkan suku bunga..

Dolar Taiwan juga bergerak positif dengan penguatan 0,12% ke TWD 31,888/US$, sementara dolar Singapura naik 0,05% ke SGD 1,277/US$..

Scotiabank juga menilai peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September semakin kecil..

Rupiah juga belum mampu lepas dari tekanan.

Yen Jepang menyusul dengan kenaikan 0,14% ke posisi JPY 159,4/US$.

“Level saat ini, khususnya pasangan mata uang berbasis dolar, mencerminkan kejutan dovish yang terlihat pada rapat The Fed terakhir atau setidaknya interpretasi pasar terhadap sikap dovish tersebut,” ujar Epstein, dikutip dari Reuters..

Sementara itu, yuan China. Selain itu, dong Vietnam terpantau stagnan di posisi CNY 6,742/US$ dan VND 26.174/US$…

Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia tampil tidak kompak pada perdagangan pagi ini, Rabu (19/8/2026).

Pergerakan mata uang Asia pagi ini masih dipengaruhi oleh dinamika dolar AS.

Dalam beberapa pekan terakhir, data ekonomi AS memberi sinyal perlambatan.

Peso melemah 0,17% ke posisi PHP 61,860/US$..

Indeks dolar AS atau DXY pada waktu yang sama terpantau melemah tipis 0,04% ke posisi 99,618..

Meski begitu, dolar AS belum sepenuhnya kehilangan tenaga.

Meski Dolar Amerika Serikat (AS) memang melemah tipis di pasar global,, namun respons mata uangΒ Asia masih beragam. tetap penting..

Menurut Eugene, Ketua The Fed Kevin Warsh sebelumnya terlihat cenderung hawkish menjelang keputusan suku bunga terakhir.

Di saat yang sama, empat mata uang melemah. Selain itu, dua lainnya stagnan…

Kondisi tersebut menjaga kekhawatiran terhadap pasokan energi sekaligus harga minyak…

Peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin kini berbalik menjadi peluang The Fed menahan suku bunga yang mendekati 70%, setelah sebelumnya pasar masih cukup kuat memperkirakan kenaikan..

Merujuk data Refinitiv per pukul 09.17 WIB, sebanyak empat dari 10 mata uang Asia yang dipantau menguat terhadap dolar AS.

Oleh sebab itu, Risiko inflasi masih menjadi perhatian.. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah konflik AS-Iran belum selesai, ditambah lagi dengan Selat Hormuz masih tertutup secara efektif..

Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia pagi ini.

Won menguat 0,49% ke posisi KRW 1.405,72/US$..

Namun, pasar kini tidak lagi membaca sikap tersebut sekuat sebelumnya, terutama setelah data inflasi. Tak hanya itu, tenaga kerja tidak menunjukkan tekanan yang besar. turut berperan penting..

Baht Thailand juga terkoreksi 0,15% ke THB 33,10/US$, disusul ringgit Malaysia yang melemah 0,10% ke MYR 4,060/US$..

Perkembangan terkait Beda Nasib Mata Uang Asia: Won-Yen Perkasa, Rupiah Tertekan akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By