Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Perak “Berontak”, Masih Bisa Terbang? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Ekspektasi terhadap suku bunga menjadi faktor utama yang menopang logam mulia.
// .
Kenaikan impor ini mencerminkan aktivitas pengolahan logam yang masih kuat di negara konsumen terbesar berbagai komoditas industri tersebut..
Contohnya, perak ikut berkurang. juga perlu diperhatikan. dapat dilihat pada Ketika pasar melihat ruang bagi Federal Reserve untuk melonggarkan kebijakan pada periode berikutnya, imbal hasil obligasi cenderung lebih terkendali. Di samping itu, tekanan terhadap aset tanpa kupon..
Trading Economics melaporkan konsumsi perak untuk panel surya, investasi jaringan listrik, serta pembangunan infrastruktur elektrifikasi masih berada dalam tren meningkat..
China menunjukan kebutuhan bahan baku terus bertambah.
Kinerja harga dalam beberapa bulan terakhir juga masih tergolong kuat, harga perak telah naik sekitar 12% dalam satu bulan terakhir sekaligus melonjak lebih dari 70% dibandingkan periode yang sama tahun lalu..
Kondisi tersebut mengurangi peluang bank sentral AS mengambil langkah pengetatan yang lebih agresif dalam waktu dekat..
Walaupun demikian, harga saat ini masih berada jauh di bawah rekor tertinggi US$121,64 per troy ons yang sempat tercapai pada Januari 2026..
Posisi tersebut naik tipis 0,26% dibandingkan sehari sebelumnya di US$64,46 per troy ons..
Merujuk data Refinitiv, harga perak di pasar spot pada perdagangan Jumat (14/8/2026) ditutup di US$64,62 per troy ons.
Dua agenda tersebut diperkirakan akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter menjelang akhir tahun..
Jika tekanan inflasi kembali meningkat, volatilitas di pasar logam mulia diperkirakan ikut bertambah..
Jakarta, Equityworld Futures- Harga perak menutup pekan ini dengan penguatan meski sempat berfluktuasi di tengah perubahan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).
Secara mingguan, perak masih mencatat kenaikan sekitar 1,7% dari posisi penutupan Jumat pekan sebelumnya di US$63,55 per troy ons.
Prospek jangka panjang masih memperoleh dukungan dari kombinasi permintaan industri. Tak hanya itu, ketidakpastian geopolitik turut berperan penting..
Selama sepekan, harga sempat menyentuh US,74 pada 10 Agustus sebelum terkoreksi. Selain itu, kembali stabil di kisaran US-65 per troy ons…
Pergerakan tersebut terjadi setelah pelaku pasar mencerna data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan.
Fokus pasar kini bergeser ke data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Selain itu, pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole pada akhir bulan..
Impor bijih yang mengandung perak ke China melonjak 62,5% secara tahunan pada Juni menjadi 219.000 ton.
Trading Economics mencatat tekanan inflasi pada Juli mulai mereda seiring menurunnya dampak lonjakan harga energi akibat konflik Iran.
Di luar faktor makroekonomi, fundamental perak masih ditopang oleh permintaan fisik dari sektor industri.
Ketegangan baru di Timur Tengah berpotensi kembali mendorong harga energi.
Perkembangan terkait Harga Perak “Berontak”, Masih Bisa Terbang? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Pertamina Minta Purbaya Bebaskan Pungutan Cukai Etanol
- Equity World Trillium Surabaya – Harga Emas Berpotensi Naik Imbas Amerika VS Iran Semakin Memanas