Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Emas Terpenjara, Benarkah Tak Bisa Naik ke Level US$ 4.500? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas, ditambah lagi dengan perak turun setelah investor mengambil keuntungan usai harga sempat naik ke level tertinggi dalam dua bulan..
Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Kamis (13/8/2026) ditutup di US$ 64,46.
Pada Jumat (14/8/2026) pukul 06.50 WIB, harga perak menanjak 0,3% ke US$ 64,62 per troy ons..
// .
Pelemahan ini terjadi setelah emas menyentuh rekor tertinggi dua bulan pada Rabu..
Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September hanya 35%, turun dari 40% setelah data PPI dirilis..
Kami sudah menyentuhnya dua kali, ditambah lagi dengan harga kembali anjlok dari level tersebut,” kata Bob Haberkorn, analis strategi pasar senior StoneX, dikutip dari Refinitiv…
Kini terlihat aksi ambil untung di sekitar rata-rata pergerakan 100 hari,” kata analis independen Tai Wong..
Data inflasi Amerika Serikat (AS) yang sesuai ekspektasi juga membuat harapan kenaikan suku bunga The Fed bulan depan mereda..
Analis independen Tai Wong mengatakan emas sebelumnya melonjak sekitar 9% dalam sepekan, didorong pembelian dari China. Di samping itu, investor ritel,. Akibatnya, aksi ambil untung mulai terjadi. juga perlu diperhatikan…
Indeks Harga Produsen (PPI) AS untuk Juli tidak mengalami perubahan alias 0% secara bulanan..
Angka tersebut lebih rendah dari ekspektasi ekonom yang disurvei Dow Jones, yang memperkirakan PPI naik 0,2%..
“US$4.500 merupakan level resistance besar bagi emas.
Data PPI yang lebih rendah dari perkiraan tersebut muncul sehari setelah rilis Indeks Harga Konsumen (CPI)..
Tidak termasuk harga pangan. Di samping itu, energi yang volatil, core PPI naik 0,2%, sedikit di bawah ekspektasi ekonom sebesar 0,3%. juga perlu diperhatikan..
Emas telah melonjak cukup kuat, sekitar 9% dalam sepekan, didorong pembelian dari investor China. Tak hanya itu, investor ritel turut berperan penting..
Suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung emas terjadi karena mengurangi biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil…
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Kamis (13/8/2026) ditutup di US$ 4350,16.
Penurunan harga barang mengimbangi kenaikan biaya jasa, menunjukkan tekanan inflasi masih berpotensi bertahan..
// .
Sebelumnya, data inflasi AS menunjukkan inflasi tahunan Juli mencapai 3,4%, turun dari 3,5% pada Juni, ditambah lagi dengan sesuai ekspektasi ekonom…
Pada Jumat (14/8/2026) pukul 06.50 WIB, harga emas menguat 0,22% ke US$ 4359,66 per troy ons.
Perkembangan terkait Harga Emas Terpenjara, Benarkah Tak Bisa Naik ke Level US$ 4.500? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Kurs Rp17.000/US$, Ini Penyebab dan Analisa Jatuhnya Rupiah | Equityworld Futures
- Gila! Harga Batu Bara Melonjak 17%, Tembus Rekor Tertinggi 14 Bulan | Equityworld Futures