0 0
Read Time:3 Minute, 44 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Beda Nasib Mata Uang Asia: Rupiah Paling Melemah, Won – Yen Terbang yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Pergerakan mata uang Asia pagi ini terjadi di tengah dolar AS yang masih cenderung bergerak terbatas.

// .

Karena itu, meski data CPI meredakan kekhawatiran pasar, arah dolar AS. Selain itu, mata uang Asia masih akan sangat bergantung pada perkembangan inflasi, harga energi, dan ekspektasi kebijakan The Fed kedepan…

Yuan berada di posisi CNY 6,743/US$, baht di THB 33,09/US$, sekaligus peso di PHP 61,210/US$…

Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia bergerak beragam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini, pasca pengumuman data inflasi AS yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) dalam waktu dekat..

Sementara itu, yuan China, baht Thailand,, ditambah lagi dengan peso Filipina terpantau stagnan..

Sementara tiga mata uang melemah. Di samping itu, tiga lainnya stagnan. juga perlu diperhatikan..

Sebelumnya, tekanan terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga juga datang dari data tenaga kerja AS.

Marc Chandler, chief market strategist Bannockburn Global Forex, menilai dolar AS mulai melemah setelah rilis CPI terjadi karena pasar sedikit menurunkan peluang kenaikan suku bunga The Fed…

Won menguat 0,22% ke posisi KRW 1.415/US$..

Indeks dolar AS (DXY) pada waktu yang sama terpantau naik tipis 0,04% ke posisi 99,974..

Harga minyak naik dalam perdagangan yang volatil setelah serangan terhadap dua kapal kembali memperkuat kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Dong Vietnam juga menguat 0,06% ke VND 26.034/US$, sementara yen Jepang naik tipis 0,02% ke JPY 159,39/US$..

Sementara itu, CPI inti naik 2,5% secara tahunan, melambat dari 2,6% pada Juni..

Di sisi lain, harga minyak masih menjadi perhatian.

Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia pada pagi ini.

Data tersebut meredakan kekhawatiran bahwa inflasi panas dapat kembali menghidupkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat..

Dalam 12 bulan hingga Juli, indeks harga konsumen atau CPI AS naik 3,4%, lebih rendah dibandingkan Juni yang naik 3,5%.

“Kita mendapatkan sedikit pelemahan dolar setelah CPI.

Dolar Taiwan menyusul dengan kenaikan 0,17% ke posisi TWD 32,162/US$.

Oleh sebab itu, pelaku pasar mulai meragukan peluang The Fed menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. menjadi konsekuensi dari Laporan pekerjaan menunjukkan pasar tenaga kerja melemah,..

Meski DXY pagi ini menguat tipis, tekanan terhadap dolar AS sempat muncul setelah data inflasi konsumen AS periode Juli sesuai dengan ekspektasi ekonom.

Fed funds futures kini memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada rapat 15-16 September sebesar 40%, turun dari 44% sebelum data CPI dirilis, ditambah lagi dengan 55% pada pekan sebelumnya…

Pembicaraan untuk mengakhiri perang Iran juga dilaporkan masih menemui jalan buntu..

Data inflasi yang lebih terkendali membuat pasar kembali memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September..

Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup melemah 0,20%, sekaligus menandai pelemahan dalam dua hari perdagangan beruntun..

Melansir data Refinitivย pada perdagangan Kamis (13/8/2026)ย pukul 09.12 WIB, dari 10 mata uang Asia, sebanyak empat mata uang menguat terhadap dolar AS.

Di sisi lain, rupiah menjadi mata uang dengan tekanan terdalam di Asia pagi ini..

Ringgit Malaysia juga terkoreksi 0,02% ke posisi MYR 4,084/US$, se. Di samping itu, gkan dolar Singapura turun tipis 0,01%. juga perlu diperhatikan..

Kenaikan harga minyak membuat risiko inflasi belum sepenuhnya hilang.

Mata uang Garuda melemah 0,08% ke posisi Rp17.880/US$.

Tampaknya pasar sedikit menurunkan peluang kenaikan suku bunga pada September,” ujar Chandler, dikutip dari Reuters..

Perkembangan terkait Beda Nasib Mata Uang Asia: Rupiah Paling Melemah, Won – Yen Terbang akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By