Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Dihadang Inflasi Amerika, Sanggupkah Harga Emas Terbang Tinggi Lagi? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Dolar AS yang melemah, ditambah lagi dengan imbal hasil riil AS yang lebih rendah akan menguntungkan emas..
Pelemahan ini berbanding terbalik dengan akhir pekan lalu.
Alasannya adalah kepercayaan pasar terhadap pengetatan kebijakan Federal Reserve mulai terkikis,” kata UBS dalam laporan prospek mingguan terbarunya, dikutip dari Refiintiv, sehingga berdampak pada “Penguatan dolar AS tampaknya mulai kehilangan momentum…
Kondisi tersebut menjadi angin segar bagi emas setelah menghadapi tekanan sepanjang musim semi hingga awal musim panas..
Namun, harga sang logam mulia menghadapi tantangan berat pekan ini menjelang data inflasi Amerika Serikat (AS)..
Analis UBS mengatakan sejumlah data ekonomi AS terbaru menunjukkan tekanan inflasi yang mereda. Tak hanya itu, pasar tenaga kerja yang semakin melemah turut berperan penting..
Pelemahan ini berbanding terbalik dengan akhir pekan lalu.
The Fed bisa mengambil sikap hawkish apabila data inflasi mendatang ternyata lebih tinggi dari perkiraan.
Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas melonjak pada akhir pekan lalu.
Pada hari ini, Senin (10/8/2026) pukul 07.05 WIB, harga perak ada di posisi US$ 63,51.
Namun, pemulihan terbaru membuat kembali terbuka peluang bagi emas untuk mencapai target UBS sebesar US$5.200 per troy ounce pada Juni 2027..
Sepanjang tahun ini saja, harga emas telah bergerak dalam rentang lebih dari US$1.600..
// .
Pada hari ini, Senin (10/8/2026) pukul 06.45 WIB, harga emas ada di posisi US$ 4340,68.
Pada Jumat (7/8/2026), harga perak emelsat 3,37% ke US$ 63,55 per troy ons..
Saat ini emas telah kembali berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari, ditambah lagi dengan 50 hari, meskipun masih berada di bawah tren 200 hari dan cukup jauh dari rekor Januari yang berada di atas US.590 per troy ounce…
Kenaikan pekan lalu membawa harga emas jauh meninggalkan level US$4.000 yang mendominasi perdagangan sepanjang sebagian besar Juli..
Risiko emas pekan ini datang dari data inflasi AS yang akan dirilis pada Rabu (12/8/2026).
Jalan menuju US$5.200 kemungkinan tidak akan mulus.
Menurut mereka, data yang akan datang juga belum terlihat cukup kuat untuk memaksa The Fed segera menaikkan suku bunga..
Data ini berkaitan erat dengan kebijakan The Fed ke depan.
Pada Jumat (7/8/2026), harga emas terbang 2,41% ke US$ 4341,71 per troy ons..
Pan. Tak hanya itu, gan makro UBS secara lebih luas menunjukkan bahwa ambang yang dibutuhkan untuk kembali mendorong penguatan dolar AS kini semakin tinggi. turut berperan penting..
Sementara itu, ketidakpastian mengenai arah kebijakan The Fed juga dapat kembali meningkatkan permintaan terhadap aset defensif..
Kondisi tersebut dapat membatasi pelemahan dolar AS yang menjadi salah satu penopang utama reli emas saat ini..
Oleh sebab itu, dolar. Selain itu, yield naik dan emas berisiko terkoreksi.. menjadi konsekuensi dari Jika inflasi justru lebih tinggi dari perkiraan, pasar dapat kembali mengantisipasi kebijakan The Fed yang lebih ketat..
Rebound harga emas juga mengubah gambaran teknikal dalam jangka pendek..
“Perpaduan antara data makro yang melemah, posisi pasar yang sudah cukup penuh, serta meningkatnya perdebatan mengenai indikator inflasi alternatif mengarah pada konsolidasi dolar AS lebih lanjut, bahkan berpotensi mengalami pelemahan,” kata UBS..
Dalam 12 bulan terakhir, harga emas masih mencatat kenaikan lebih dari 28%, meskipun sebelumnya mengalami koreksi tajam dari level tertingginya pada awal 2026..
// .
“Jika pembuat kebijakan semakin menekankan indikator-indikator tersebut, argumen untuk kembali menaikkan suku bunga menjadi jauh lebih lemah,” kata UBS..
Proyeksi UBS menunjukkan harga emas dapat mencapai US$5.200 pada Juni 2027..
Alasannya adalah pasar se. Selain itu, g mencermati peluang kebijakan The Fed setelah data tenaga kerja Juli melemah. sehingga berdampak pada Data inflasi AS Juli 2026 yang dirilis pekan ini akan menjadi penentu penting arah emas….
Analis UBS masih melihat ruang kenaikan yang cukup besar dalam setahun ke depan.
Jika inflasi lebih rendah dari perkiraan, terutama inflasi inti, ekspektasi penurunan tekanan suku bunga akan semakin kuat. Akibatnya, dolar. Selain itu, imbal hasil Treasury berpotensi turun dan emas berpeluang melanjutkan reli….
Perkembangan terkait Dihadang Inflasi Amerika, Sanggupkah Harga Emas Terbang Tinggi Lagi? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Kemenhub Siapkan 78 Ribu Kuota Mudik Gratis ke 34 Provinsi
- Equityworld Trillium Surabaya – Fokus Indikator Fata Inflasi AS