Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Beda Nasib Mata Uang Asia: Rupiah-Ringgit Perkasa, Yen – Won Jatuh yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
// .
Meski begitu, perhatian pasar pekan ini akan tertuju pada data inflasi AS.
Yuan China turut menguat tipis 0,03% ke posisi CNY 6,745/US$..
Penguatan tersebut membuat rupiah semakin menjauh dari level psikologis Rp18.000/US$..
Won melemah 0,60% ke posisi KRW 1.416,17/US$.
Dong Vietnam menyusul dengan kenaikan 0,19% ke posisi VND 26.154/US$.
Yen Jepang juga melemah 0,29% ke JPY 158,26/US$, se. Tak hanya itu, gkan dolar Singapura terkoreksi 0,09%. turut berperan penting..
Tekanan terhadap dolar AS muncul setelah data tenaga kerja AS pada Jumat pekan lalu menunjukkan ekonomi AS secara tak terduga kehilangan pekerjaan pada Juli.
Selain itu, penambahan pekerjaan untuk dua bulan sebelumnya juga direvisi jauh lebih rendah..
Kondisi ini terjadi seiring pelaku pasar menunggu data inflasi AS pekan ini untuk membaca arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed)..
Rodrigo Catril, senior FX strategist NAB, menilai The Fed kemungkinan masih akan menunggu perkembangan data sebelum mengambil langkah berikutnya..
Ringgit Malaysia. Tak hanya itu, dolar Taiwan sama-sama menguat 0,05% turut berperan penting..
Kondisi ini membuat tekanan dari greenback terhadap mata uang kawasan tidak sebesar pekan-pekan sebelumnya..
Mata uang Garuda menguat 0,36% ke posisi Rp17.820/US$.
Indeks dolar AS (DXY) pada pagi ini memang terpantau naik 0,14% ke posisi 99,679..
Baht Thailand juga menguat 0,12% ke THB 32,99/US$, disusul peso Filipina yang naik 0,07% ke PHP 60,781/US$..
Rupiah menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia pada pagi ini.
Penguatan mayoritas mata uang Asia pagi ini terjadi ketika dolar AS masih bergerak dekat level terendah dalam dua bulan.
Namun, posisi DXY masih berada di bawah level 100. Selain itu, bertahan dekat level terendah sejak awal Juni..
Data tersebut meredam ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September mendatang.
Geoff Yu, senior EMEA market strategist BNY, menilai sinyal pelemahan pasar tenaga kerja AS ikut menekan ekspektasi suku bunga riil. Selain itu, memperpanjang pelemahan dolar AS…
“Sinyal pasar tenaga kerja AS yang lebih lemah telah menurunkan ekspektasi suku bunga riil. Di samping itu, memperpanjang penurunan dolar AS,. Akan tetapi belum menjadi cerita pelonggaran yang jelas,” tulis Yu dalam catatannya, dikutip dari Reuters. juga perlu diperhatikan. tidak boleh diabaikan..
Selain inflasi, pelaku pasar juga akan mencermati data harga produsen sekaligus penjualan ritel AS yang dirilis pekan ini..
Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia mengawali perdagangan awal pekan dengan mayoritas menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Imbal hasil Treasury AS ikut turun setelah laporan tenaga kerja melemah, dengan yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di 4,637%..
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, tujuh dari 10 mata uang yang dipantau berhasil menguat terhadap dolar AS, sementara tiga lainnya melemah..
Konsensus memperkirakan inflasi inti AS naik 0,2% secara bulanan pada Juli, dengan laju tahunan diperkirakan menjadi 2,5%..
Pelemahan dolar AS dalam beberapa hari terakhir masih menjadi angin segar bagi mayoritas mata uang Asia, termasuk rupiah..
Pasar berjangka kini memangkas peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September menjadi sekitar 44%, turun dari 67% pada pekan sebelumnya..
Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam di Asia..
Seluruh data tersebut akan menjadi petunjuk tambahan mengenai arah inflasi. Di samping itu, kebijakan suku bunga AS. juga perlu diperhatikan..
“Meski ada banyak dinamika inflasi, The Fed untuk saat ini akan tetap menunggu, ditambah lagi dengan melihat bagaimana perkembangannya,” ujar Catril dalam sebuah podcast, dikutip dari Reuters…
Perkembangan terkait Beda Nasib Mata Uang Asia: Rupiah-Ringgit Perkasa, Yen – Won Jatuh akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Harga Emas UBS dan Galeri24 Selasa Pagi Ini | Equityworld Futures
- Equityworld Trillium Surabaya βΒ Optimisme Pemotongan Suku Bunga AS Dorong Keuntungan Lebih