Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mata Uang Asia Kompak Runtuhkan Dolar AS yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
// .
Kondisi itu membuat harga minyak tetap memperoleh dukungan..
Penguatan mata uang Asia pekan ini sejalan dengan dolar AS yang masih tertahan di zona merah.
Iran bersama Oman se. Tak hanya itu, g membahas aturan baru yang berpotensi membatasi kapal-kapal yang dianggap bermusuhan untuk melintas di jalur tersebut turut berperan penting..
Brent pun kembali bertahan di atas US$80 per barel setelah sempat turun di bawah level tersebut untuk pertama kalinya sejak 13 Juli.Meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan perang diyakini akan segera berakhir, pelaku pasar masih menunggu kepastian mengenai implementasi aturan pelayaran di Selat Hormuz.
Merujuk data Refinitiv dari pantauan terhadap 10 mata uang Asia, seluruhnya kompak menguat terhadap dolar AS. Penguatan paling tajam pagi ini dicatatkan won Korea Selatan yang melonjak 2,4% ke posisi KRW 1.407,48/US$. Baht Thailand menyusul dengan kenaikan 1,11% ke THB 33,03/US$..
Indeks dolar AS (DXY) pada pagi ini terpantau turun 0,38% ke posisi 99,539, yang artinya DXY masih berada di dekat level terendahnya dalam enam pekan.DXY kesulitan mencari arah terjadi karena pelaku pasar masih berhati-hati mencermati perkembangan kesepakatan AS-Iran serta menunggu data tenaga kerja AS pada akhir pekan.Saat ini pasar masih mencermati rencana kesepakatan antara Iran sekaligus Oman yang disebut dapat membantu mengakhiri konflik AS-Iran…
Posisi ini membuat rupiah semakin menjauh dari level psikologis Rp18.000/US$.Dong Vietnam menguat 0,33% yang diikut oleh dolar Singapura juga masing-masing terapresiasi 0,3% sekaligus yuan China naik 0,05%..
Empat sumber industri yang dikutip Reuters menyebut skema tersebut sulit diterapkan terjadi karena masih terbentur sanksi Amerika Serikat terhadap Iran serta klausul asuransi yang membatasi mekanisme pembayaran.Analis pasar utama KCM Trade, Tim Waterer, mengatakan pasar masih menyimpan keraguan terhadap efektivitas kesepakatan baru karena sebelumnya sudah ada upaya serupa yang hanya bertahan sementara..
Rancangan aturan itu bahkan memuat usulan denda hingga 20% dari nilai muatan bagi kapal yang melanggar.Selain itu, Iran mengusulkan pungutan sekitar 5%-7% dari nilai kargo bagi kapal yang melewati Selat Hormuz.
Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia kompak menguat sepanjang pekan ini didukung oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), termasuk rupiah..
Adapun, ringgit Malaysia. Selain itu, yen Jepang sama-sama melemah, masing-masing 0,23% dan 0,13%…
Oman dikabarkan mengusulkan tarif sekitar 3%, se. Di samping itu, gkan Amerika Serikat menginginkan lalu lintas tetap bebas tanpa pungutan. juga perlu diperhatikan..
Hal ini disebabkan oleh muncul harapan a. Di samping itu, ya solusi atas konflik yang berlangsung sejak akhir Februari, akibatnya Sementara Ray Attrill, head of FX strategy National Australia Bank, menilai pasar masih memilih menunggu kejelasan.”Pasar saat ini benar-benar berada dalam mode wait and see,” ujar Attrill dalam sebuah podcast, dikutip dari Reuters.Dia juga menilai volatilitas harga minyak yang sebelumnya menjadi penggerak utama pasar mulai mereda.”Kita tidak lagi melihat volatilitas pasar minyak yang selama beberapa hari dan pekan terakhir menjadi penggerak utama sebagian besar pasar,” kata Attrill.Di sisi lain, ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali bertambah setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim melancarkan serangan rudal dan drone ke posisi Saudi di wilayah Marib dan Hadramout pada Kamis.Sebelumnya harga minyak sempat tertekan pada awal pekan. juga perlu diperhatikan..
Rencana tersebut memicu keraguan pelaku pasar terhadap prospek normalisasi pengiriman minyak.
Namun, perkembangan terbaru membuat premi risiko geopolitik kembali masuk ke pasar.
Rupiah turut perkasa dalam melawan dolar AS.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz sudah dekat, meski pejabat AS menegaskan tidak akan menyetujui Iran mengendalikan akses ke jalur perdagangan energi paling penting dunia tersebut..
Dolar Taiwan juga bergerak solid dengan penguatan 0,19% ke posisi TWD 32,236/US$, se, ditambah lagi dengan gkan peso Filipina naik 0,64% ke PHP 60,823/US$..
Mata uang Garuda terapresiasi 0,58% ke posisi Rp17.855/US$.
Selama jalur strategis tersebut masih dibayangi ketidakpastian, volatilitas harga minyak diperkirakan tetap tinggi..
Perkembangan terkait Mata Uang Asia Kompak Runtuhkan Dolar AS akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Tingkat Stress Air di Timur Tengah Paling Parah di Dunia, Kuwait No.1 | Equityworld Futures
- Harga Emas Diprediksi Tembus Rp 3 Juta per Gram Pekan Depan | Equityworld Futures