Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Bangkit dari Kubur! Bisnis Furniture dan Alas Kaki Tumbuh Double Digit yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Perlambatan industri pengolahan terutama berasal dari industri batu bara, ditambah lagi dengan pengilangan migas…
Laju pertumbuhannya melonjak dari 6,39% yoy pada kuartal I-2026 menjadi 12,22% pada kuartal II-2026..
Meski melambat, industri pengolahan tetap menjadi lapangan usaha terbesar dalam struktur produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Namun, subsektor ini merupakan kategori gabungan dengan cakupan yang luas..
Kontraksi pada periode yang sama tahun sebelumnya terjadi ketika perang dagang Amerika Serikat menimbulkan ketidakpastian bagi eksportir furnitur Indonesia..
Berdasarkan Satu Data Perdagangan Kementerian Perdagangan, ekspor alas kaki dengan kode HS 64 mencapai US$3,29 miliar sepanjang Januari-Mei 2026, tumbuh 5,59% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya..
Industri kulit, barang dari kulit. Selain itu, alas kaki tumbuh 11,30% pada kuartal II-2026, meningkat dari 8,31% pada kuartal yang sama tahun sebelumnya…
Ekspor ke Belanda melonjak 52,42% menjadi US$413 juta.
Pertumbuhannya juga lebih tinggi dibandingkan industri pengolahan secara keseluruhan yang sebesar 4,52%..
Industri pengolahan secara keseluruhan tumbuh 4,52% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal II-2026.
Pertumbuhan yang sekaligus menjadi tertinggi dalam 7 tahun terakhir atau sejak kuartal I-2019 yang kala itu tumbuh hingga 12,89%. .
Kenaikan kedua indikator tersebut menunjukkan a sekaligus ya peningkatan kegiatan produksi, meskipun perubahannya tidak sebesar lonjakan yang terlihat pada data pertumbuhan tahunan…
Dalam Survei Kegiatan Dunia Usaha Kuartal II-2026, Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha furnitur meningkat dari minus 0,01% pada kuartal I-2026 menjadi 0,01%..
Angka yang lebih tinggi terakhir tercatat pada kuartal III-2025 sebesar 13,90%..
Industri pengolahan lainnya mencakup antara lain perhiasan, alat musik, peralatan olahraga, mainan, serta peralatan medis sekaligus kedokteran gigi..
Pemanfaatan kapasitas produksi industri furnitur juga naik dari 65,46% menjadi 66,13%.
Pertumbuhan tersebut menjadi yang tertinggi dalam 15 kuartal atau sejak kuartal III-2022 yang tumbuh sebesar 13,44%..
Industri furnitur mengalami perubahan yang paling tajam.
Pertumbuhan tersebut meningkat 7,50 poin persentase dibandingkan kuartal sebelumnya.
Amerika Serikat masih menjadi pasar terbesar dengan nilai ekspor sebesar US$1,18 miliar atau sekitar 35,8% dari keseluruhan ekspor alas kaki Indonesia.
// .
// .
Jakarta, Equityworld Futures – Di tengah perlambatan laju pertumbuhan industri pengolahan, industri pengolahan nonmigas justru mencatat kenaikan pada kuartal II-2026.
Dibandingkan kuartal II-2025 yang tumbuh 7,13%, terjadi percepatan sebesar 5,09 poin persentase..
// .
Data tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan dua digit industri kulit, ditambah lagi dengan alas kaki pada kuartal II-2026 berlangsung bersamaan dengan peningkatan permintaan dari sejumlah negara yang memang menjadi tujuan ekspor…
Kenaikannya mencapai 5,83 poin persentase hanya dalam satu kuartal.
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada industri pengolahan lainnya serta jasa reparasi. Tak hanya itu, pemasangan mesin turut berperan penting..
Sehingga, ketika produksi membaik pada 2026, basis pembanding yang rendah membuat persentase pertumbuhan tahunannya terlihat sangat tinggi..
Laju pertumbuhan tahunannya meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya..
Peningkatan produksi berlangsung bersamaan dengan menguatnya kinerja ekspor.
Dilansir dari data Ba, ditambah lagi dengan Pusat Statistik (BPS), angka tersebut melambat dari 5,04% pada kuartal I-2026 dan 5,68% pada kuartal II-2025…
Pada April 2025, Amerika Serikat mengumumkan tarif resiprokal terhadap banyak negara.
Kebijakan tersebut sangat berpengaruh bagi industri furnitur terjadi karena Amerika Serikat menyerap sekitar 54% ekspor furnitur. Di samping itu, kerajinan Indonesia. juga perlu diperhatikan..
Produk Indonesia saat itu terancam dikenai tarif tambahan sebesar 32%, meskipun penerapannya kemudian ditunda selama proses perundingan..
BPS kemudian menggabungkannya dengan jasa reparasi sekaligus pemasangan mesin…
Industri pengolahan lainnya serta jasa reparasi. Tak hanya itu, pemasangan mesin tumbuh 12,22% yoy, industri furnitur tumbuh 11,82%, sedangkan industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki tumbuh 11,30%. turut berperan penting..
Basis pembanding yang rendah atau low base effect menjadi salah satu penjelasan tingginya pertumbuhan industri furnitur pada kuartal II-2026.
Kontribusinya mencapai 18,50% terhadap PDB. Tak hanya itu, memberikan andil 0,90 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2026. turut berperan penting..
Pertumbuhan pada kuartal II-2026 juga menjadi yang tertinggi dalam tiga kuartal terakhir.
Himpunan Industri Mebel sekaligus Kerajinan Indonesia (HIMKI) ketika itu mencatat adanya penundaan pengiriman dan kekhawatiran pembeli akibat ketidakpastian tarif…
Di dalam industri pengolahan nonmigas, tiga subsektor bahkan mencatat pertumbuhan hingga dua digit.
Ekspor ke Jepang meningkat 1,47% menjadi US6 juta, se. Selain itu, gkan pengiriman ke Australia dan Italia masing-masing tumbuh 13,06% dan 10,73%…
Setelah tumbuh 4,32% yoy pada kuartal I-2026, lajunya melonjak menjadi 11,82% pada kuartal berikutnya.
Meski Ketiganya bukan hanya tumbuh tinggi secara tahunan,, namun juga mengalami percepatan dibandingkan kuartal sebelumnya. tetap penting..
Subsektor tersebut mengalami kontraksi 3,97% yoy pada kuartal II-2026, setelah masih tumbuh 3,88% pada kuartal sebelumnya..
// .
// .
Kenaikannya jauh lebih besar jika dibandingkan kuartal II-2025, ketika industri furnitur mengalami kontraksi 0,05%..
Pertumbuhan dua digit tersebut menunjukkan industri kulit, ditambah lagi dengan alas kaki mampu mempercepat produksi di atas kinerja tahun lalu. ..
Laju pertumbuhannya meningkat dari 5,14% yoy pada kuartal I-2026 menjadi 5,32% pada kuartal II-2026.
Meski memperoleh dorongan dari low base effect, data Bank Indonesia menunjukkan aktivitas industri furnitur memang membaik.
// .
Perkembangan terkait Bangkit dari Kubur! Bisnis Furniture dan Alas Kaki Tumbuh Double Digit akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Skema Demutualisasi BEI Bisa Private Placement atau IPO
- Equityworld Trillium Surabaya – Dolar Turun Ke Posisi Terendah 4 Bulan