0 0
Read Time:2 Minute, 43 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Batu Bara Melemah, India Jadi Biang Kerok? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Jakarta, Equityworld Futures – Harga batu bara melemah setelah harga minyak jatuh..

// .

Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup turun 5,% ke US$75,77 per barel.

Sementara minyak Brent, patokan internasional, merosot 5,26% ke US$79,36 per barel.

Namun, penguatan harga saat ini lebih ditopang oleh disiplin pasokan, sementara permintaan masih cenderung lemah, terutama dari India.

Di sisi lain, produksi batu bara dari tambang captive, ditambah lagi dengan komersial India melonjak 9,61% secara tahunan menjadi 14,78 juta ton pada Juli 2026..

Musim hujan yang menekan konsumsi energi industri juga membuat India belum mampu menjadi motor penggerak harga batu bara global..

Data Sxcoal menunjukkan stok batu bara di Pelabuhan Fangcheng mencapai 3,83 juta ton per 24 Juli, melonjak 29,3% dibanding bulan sebelumnya. Di samping itu, naik 23,1% secara tahunan. juga perlu diperhatikan..

Sementara itu, harga batu bara termal di pelabuhan-pelabuhan China utara menguat terbatas..

Permintaan impor batu bara India masih lesu di tengah melimpahnya pasokan domestik. Selain itu, tingginya stok pembangkit listrik..

Kenaikan produksi ini semakin mengurangi ketergantungan India pada impor sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional..

Harga batu bara melemah, utamanya dipicu anjloknya harga minyak..

Penyebab utamanya adalah kebutuhan musim panas sebagian besar sudah terpenuhi, ditambah lagi dengan mereka menunggu arah harga berikutnya., sehingga berdampak pada Utilitas listrik dan pembeli akhir memilih membeli seperlunya terjadi….

Harga batu bara termal di pelabuhan utama China utara naik ditopang pasokan domestik masih relatif ketat setelah inspeksi keselamatan tambang pascakecelakaan besar di Shanxi..

Secara keseluruhan, harga batu bara Asia mulai pulih dari koreksi tajam awal Juli.

Oleh sebab itu, Penguatannya tertahan. juga perlu diperhatikan. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah persediaan batu bara yang masih melimpah. Di samping itu, pembeli yang cenderung berhati-hati…

Pelemahan ini berbanding terbalik dengan penguatan 0,19% pada Senin..

Merujuk Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Selasa (4/8//2026) ditutup di posisi US$ 132,35 per ton atay jatuh 1,41%..

Penyebab utamanya adalah stok batu bara di sejumlah pelabuhan selatan China terus meningkat.,. Akibatnya, Meski demikian, kenaikan harga terbatas terjadi…

China tetap menjadi penopang utama stabilitas harga di kawasan..

Stok di Pelabuhan Guangzhou juga naik menjadi 3,39 juta ton, meningkat 6,1% dibanding bulan sebelumnya sekaligus 12,9% dibanding tahun lalu…

Perkembangan terkait Harga Batu Bara Melemah, India Jadi Biang Kerok? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By