Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Ladang Minyak Tua Menipis, PHR Andalkan Teknologi Kejar Produksi yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Jika berjalan sesuai rencana, injeksi pertama dari pengembangan CEOR area B akan mulai pada 2028.
Implementasi skala industri pertama dilakukan di Area A Lapangan Minas melalui first injection pada Desember 2025..
PHR saat ini bekerja sama. Selain itu, mempelajari praktik dari negara yang lebih matang, misalnya Amerika Serikat, Kanada, dan China….
Arifin mengatakan, strategi itu menjadi fondasi PHR dalam mendukung target ketahanan hingga swasembada energi nasional..
Di saat yang sama, PHR mulai membangun fondasi produksi jangka panjang melalui pengembangan migas nonkonvensional..
Yang menarik, bahan kimia tersebut dikembangkan peneliti Pertamina Hulu Rokan. Di samping itu, telah memperoleh paten. juga perlu diperhatikan..
Dalam wawancara dengan Equityworld Futures, Direktur Utama PHR Muhamad Arifin menjelaskan upaya tersebut difokuskan untuk menjaga produksi Lapangan Rokan yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung produksi minyak nasional..
Oleh sebab itu, membutuhkan pengeboran horizontal (directional drilling). Tak hanya itu, teknologi multistage hydraulic fracturing untuk membuka jalur aliran minyak. turut berperan penting. menjadi konsekuensi dari Sebaliknya, migas nonkonvensional berada di batuan berpermeabilitas sangat rendah..
Perusahaan mempercepat penerapan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR), mengembangkan migas non-konvensional (MNK), serta memperluas digitalisasi operasi di Wilayah Kerja Rokan..
Menurut Arifin, arah pengembangan PHR bertumpu pada tiga fokus utama, yakni menjaga baseline production dari lapangan eksisting, meningkatkan perolehan minyak melalui teknologi CEOR, serta menyiapkan sumber pertumbuhan baru lewat pengembangan migas nonkonvensional..
Bagi PHR, peningkatan produksi migas, efisiensi operasi, digitalisasi, hingga pengurangan emisi bergerak dalam satu arah yang sama, yakni menjaga Lapangan Rokan tetap menjadi tulang punggung produksi minyak nasional sambil membuka ruang pertumbuhan baru melalui migas nonkonvensional..
Sebagian besar teknologi, peralatan, hingga tenaga ahli masih berasal dari luar negeri.
Transformasi lain yang dilakukan PHR berada pada sisi operasional.
Apabila hasilnya sesuai harapan, perusahaan akan melanjutkan pengeboran sekitar delapan sumur demonstrasi pada 2027..
“Setelah kita injeksi pada Desember, alhamdulillah reaksi pertama dari sumur-sumur produksi mulai kita rasakan pada Juni 2026,” PHR menargetkan tambahan produksi 2.800 barel minyak per hari (BOPD) dari Area A pada akhir 2026..
Jakarta, Equityworld Futures- Lapangan minyak tua menjadi tantangan utama industri hulu migas Indonesia.
Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjadi salah satu perusahaan yang menempuh pendekatan tersebut.
Arifin memperkirakan lapangan MNK Rokan berpotensi menghasilkan sekitar 40.000-50.000 barel minyak per hari saat mencapai puncak produksi.
Langkah ini menjadi bagian dari target penurunan emisi karbon dioksida (CO₂) yang dijalankan Pertamina melalui implementasi aspek ESG..
Berbeda dengan metode produksi primer maupun sekunder, misalnya natural flow, pompa, atau water injection, CEOR menggunakan bahan kimia khusus untuk melepaskan minyak yang masih menempel di pori-pori batuan reservoir sehingga berdampak pada dapat ikut mengalir ke sumur produksi….
Meski demikian, tingkat TKDN operasi PHR saat ini sudah mencapai sekitar 65%.
Namun, tantangannya jauh lebih kompleks dibanding lapangan konvensional..
Pada reservoir konvensional, minyak relatif mudah mengalir setelah sumur dibor..
Gas tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai fuel gas untuk menghasilkan listrik yang digunakan dalam kegiatan operasional..
Karena itu, PHR mulai masuk ke fase tertiary recovery melalui penerapan CEOR..
Karakter lapangan tua secara alami akan mengalami penurunan laju alir minyak apabila tidak diimbangi teknologi pemulihan produksi yang lebih maju..
PHR menargetkan pengeboran sumur appraisal pertama dapat dilakukan pada Desember 2026, setelah memperoleh persetujuan pemerintah..
Salah satu teknologi yang digunakan adalah Vapor Recovery Unit (VRU) atau Gas Recovery Compression System..
Sejak 2021, fasilitas WAR Room telah berkembang menjadi Digital Innovation Center (DICE).
Gas yang sebelumnya dibakar melalui proses flaring kini dikompresi kembali ke dalam sistem produksi.
Fokus terbesar tetap berada di Lapangan Rokan yang sudah berproduksi puluhan tahun.
Tahapan berikutnya adalah pengeboran appraisal well untuk memastikan ukuran. Selain itu, karakter reservoir…
Di luar target produksi, PHR juga memasukkan pengurangan emisi sebagai bagian dari strategi operasional.
Oleh sebab itu, Sumur demonstrasi menjadi tahap penting terjadi. menjadi konsekuensi dari Penyebab utamanya adalah akan membuktikan efektivitas teknologi sebelum pengembangan dilakukan secara penuh.,..
Tahap berikutnya adalah pengembangan Area B.
Peningkatan produksi CEOR diproyeksikan mampu mencapai sekitar 70.000 barel per hari pada 2030..
Arifin menggambarkan DICE sebagai ruang kendali yang berfungsi layaknya kokpit pesawat.
Kondisi tersebut mendorong operator mengandalkan teknologi untuk mempertahankan produksi sekaligus membuka sumber pasokan baru..
Teknologi tersebut mampu meningkatkan produksi minyak hingga sekitar 20% dibandingkan metode sebelumnya..
Temuan tersebut menjadi salah satu penemuan migas nonkonvensional terbesar di Indonesia dalam sekitar satu dekade terakhir..
Produksi dari reservoir yang telah beroperasi puluhan tahun akan mengalami penurunan secara alami (natural decline), sementara target peningkatan lifting nasional tetap dikejar..
Digitalisasi tersebut mendukung pengawasan terhadap sekitar 44.000 pekerja yang beroperasi di wilayah kerja Rokan yang tersebar di tujuh kabupaten di Provinsi Riau..
Seluruh aktivitas operasi di wilayah kerja Rokan dapat dipantau dari satu lokasi, mulai dari pengeboran, produksi, distribusi, aktivitas flaring, CCTV lapangan, hingga sistem kontrol..
Arifin menjelaskan bahwa dua sumur eksplorasi pertama, yakni Gulamo, ditambah lagi dengan Kelok, berhasil mencatatkan penemuan sumber daya sekitar 740 juta barel setara minyak (barrel of oil equivalent/BOE)..
Saat terjadi gangguan produksi gas, sistem DICE memungkinkan tim incident management mengambil keputusan secara real time, sehingga berdampak pada risiko minyak mengeras. Di samping itu, menyumbat jaringan pipa dapat ditekan. juga perlu diperhatikan…
Oleh sebab itu, nilai tambah ekonomi semakin besar. menjadi konsekuensi dari Perusahaan berharap pengembangan MNK pada akhirnya juga mampu membentuk rantai pasok nasional..
Menurut Arifin, Indonesia juga masih menghadapi tantangan lain berupa belum terbentuknya ekosistem industri migas nonkonvensional..
Perkembangan terkait Ladang Minyak Tua Menipis, PHR Andalkan Teknologi Kejar Produksi akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Astra Agro Lestari Tebar Dividen Rp 458 per Saham | Equityworld Futures
- Equityworld Futures Surabaya | BNI Hadirkan O-Branch dan Ekosistem Pembayaran Digital di Jakarta Kreatif Festival 2026