Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait The Fed hingga China, Ini Sentimen yang Guncang Pasar Pekan Depan yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Agenda paling dinantikan pasar jatuh pada Kamis dini hari ketika Federal Reserve mengumumkan hasil rapat kebijakan moneternya..
Untuk Juni, inflasi inti diperkirakan melambat menjadi 0,1%.
Penyebab utamanya adalah China merupakan mitra dagang terbesar, sehingga berdampak pada Bagi Indonesia, hasil pertemuan Politbiro penting terjadi…
Di hari yang sama, pemerintah AS juga merilis estimasi awal pertumbuhan ekonomi kuartal II.
Nada pernyataan Warsh akan menjadi petunjuk penting apakah The Fed masih akan mempertahankan sikap ketat lebih lama atau mulai membuka ruang pelonggaran kebijakan pada sisa tahun ini..
Jika realisasi sesuai atau bahkan lebih tinggi dari proyeksi, hal itu memperkuat pan. Selain itu, gan bahwa aktivitas manufaktur AS tetap solid meski suku bunga masih berada di level tinggi…
Kebijakan stimulus yang lebih agresif berpotensi meningkatkan permintaan berbagai komoditas ekspor Indonesia, mulai dari batu bara, nikel hingga minyak sawit..
Sentimen global ditutup oleh dua data penting dari Asia, ditambah lagi dengan Eropa…
Kamis, Hari Terpenting Pekan Ini, Semua Mata Tertuju ke The Fed.
Jakarta, Equityworld Futures- Pasar keuangan global diperkirakan bergerak lebih dinamis pada pekan depan seiring padatnya agenda ekonomi dari Amerika Serikat, China,. Selain itu, Eropa…
Kombinasi pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat, ditambah lagi dengan inflasi yang belum kembali ke target dapat memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama…
China akan merilis PMI Manufaktur NBS periode Juli.
Pesanan non-defense capital goods excluding aircraft, yang kerap dijadikan indikator investasi korporasi, justru tumbuh 1,6% setelah bulan sebelumnya terkontraksi.
Pekan dibuka dengan dua agenda penting dari dua ekonomi terbesar dunia, yakni data durable goods orders Amerika Serikat, ditambah lagi dengan pertemuan Politburo China…
Pada Juni, indeks ini naik menjadi 50,3, menandai bulan ketiga berturut-turut sektor manufaktur berada di zona ekspansi..
Meski demikian, komponen yang mencerminkan belanja modal dunia usaha masih menunjukkan ketahanan.
Sebagai contoh, Indonesia. sering terjadi ketika Rangkaian agenda tersebut akan menjadi petunjuk baru mengenai arah suku bunga global, prospek pertumbuhan ekonomi, serta sentimen terhadap aset berisiko, termasuk di pasar negara berkembang..
Kondisi ini menunjukkan perusahaan-perusahaan AS masih agresif melakukan ekspansi, terutama investasi yang berkaitan dengan pembangunan pusat data (data center) sekaligus infrastruktur kecerdasan buatan (AI)…
Apabila realisasi kembali berada di atas perkiraan, peluang penurunan suku bunga berpotensi semakin mundur..
Indikator yang paling diperhatikan adalah Core PCE Price Index, ukuran inflasi favorit The Fed.
Pertemuan tersebut diperkirakan akan membahas langkah lanjutan untuk menopang konsumsi domestik, sektor properti, hingga dukungan terhadap industri manufaktur. Tak hanya itu, ekspor turut berperan penting..
Kelima faktor tersebut diperkirakan menjadi penentu utama pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi, harga komoditas, hingga arus modal ke pasar negara berkembang, misalnya Indonesia…
Ia menyebut inflasi yang tinggi selama lima tahun terakhir harus benar-benar dikembalikan menuju target, sembari menilai ekonomi Amerika masih berada dalam kondisi yang kuat..
Perhatian investor akan tertuju pada keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), data inflasi yang menjadi acuan utama The Federal Reserve (The Fed), hingga sinyal kebijakan ekonomi dari China..
Sebelumnya, Warsh menegaskan bahwa bank sentral masih menempatkan pengendalian inflasi sebagai prioritas utama.
Untuk Juni, Trading Economics memperkirakan durable goods orders kembali tumbuh 1,8%.
Beberapa jam setelah keputusan The Fed, pasar kembali menghadapi banjir data ekonomi Amerika..
Untuk kuartal II, pasar memperkirakan ekonomi mulai pulih dengan pertumbuhan 0,1% secara kuartalan. Di samping itu, 0,7% secara tahunan juga perlu diperhatikan..
Inflasi tahunan diperkirakan naik tipis menjadi 3,0% dari 2,8% pada Juni.
Sebelumnya, ekonomi kawasan euro tercatat mengalami kontraksi 0,2% secara kuartalan, menjadi penurunan pertama sejak 2022.
Pasar juga akan mencari sinyal mengenai tambahan stimulus fiskal maupun moneter setelah pemulihan ekonomi China masih berjalan tidak merata..
Secara tahunan, pertumbuhan melambat menjadi hanya 0,3%, jauh di bawah laju pada akhir 2025..
Secara keseluruhan, perhatian pasar global sepanjang pekan akan bertumpu pada kombinasi arah kebijakan The Fed, perkembangan inflasi AS, kesehatan ekonomi Amerika, prospek pemulihan China, serta laju ekonomi Eropa.
Menurut Warsh, konsumsi rumah tangga tetap tumbuh moderat, sektor manufaktur terus berekspansi, sementara investasi dunia usaha menjadi motor utama pertumbuhan, terutama pembangunan pusat data sekaligus tingginya permintaan perangkat keras maupun perangkat lunak berbasis AI..
Pada hari yang sama, investor juga menunggu hasil pertemuan Politbiro China, forum yang menjadi penentu arah kebijakan ekonomi Negeri Tirai Bambu pada semester kedua tahun ini..
Penurunan tersebut menjadi yang terdalam sejak Juni 2025 sekaligus terutama dipicu merosotnya permintaan pesawat komersial serta peralatan transportasi…
Mayoritas pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS kembali mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75%.
Perbaikan didukung meningkatnya pesanan baru serta ekspor produk-produk teknologi tinggi yang masih memperoleh manfaat dari booming investasi kecerdasan buatan.
Sementara itu, Zona Euro juga merilis estimasi awal pertumbuhan ekonomi kuartal II..
Untuk Juli, Trading Economics memperkirakan PMI kembali berada di 50,4, yang mengindikasikan aktivitas industri China masih bertahan di zona ekspansi..
Jika tekanan harga kembali meningkat, ruang bagi European Central Bank untuk melonggarkan kebijakan moneter dapat menjadi lebih terbatas..
Dari Eropa, investor menunggu inflasi kilat Juli.
Setelah ekonomi tumbuh 2,1% pada kuartal pertama, pertumbuhan diperkirakan meningkat menjadi 2,2%..
Pada Mei, inflasi inti PCE meningkat 0,3% secara bulanan, sama, misalnya April, sementara secara tahunan mencapai 3,4%, level tertinggi sejak Oktober 2023 sekaligus masih jauh di atas target bank sentral sebesar 2%….
Di sisi ketenagakerjaan, penciptaan lapangan kerja dinilai masih mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja dengan tingkat pengangguran yang tetap rendah..
Fokus investor bukan lagi pada keputusan suku bunga, melainkan pesan yang akan disampaikan Ketua The Fed Kevin Warsh dalam konferensi pers setelah rapat..
Pada Mei, indikator ini anjlok 4,5% secara bulanan, berbalik dari lonjakan 8,5% pada April.
Senin, Pesanan Barang Tahan Lama AS & Pertemuan Politbiro China.
Angka tersebut akan menjadi gambaran apakah ekonomi Eropa mulai keluar dari tekanan akibat mahalnya energi sekaligus lemahnya investasi…
Dari Amerika Serikat, pasar akan mencermati pesanan barang tahan lama (durable goods orders) periode Juni.
Perkembangan terkait The Fed hingga China, Ini Sentimen yang Guncang Pasar Pekan Depan akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Harga Emas Membeku, Bandar Tunggu Deadline Trump-Iran Hari Ini | Equityworld Futures
- Harga Emas Antam Naik Menjadi Rp 3.045.000 per Gram | Equityworld Futures