0 0
Read Time:6 Minute, 17 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Jepang Dibuat Pusing! Bunga Naik Tertinggi 31 Tahun, Yen Tetap Keok yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Program ini membuat uang lebih cepat masuk ke perekonomian riil..

Data inflasi terbaru ikut memperkuat keraguan tersebut.

Pada Maret 2024, bank sentral mengakhiri kebijakan yield curve control atau pengendalian imbal hasil obligasi yang sudah lama menjadi bagian dari kebijakan moneter Jepang..

Survei Reuters pada Juli juga menunjukkan hampir separuh perusahaan Jepang mulai merasakan dampak negatif kenaikan bunga, terutama melalui kenaikan biaya pinjaman sekaligus tertahannya rencana investasi…

Jepang menghabiskan sekitar 11,73 triliun yen pada periode 28 April hingga 27 Mei 2026 untuk masuk ke pasar valuta asing.

// .

// .

Ueda menilai kenaikan upah, harga energi,, ditambah lagi dengan biaya barang impor dapat menjaga inflasi bertahan di sekitar target BOJ sebesar 2%..

Kondisi ini membuat ruang BOJ untuk terus menaikkan suku bunga menjadi semakin kompleks.

Sejak saat itu, BOJ menaikkan suku bunga sebanyak lima kali, dari minus 0,1% menjadi 1%.

Namun, langkah tersebut belum mampu mengangkat performa yen terhadap dolar Amerika Serikat (AS)..

Sebagai contoh, ini dikenal sebagai carry trade. sering terjadi ketika Transaksi..

Namun, level 1% sebenarnya masih rendah bila dibandingkan dengan negara maju lain, terutama AS..

Nilai tukar yen juga bergantung pada kondisi ekonomi. Selain itu, kebijakan di negara lain, khususnya AS…

Pasar saham menguat, ekonomi mulai pulih,. Selain itu, inflasi akhirnya naik hingga 4%…

Pertumbuhan M2 Jepang sudah kembali ke sekitar 2,5%..

Mata uang Jepang sempat melemah hingga JPY162,83/US$ pada perdagangan intraday 1 Juli 2026, menjadi level terendah sejak 1986.

Meski Suku bunga mungkin sudah naik,, namun jumlah uang yang beredar. Selain itu, berputar di dalam perekonomian belum tumbuh cukup kuat untuk mendorong belanja, ekonomi, dan inflasi secara berkelanjutan.. tetap penting..

Pertumbuhan M2 yang rendah memang membantu menjelaskan lemahnya ekonomi domestik. Di samping itu, turunnya inflasi juga perlu diperhatikan..

Program tersebut memang memperbesar neraca bank sentral Jepang.

Ketiga angka tersebut sudah berada di bawah target inflasi BOJ sebesar 2%..

Namun, uang yang diciptakan bank sentral tidak seluruhnya mengalir menjadi kredit, belanja,. Di samping itu, investasi di sektor riil. juga perlu diperhatikan..

Selisih yang lebar membuat investor tetap tertarik meminjam yen dengan biaya murah, lalu menempatkan, ditambah lagi dengan anya pada aset dolar yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi..

Pan, ditambah lagi dengan gan tersebut menawarkan penjelasan berbeda mengenai kondisi Jepang..

Pertumbuhan M2 Jepang kemudian melonjak hingga mencapai 9,6% pada puncaknya.

Perekonomian AS juga dinilai lebih kuat, sementara konflik Timur Tengah sekaligus kenaikan harga energi mendorong investor mencari dolar…

BOJ ketika itu memberikan pinjaman berbunga 0% kepada perbankan, dengan syarat. Tak hanya itu, a tersebut kembali disalurkan kepada perusahaan turut berperan penting..

Meski bunga Jepang berada di posisi tertinggi dalam 31 tahun, bunga AS masih jauh lebih tinggi.

Namun, bila BOJ berhenti menaikkan bunga, selisih suku bunga dengan AS akan tetap lebar sekaligus tekanan terhadap yen bisa berlanjut…

Pemerintah Jepang sebenarnya sudah mencoba menahan pelemahan yen melalui intervensi..

Aliran uang ke perekonomian pun belum cukup kuat untuk menghasilkan kenaikan permintaan, ditambah lagi dengan inflasi yang tinggi dalam waktu lama…

Kenaikan harga energi juga menciptakan masalah lain.

Permintaan dolar bertambah. Selain itu, yen kembali tertekan…

Inflasi utama Jepang tercatat sebesar 1,5% secara tahunan pada Mei 2026..

Bank bisa memiliki banyak ca, ditambah lagi dengan gan di BOJ,. Akan tetapi jika kredit kepada rumah tangga dan perusahaan tidak tumbuh, dampaknya terhadap kegiatan ekonomi tetap terbatas.. tidak boleh diabaikan..

Data terbaru BOJ bahkan menunjukkan M2 hanya tumbuh 2,2% secara tahunan pada Juni 2026, melambat dari 2,4% pada Mei..

Menurut Hanke sekaligus Greenwood, periode tersebut menjadi bukti bahwa perubahan jumlah uang beredar memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan sekadar melihat tinggi atau rendahnya suku bunga…

Pada periode 2000 hingga menjelang pandemi Covid-19 pada 2020, pertumbuhan uang beredar luas atau M2 Jepang hanya mencapai rata-rata 2,6% per tahun..

Ketika harga minyak naik, perusahaan Jepang membutuhkan lebih banyak dolar untuk membayar impor.

Dalam kasus Jepang, bunga rendah selama bertahun-tahun justru berjalan bersamaan dengan pertumbuhan uang beredar yang lambat, aktivitas ekonomi yang lemah, serta inflasi yang sangat rendah..

Jakarta, Equityworld Futures – Bank of Japan (BOJ) sudah meninggalkan era bunga negatif. Di samping itu, menaikkan suku bunga hingga mencapai level tertinggi sejak 1995 juga perlu diperhatikan..

Namun, pergerakan yen tidak ditentukan oleh satu faktor saja..

Yen yang lemah membuat biaya impor semakin mahal, sementara mahalnya impor kembali memperlemah neraca perdagangan. Tak hanya itu, menambah kebutuhan dolar. turut berperan penting..

Hanke. Di samping itu, John Greenwood dalam kolomnya di Fortune menilai pasar terlalu terpaku pada suku bunga. juga perlu diperhatikan..

Pada periode yang sama, produk domestik bruto (PDB) nominal Jepang tumbuh rata-rata hanya 0,3% per tahun.

Masalahnya, laju pertumbuhan uang beredar sekarang kembali melambat.

Bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) masih menahan suku bunga pada kisaran 3,50%-3,75%.

Pertumbuhan sebesar itu masih jauh di bawah laju 9,6% yang tercatat pada masa pandemi.

Umumnya, kenaikan suku bunga seharusnya membuat aset berdenominasi yen menjadi lebih menarik, ditambah lagi dengan bisa membantu memperkuat yen..

Kini, Yen pun masih berada di posisi yang cukup lemah di JPY162,49/US$ pada penutupan perdagangan Senin (20/7/2026)..

Meski Intervensi dapat memperlambat pelemahan dalam jangka pendek,, namun sulit mengubah arah mata uang selama perbedaan bunga, arus modal,. Di samping itu, kebutuhan impor masih menekan yen. juga perlu diperhatikan. tetap penting..

// .

Kenaikan bunga yang terlalu cepat bisa menekan konsumsi, investasi,. Tak hanya itu, dunia usaha ketika inflasi justru sedang melambat. turut berperan penting..

Selisih bunga dengan Jepang masih mencapai sekitar 2,5-2,75 poin persentase..

Kenaikan terbaru diputuskan pada Juni 2026 melalui pemungutan suara 7-1..

Namun, dampaknya tidak bertahan lama. Selain itu, yen kembali menyentuh level terendah dalam 40 tahun…

“kebijakan moneter pada dasarnya adalah soal perubahan jumlah uang beredar, bukan suku bunga,” menurut mereka dikutip dari Fortune..

Inflasi inti yang tidak memasukkan harga makanan segar bahkan hanya mencapai 1,4%, se sekaligus gkan inflasi tanpa makanan segar dan energi berada di 1,8%…

Pertumbuhan ekonomi riil berada di sekitar 0,8%, sementara deflator PDB turun rata-rata 0,5% per tahun..

Atas dasar itu, normalisasi suku bunga dianggap perlu setelah Jepang menjalani kebijakan bunga sangat rendah selama puluhan tahun..

Kondisi itu tetap terjadi meskipun BOJ menjalankan pembelian aset besar-besaran melalui quantitative and qualitative easing (QQE)..

Kazuo Ueda mulai memimpin BOJ pada April 2023.

Selama keuntungan memegang dolar masih jauh lebih besar, kenaikan bunga BOJ ke 1% belum cukup untuk membalikkan arus sekaligus a tersebut…

Ada kekeliruan dalam anggapan bahwa suku bunga rendah selalu menandakan kebijakan moneter yang longgar..

Hal ini disebabkan oleh sangat bergantung pada impor energi., akibatnya Jepang menjadi semakin tertekan..

Perkembangan terkait Jepang Dibuat Pusing! Bunga Naik Tertinggi 31 Tahun, Yen Tetap Keok akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By