0 0
Read Time:3 Minute, 12 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Emas Makin Berat karena Kebanyakan Beban yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Di saat yang sama, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi..

Kabar ini mendorong kenaikan harga energi serta memperburuk prospek suku bunga AS..

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 0,4%, se sekaligus gkan indeks dolar AS menguat 0,2%, membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain…

Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Senin (20/7/2026) ditutup di posisi US$ 56,42 per troy ons.

Oleh sebab itu, “Perhatian pasar masih tertuju pada kenaikan harga energi terjadi. menjadi konsekuensi dari Penyebab utamanya adalah memanasnya kembali konflik di Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran bahwa data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan pekan lalu belum cukup untuk mencegah The Fed menaikkan suku bunga lagi tahun ini,” kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.,..

// .

Menurutnya, jika pan. Di samping itu, gan tersebut mulai diyakini pasar dalam satu hingga dua bulan ke depan, harga emas berpotensi mendapat dukungan sementara dolar AS justru tertekan. juga perlu diperhatikan..

// .

Meski demikian, Meger memperkirakan The Fed lebih memilih melakukan penyesuaian neraca dibandingkan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat..

Harga minyak mentah Brent turut menguat hingga sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu bulan..

Pernyataan itu memperkuat perdebatan menjelang rapat The Fed berikutnya..

Pada hari ini, Selasa (21/7/2026) pukul 06.44 WIB, harga perak stagnan sekaligus melemah 0,4% ke US$ 56,19 per troy ons..

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang 83% The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember, naik dari 73% sepekan sebelumnya..

Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas melemah seiring perkembangan konflik yang semakin memanas antara Amerika Serikat (AS). Selain itu, Iran..

Presiden Federal Reserve Cleveland Beth Hammack juga menegaskan bahwa suku bunga kemungkinan masih perlu dinaikkan untuk menekan inflasi yang tetap tinggi.

Meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang tinggi cenderung mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil tersebut..

Penguatan ini memperpanjang tren positfnya dengan menguat 1,6% dalam dua hari terakhir..

Pelemahan ini berbanding terbalik dengan lonjakan 1,18% pada Jumat pekan lalu..

Pada hari ini, Selasa (21/7/2026) pukul 06.37 WIB, harga emas stagnan. Tak hanya itu, hanya menguat 0,001%ke US$ 4007,04 per troy ons turut berperan penting..

Minyak mentah AS (WTI) ditutup naik 0,9% ke US$83,23 per barel, sementara minyak acuan global Brent menguat sekitar 1,3% menjadi US$89,22 per barel..

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Senin (20/7/2026) ditutup di posisi US$ 4006,99 per troy ons.

Garda Revolusi Iran menyatakan telah menyerang aset-aset militer AS di Timur Tengah setelah serangan udara terbaru AS ke sejumlah kota di Iran.

Kenaikan harga energi ini memicu kekhawatiran inflasi, ditambah lagi dengan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi lebih lama…

Perkembangan terkait Harga Emas Makin Berat karena Kebanyakan Beban akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By