Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Asia Beda Nasib: Rupiah-Won Melemah, Ringgit-Dolar Singapura Perkasa yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
“Kita harus menunggu. Tak hanya itu, melihat bagaimana perkembangannya turut berperan penting..
// .
Sementara itu, yuan China. Tak hanya itu, dolar Taiwan sama-sama naik tipis 0,02%, masing-masing ke posisi CNY 6,7652/US$ dan TWD 32,274/US$. turut berperan penting..
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat tipis 0,01% ke posisi 100,949 pada waktu yang sama.
Dong Vietnam turun 0,05% ke posisi VND 26.303/US$, disusul baht Thailand yang melemah 0,03% ke THB 33,63/US$.
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, dari 10 mata uang Asia yang terpantau, sebanyak enam mata uang melemah terhadap dolar AS, sementara empat lainnya menguat..
Dolar Singapura juga menguat 0,06% ke SGD 1,2905/US$.
Tekanan paling dalam pagi ini dialami won Korea Selatan yang melemah 0,25% ke posisi KRW 1.479,1/US$.
Semuanya masih sangat volatil,” ujar CatrilΒ dikutip dari Reuters..
Posisi tersebut memperlihatkan rupiah yang tengah berjuang untuk menjauhi level psikologis Rp18.000/US$..
Di sisi lain, harapan gencatan senjata masih memberi sedikit ruang lega bagi pelaku pasar..
Pasar masih bergerak hati-hati di tengah tarik-menarik sentimen dari Timur Tengah..
Yen Jepang juga turun tipis 0,01% ke posisi JPY 162,48/US$..
Namun, harapan de-eskalasi belum sepenuhnya hilang.
Peso Filipina juga terkoreksi 0,07% ke PHP 61,696/US$..
Rupiah masuk ke zona merah meski pelemahannya relatif tipis.
Pergerakan ini membuat dolar AS masih bertahan dekat level tertinggi dalam sepekan..
Harga minyak juga bergerak tajam, ditambah lagi dengan masih berada dekat level tertinggi enam pekan..
Kenaikan yield, ditambah lagi dengan kekhawatiran inflasi energi membuat dolar AS tetap memiliki pijakan..
Catril menambahkan, pasar masih perlu melihat perkembangan berikutnya, terutama apakah konflik akan kembali membesar atau justru mereda..
Rodrigo Catril, senior currency strategist National Australia Bank, menilai pasar masih berada dalam fase yang sangat rapuh..
Risiko inflasi juga kembali menjadi perhatian.
Di sisi lain, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia setelah naik 0,07% ke posisi MYR 4,087/US$..
Yield Treasury AS tenor 10 tahun masih berada di level tinggi, yakni 4,5937%.
Oleh sebab itu, Dolar AS bergerak stabil cenderung kuat. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah pasar masih dibayangi sinyal yang bercampur dari Timur Tengah..
Mata uang Garuda melemah 0,02% ke posisi Rp17.933/US$.
Alasannya adalah pelaku pasar menimbang apakah lonjakan harga minyak akibat meluasnya perang dengan Iran akan merembet ke harga konsumen. sehingga berdampak pada Imbal hasil obligasi pemerintah AS kembali bergerak naik…
Sementara itu, yield Treasury tenor 30 tahun juga masih kokoh di atas level 5%..
Teheran dilaporkan telah menerima proposal gencatan senjata 10 hari dari mediator..
Jakarta, Equityworld Futures – Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) cenderung terbelah pada perdagangan Selasa (21/7/2026).
Bagi mata uang Asia, kondisi ini membuat ruang penguatan tidak merata.Β .
Di satu sisi, konflik di kawasan tersebut kembali memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi.
“Ada harapan bahwa ketegangan sedikit mereda. Di samping itu, pada titik tertentu kita akan menekan tombol jeda juga perlu diperhatikan..
Langkah tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global..
Kondisi ini terjadi setelah kelompok Houthi Yaman yang berafiliasi dengan Iran menyatakan blokade laut terhadap Arab Saudi.
Kita perlu melihat apakah ini akan meningkat,” ujarnya..
Perkembangan terkait Asia Beda Nasib: Rupiah-Won Melemah, Ringgit-Dolar Singapura Perkasa akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Mendag Dorong Skema Barter Imbas Pelemahan Rupiah
- Utang Dunia Tembus Rekor Baru US$348 T, Ini Dia Biang Keroknya | Equityworld Futures