0 0
Read Time:3 Minute, 54 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Rupiah Paling Buruk se-Asia: Won, Yen hingga Ringgit Malah Perkasa yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Merujuk data Refinitiv, pada perdagangan Senin (20/7/2026),Β per pukul 09.15 WIB, dari 10 mata uang Asia, sebanyak enam mata uang menguat terhadap dolar AS, sementara empat lainnya melemah..

Rupiah menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam di Asia pada pagi ini.

Namun sayang, rupiah masuk menjadi mata uang dengan pelemahan paling besar.Β .

Dolar AS bergerak sedikit menguat terhadap mayoritas mata uang global pada awal perdagangan Asia.

Harga minyak Brent melonjak 3,3% ke US$90,97 per barel pada awal perdagangan Asia.

“Pasar FX relatif tenang, dengan dolar AS secara luas stabil, sementara dolar Australia melemah terhadap greenback sekaligus sebagian besar mata uang utama,” tulis analis Westpac dalam risetnya, dikutip dari Reuters…

Mata uang Garuda melemah 0,59% ke posisi Rp17.990/US$.

Berdasarkan CME FedWatch, fed funds futures memperhitungkan peluang 85,6% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga, naik dari 61,5% pada sebulan sebelumnya..

Selain rupiah, peso Filipina juga masuk zona merah setelah melemah 0,24% ke posisi PHP 61,694/US$.

Yuan China menguat 0,06% ke posisi CNY 6,771/US$, sementara yen Jepang. Di samping itu, dolar Singapura sama-sama naik 0,04%, masing-masing ke posisi JPY 162,33/US$ dan SGD 1,2907/US$. juga perlu diperhatikan..

Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack pada Jumat ikut menyuarakan pan. Di samping itu, gan bahwa suku bunga mungkin perlu naik untuk menekan inflasi yang masih persisten juga perlu diperhatikan..

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) terpantau stabil di posisi 100,765 pada waktu yang sama.

Meski tidak banyak bergerak pagi ini, dolar AS masih mendapat dukungan dari sentimen global yang belum sepenuhnya tenang..

“Sentimen pasar terus memburuk terjadi karena kekhawatiran terhadap valuasi semikonduktor menekan minat risiko, sementara ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Iran menangguhkan komitmennya dalam kesepakatan damai sementara,” tulis Westpac…

Pan, ditambah lagi dengan gan tersebut berpotensi membuat rapat The Fed berikutnya lebih panas, terutama pada pertemuan kedua Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed…

Westpac juga menyoroti tekanan dari saham teknologi, terutama terkait valuasi semikonduktor, yang ikut membebani minat investor terhadap aset berisiko..

Kenaikan harga minyak turut menjadi perhatian pasar.

Kenaikan ini terjadi setelah AS pada Minggu menyatakan telah memulai serangan malam kesembilan berturut-turut terhadap Iran, setelah sebelumnya mengumumkan sedikitnya dua personel militer AS tewas di Yor sekaligus ia…

Meski begitu, pasar saat ini masih memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan berikutnya pada 29 Juli.

Penguatan juga terlihat pada dong Vietnam. Di samping itu, ringgit Malaysia yang sama-sama naik 0,12% juga perlu diperhatikan..

Jika tekanan energi bertahan, pasar akan kembali mencermati peluang bank sentral global, termasuk bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), untuk mempertahankan kebijakan ketat lebih lama..

Won menguat 0,38% ke posisi KRW 1.481,9/US$..

Baht Thailand terkoreksi 0,12% ke THB 33,62/US$, sementara dolar Taiwan turun tipis 0,03% ke TWD 32,382/US$..

Hal ini terjadi setelah konflik di Timur Tengah kembali meningkat, harga minyak naik,. Di samping itu, kepercayaan investor masih rapuh setelah pasar mengalami tekanan pada pekan lalu. juga perlu diperhatikan..

Posisi tersebut membuat rupiah kembali sangat dekat dengan level psikologis Rp18.000/US$..

Harga minyak yang kembali naik membuat kekhawatiran inflasi kembali muncul.

Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang negara-negara Asia pagi ini mayoritas menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Namun, perdebatan di internal The Fed belum sepenuhnya reda.

Analis Westpac menilai pasar valuta asing masih relatif tenang,. Akan tetapi dolar AS tetap stabil di tengah memburuknya sentimen risiko. tidak boleh diabaikan..

Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia.

// .

Perkembangan terkait Rupiah Paling Buruk se-Asia: Won, Yen hingga Ringgit Malah Perkasa akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By