0 0
Read Time:5 Minute, 49 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Diincar 3 Musuh Besar, Bagaimana Prospek Harga Emas Pekan Ini? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Jakarta, Equityworld Futures – Prospek harga emas pada pekan ini masih dibayangi tekanan kuat..

// .

Secara teknikal, analis menilai tren emas masih cenderung melemah..

// .

Pelaku pasar masih mempertanyakan apakah perlambatan inflasi pada Juni hanya bersifat sementara atau menjadi awal tren penurunan inflasi yang lebih berkelanjutan..

Sebaliknya, jika gagal menembus level tersebut, perhatian pasar akan kembali tertuju pada support US$4.000.

Untuk saat ini, US$4.000 per ons troi masih menjadi garis pertahanan terpenting.

Oleh sebab itu, menekan harga emas. juga perlu diperhatikan. menjadi konsekuensi dari Lonjakan harga energi mendorong kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Di samping itu, memperkuat dolar AS,..

Selama inflasi belum kembali mendekati target 2% The Fed, bank sentral AS diperkirakan tetap mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral AS (The Fed) akan kembali mempertahankan kebijakan moneter ketat setelah konflik di Timur Tengah kembali memanas..

Oleh sebab itu, mengurangi minat beli. menjadi konsekuensi dari Dolar yang menguat membuat konversi pembelian emas pemegang mata uang lain lebih mahal..

Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan pekan lalu, Jumat (17/7/2026) ditutup di posisi US$ 55,9 per troy ons atau menguat 0,71%..

Data inflasi konsumen (CPI) sekaligus produsen (PPI) AS yang lebih rendah dari perkiraan sempat menjadi angin segar bagi emas…

Namun, penguatan itu tidak berlangsung lama.

Jika mampu menembus US$4.100, level resistensi berikutnya berada di US$4.136, disusul US$4.200 hingga US$4.275..

Berikut beberapa data yang perlu dicermati investor emas pekan ini:.

Kenaikan tajam harga minyak membuat fokus investor bergeser dari fungsi emas sebagai aset safe haven ke risiko inflasi.

Harga minyak brent bahkan kembali menembus US$ 90 per barel..

Bank sentral membeli emas sebagai bagian dari diversifikasi ca. Selain itu, gan devisa. Akibatnya, menjadi penopang harga dalam jangka panjang….

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan pekan lalu, Jumat (17/7/2026) ditutup di posisi US$ 4016,69 per troy ons atau melonjak 1,18%..

Menurut analisis tersebut, hanya ada dua faktor yang berpotensi mengembalikan momentum kenaikan emas yakni konflik di Timur Tengah mereda dalam waktu dekat serta potensi turunnya harga minyak..

Alasannya adalah logam mulia tidak menawarkan imbal hasil. sehingga berdampak pada Suku bunga tinggi menjadi sentimen negatif bagi emas…

Apabila level itu ditembus, harga emas berpotensi turun ke US$3.958 bahkan US$3.898..

Namun, jika harga emas terus melemah hingga menembus level penting, aksi jual diperkirakan bisa meningkat tajam..

Karena itu, pelemahan indeks S&P 500 kerap diikuti penurunan tajam harga emas..

Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga berdampak pada kenaikan imbal hasil US Treasury menekan permintaan…

Harga emas pun sempat menguat usai rilis data tersebut..

“Tekanan pada emas terjadi seiring dolar AS mulai bangkit setelah sebelumnya terpukul oleh dua kejutan data inflasi.

Indeks dolar pada pekan lalu ditutup menguat ke 100,763 dari 100,763 sementara imbal hasil US Treasury 10 tahun masih brtengegr di 5,5%..

Level US$4.000 kini menjadi benteng psikologis yang terus diuji pasar..

Emas kembali gagal menjauh dari level psikologis US$4.000 per ons troi, menandakan sentimen negatif masih mendominasi pasar..

China memperpanjang tren pembelian emas menjadi 20 bulan berturut-turut dengan tambahan hampir 15 ton sepanjang Juni 2026.

Secara teknikal, emas mulai menunjukkan tanda-tanda stabil setelah memantul dari US.958 sekaligus kini menguji area resistance di kisaran US.023-US.025…

Data tersebut membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Juli turun menjadi sekitar 10%, setelah sebelumnya sempat mendekati 50%.

Jika mampu menembus US$4.025, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju US$4.081, kemudian US$4.138, hingga US$4.200..

Tiga Musuh Emas Kenaikan harga emas masih menghadapi sejumlah ancaman; 1.

Artinya, harga emas sudah ambruk dua pekan beruntun..

Tekanan terhadap emas berpotensi bertambah apabila aksi jual di saham-saham teknologi Wall Street semakin meluas akibat kekhawatiran The Fed akan semakin agresif..

Pada hari ini, Senin (20/7/2026) harga perak melemah 0,13% ke US$ 555,83 per troy ons..

Dalam beberapa hari terakhir, emas kesulitan menembus kembali level US.100 per troy ons. Di samping itu, terus bergerak di bawah garis tren bearish,” tutur analis Fawad Razaqzada kepada Forex.com. juga perlu diperhatikan..

Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran sejumlah bank sentral di negara pengimpor minyak terpaksa menjual ca. Tak hanya itu, gan emas untuk menopang nilai tukar mata uangnya. turut berperan penting..

Dolar Amerika Serikat (AS) yang masih perkasa sekaligus imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang tetap tinggi menjadi dua faktor utama yang menekan emas…

Dari sudut pan, ditambah lagi dengan g analisis teknikal, prospek harga emas masih bearish..

Pada hari ini, Senin (20/7/2026) harga emas 0,59% ke US$ 3993,11 per troy ons..

Dalam kondisi pasar bergejolak, investor sering menjual emas untuk memenuhi kebutuhan likuiditas atau margin call atas posisi di pasar saham.

Tekanan terhadap emas juga datang dari lonjakan harga minyak.

Di sisi lain, lonjakan harga minyak, kenaikan yield obligasi AS, serta meningkatnya peluang kenaikan suku bunga The Fed terus menjadi tekanan utama..

Di satu sisi, pembelian bank sentral, inflasi AS yang melandai, sekaligus ketidakpastian geopolitik masih menjadi penopang jangka panjang..

Pembelian emas besar-besaran oleh bank sentral juga menjadi penyelamat emas.Β Meski investor jangka pendek mulai mengurangi kepemilikan emas, bank-bank sentral tetap aktif membeli..

Artinya, harga emas sudah ambruk dua pekan beruntun..

Analis menilai pelaku pasar spekulatif masih enggan membuka posisi jual dalam jumlah besar.

Dengan dolar AS yang tetap kuat, yield obligasi tinggi, serta risiko inflasi akibat kenaikan harga minyak, prospek jangka pendek emas masih berada di bawah tekanan.

Harga minyak brent. Selain itu, WTI melesat 8% lebih pada pekan lalu..

Memasuki pekan baru, harga emas berada di persimpangan dua sentimen besar.

Sementara itu, data World Gold Council menunjukkan bank sentral dunia secara bersih membeli 41 ton emas pada Mei..

Arah pergerakan emas selanjutnya akan lebih banyak ditentukan oleh pengaruh harga minyak terhadap ekspektasi inflasi. Di samping itu, kebijakan The Fed, dibandingkan semata-mata oleh perkembangan konflik geopolitik. juga perlu diperhatikan..

Perkembangan terkait Diincar 3 Musuh Besar, Bagaimana Prospek Harga Emas Pekan Ini? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By