Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait “Dihukum” Dunia, Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Ditinggal Turis yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Jumlah wisatawan internasional turun 71% dibandingkan 2019 setelah pecahnya perang pada Oktober 2023..
Hasilnya menunjukkan pusat pertumbuhan pariwisata mulai bergeser ke sejumlah negara di Timur Tengah, Afrika Utara,. Di samping itu, Amerika Selatan. juga perlu diperhatikan..
Perubahan itu tergambar dalam laporan OECD Tourism Trends and Policies 2026 yang membandingkan jumlah kedatangan wisatawan internasional pada 2025 dengan 2019.
Ketiganya telah melampaui capaian 2019, menandakan kawasan tersebut berhasil memulihkan sektor pariwisata lebih cepat dibanding banyak negara lain..
Beberapa negara Asia Pasifik juga belum sepenuhnya pulih.
Secara keseluruhan, data OECD menunjukkan pemulihan pariwisata global tidak berjalan seragam.
Sebagian besar destinasi di Eropa juga telah kembali ke level sebelum pandemi, meski laju pertumbuhannya tidak setinggi Timur Tengah maupun Afrika Utara..
Amerika Utara juga belum kembali ke level 2019.
Brasil mencatat kenaikan kunjungan wisatawan internasional sebesar 46%, Kolombia naik 45%, sementara Chile bertambah 33% dibandingkan sebelum pandemi..
Amerika Serikat mencatat penurunan 14% dalam jumlah wisatawan internasional, se. Selain itu, gkan Kanada turun 11%…
Maroko mencatat kenaikan 53%, disusul Mesir sebesar 47%..
Ketiga negara tersebut menjadi kelompok dengan pemulihan tercepat dalam data OECD.
Di sisi lain, sejumlah negara masih menghadapi tekanan besar terhadap sektor pariwisata..
Kenaikan itu sejalan dengan strategi Vision 2030 yang mendorong diversifikasi ekonomi melalui kemudahan visa wisata, perluasan kapasitas maskapai, hingga investasi besar pada destinasi budaya, ditambah lagi dengan hiburan…
Sejumlah negara justru mencatat lonjakan kunjungan wisatawan internasional jauh melampaui level sebelum pandemi, sementara destinasi lain masih tertinggal, bahkan kehilangan lebih dari separuh wisatawannya..
Saudi Arabia bukan satu-satunya negara yang menikmati lonjakan wisatawan.
Jakarta, CNBCΒ Indonesia – Lima tahun setelah pandemi Covid-19, peta pariwisata global belum kembali ke titik semula..
OECD mengaitkan kondisi tersebut dengan pembukaan perbatasan yang relatif lebih lambat dibanding kawasan lain..
Saudi Arabia menjadi negara dengan pertumbuhan wisatawan internasional tertinggi dalam data OECD.
Norwegia mencatat kenaikan 28%, Serbia 27%, Denmark 22%, Portugal 20%, Spanyol 16%,, ditambah lagi dengan Prancis 12%…
Jumlah kunjungan ke negara tersebut melonjak 67% dibandingkan 2019, jauh melampaui negara lain dalam daftar..
Sebagian negara berhasil memanfaatkan momentum pascapandemi untuk menarik lebih banyak wisatawan, sementara negara lain masih dibayangi dampak konflik maupun proses pemulihan yang berlangsung lebih lambat..
Thailand masih mencatat penurunan 17%, Selandia Baru turun 9%, Australia berkurang 6%, sementara Indonesia masih berada 4% di bawah level sebelum pandemi.
Hasil ini menunjukkan pertumbuhan pariwisata global kini semakin banyak ditopang kawasan Timur Tengah. Di samping itu, Afrika Utara, bukan hanya destinasi tradisional di Eropa. juga perlu diperhatikan..
Israel mencatat penurunan paling tajam dalam data OECD.
Jerman masih mencatat penurunan 6% dibandingkan 2019, Italia turun 5%, se, ditambah lagi dengan gkan Irlandia menjadi salah satu negara dengan penurunan terdalam di Eropa setelah jumlah wisatawan menyusut 32%…
// .
Perkembangan terkait “Dihukum” Dunia, Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Ditinggal Turis akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Danantara Wajibkan Pelni-ASDP Beli Kapal Buatan PT PAL Mulai Tahun Ini
- Rosan Buka Suara soal Pengalihan Izin Tambang Emas Martabe