0 0
Read Time:8 Minute, 11 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Trump Makin Buntu, Iran Masih Pegang ‘Kartu As’ Hormuz yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Sejak 7 Juli 2026, serangan balasan antara kedua pihak sudah berlangsung selama lima malam.

Pilihan lain bagi Trump adalah memperbesar skala serangan.

Pemerintah Iran mengklaim perang telah membuat kerugian hingga US$270 miliar atau setara Rp4.881,6 triliunΒ (asumsi kurs Rp18.080/US$).

Hasilnya memang sebuah kesepakatan sementara,. Akan tetapi kesepakatan itu sekarang justru mulai runtuh. tidak boleh diabaikan..

Contohnya,, tidak sempat menggelar pemungutan suara mengenai rencana itu sebelum memasuki masa libur musim panas. dapat dilihat pada Parlemen Jerman,..

Harga minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI juga naik ke US$80,12 per barel..

AS sudah mencabut pengecualian sanksi yang sebelumnya membuat Iran masih bisa menjual minyak.

Selama beberapa pekan terakhir, Angkatan Laut AS membantu mengawal kapal tanker yang melewati jalur selatan.

Teheran tidak tinggal diam. Tak hanya itu, meluncurkan rudal serta pesawat nirawak ke beberapa negara Arab. turut berperan penting..

Pilihan ketiga bagi Trump adalah meminta bantuan negara lain.

AS menilai Iran harus membersihkan ranjau, ditambah lagi dengan membuka kembali jalur pelayaran..

Jakarta, Equityworld Futures – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menemui jalan buntu dalam upayanya membuka Selat Hormuz..

Di sisi lain, sebagian besar minyak mentah yang sempat diekspor Iran pada pekan-pekan awal kesepakatan ternyata belum terjual.

Kini, sanksi sudah kembali diberlakukan. Selain itu, blokade dimulai lagi..

Masalahnya, kesepakatan itu kini justru terus dirusak oleh serangkaian serangan..

Perserikatan Bangsa-Bangsa juga mendorong perusahaan pelayaran untuk memakai rute tersebut..

Kesepakatan awal perdamaian dengan Iran yang diteken bulan lalu mulai goyah, sementara serangan kembali terjadi di salah satu jalur perdagangan energi terpenting dunia itu..

Penyebab utamanya adalah tekanan ekonomi, sehingga berdampak pada Saat itu, kedua pihak sama-sama menunggu siapa yang lebih dulu menyerah terjadi…

Kelompok yang lebih pragmatis melihat krisis ekonomi Iran sudah sangat dalam.

Masalahnya, pertempuran yang kembali pecah bisa membuat sejumlah negara berpikir dua kali untuk mengirim kapal perang.

Kerusakan itu terjadi ketika ekonominya sudah lebih dulu tertekan oleh sanksi selama bertahun-tahun sekaligus buruknya pengelolaan ekonomi…

Kebutuhan. Di samping itu, a menjadi salah satu alasan utama Iran mau menandatangani kesepakatan tersebut juga perlu diperhatikan..

Data Windward juga menunjukkan penurunan yang tajam.

Menurut perusahaan pemantau kapal Kpler, lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz sudah turun ke level terendah sejak 25 Mei 2026..

Namun, langkah itu tidak banyak membantu pembukaan Selat Hormuz terjadi karena Pulau Kharg berjarak lebih dari 600 kilometer dari selat…

Rencana pengamanan Selat Hormuz secara bersama-sama sebenarnya sudah disiapkan.

Masalahnya, tidak ada pilihan yang benar-benar mudah untuk mewujudkannya..

Dalam paragraf kelima, Iran disebut akan menyiapkan pengaturan agar kapal-kapal komersial bisa melintas dengan aman..

Kapal-kapal akhirnya harus mencari rute lain, baik ke arah utara melalui perairan Iran maupun ke arah selatan melalui perairan Oman..

Awalnya, pasar minyak tidak terlalu bereaksi terhadap kembali pecahnya pertempuran.

Teheran menilai jalur Oman bisa mengurangi kendalinya atas Selat Hormuz.

Menyerang infrastruktur penting Iran bisa memicu serangan balasan ke negara-negara Teluk. Tak hanya itu, berpotensi melanggar hukum perang turut berperan penting..

Sementara itu, rencana mengirim pasukan darat hampir pasti sulit mendapat dukungan di Washington..

Trump akhirnya kembali pada masalah yang sama, misalnya tiga bulan lalu..

// .

Masalahnya, lebih dari 300 serangan selama lima malam belum juga mengubah sikap Teheran.

Trump memang ingin Selat Hormuz kembali dibuka.

Meski ketegangan meningkat, AS. Di samping itu, Iran sejauh ini masih mencoba membatasi serangan juga perlu diperhatikan..

Iran juga tidak mendapat keuntungan ekonomi jika selat terus tertutup..

Inggris. Selain itu, Prancis bahkan bersedia bekerja sama dengan Oman untuk membersihkan ranjau disana…

Sementara itu, Iran menganggap kesepakatan tersebut juga memberinya hak untuk mengatur lalu lintas kapal..

Iran sebelumnya juga sudah menghadapi serangan AS, ditambah lagi dengan Israel yang jauh lebih besar selama enam pekan..

China memang sudah meminta Iran membuka kembali Selat Hormuz.

Karena itu, serangan terbatas yang dilakukan saat ini diperkirakan tidak akan banyak mengubah keadaan..

Namun, sebagian besar isi kesepakatan yang sebelumnya dibuat kini sudah tidak berjalan..

AS ingin menarik biaya dari kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz sebagai imbalan atas pengamanan yang diberikan.

Situasi ini sebenarnya juga merugikan Iran.

Karena itu, kendali atas Hormuz lebih berguna sebagai alat tawar untuk mendapatkan keuntungan nyata..

Pada akhirnya, baik AS maupun Iran sama-sama tidak memiliki jalan militer yang jelas untuk mencapai tujuan mereka.

Masalahnya, keberadaan ranjau membuat jalur tersebut berbahaya.

AS kemudian membalas dengan menyerang sejumlah sasaran militer di Iran.

Namun, keputusan akhirnya tetap berada di tangan pemilik kapal.

Iran juga tidak bisa begitu saja memungut biaya dari kapal-kapal yang melintasi selat pada masa damai tanpa persetujuan Oman..

Mengutip The Economist, Trump sebelumnya menyebut kesepakatan tersebut telah memenuhi seluruh tujuan AS.

Banyak rudal. Tak hanya itu, pesawat nirawak Iran memiliki jangkauan lebih dari 1.000 kilometer. turut berperan penting..

Perang di kawasan Teluk diharapkan berakhir. Di samping itu, Selat Hormuz bisa kembali dibuka untuk pelayaran. juga perlu diperhatikan..

Namun, sikap di dalam pemerintahan Iran kini tidak sepenuhnya satu suara..

Sementara itu, kelompok garis keras tetap ingin mempertahankan kendali atas Selat Hormuz..

Namun, langkah ini membawa risiko besar sekaligus tetap tidak menjamin Selat Hormuz akan kembali dibuka…

Kelompok garis keras di Teheran menilai melepas kendali atas Selat Hormuz akan membuat posisi tawar Iran melemah dalam konflik berikutnya..

Tidak ada jaminan serangan pada malam keenam, atau bahkan malam ke-60, akan membuat Iran berubah pikiran..

Kilang-kilang China justru memilih membeli minyak dari negara-negara Arab yang menawarkan harga lebih murah dibandingkan Iran..

Pada 13 Juli, Trump juga mengatakan akan kembali memblokade pengiriman kapal Iran..

Hanya 11 kapal yang melintasi Selat Hormuz pada 12 Juli, jauh lebih sedikit dibandingkan 36 kapal pada sepekan sebelumnya..

Insentif ekonomi belum berhasil membujuk Iran, sementara tekanan militer juga belum membuat Teheran membuka Selat Hormuz.

Namun, selama Iran masih memiliki rudal. Tak hanya itu, drone, Teheran tetap bisa menutup selat kapan saja turut berperan penting..

Jika Teheran kembali melancarkan serangan yang lebih besar ke negara-negara Teluk, Trump hanya akan punya dua pilihan, masuk ke perang besar atau mundur..

Iran kemudian menyatakan rute tersebut ditutup, se. Selain itu, gkan AS tetap mengatakan jalur itu masih bisa digunakan…

Lalu lintas kapal yang melewati Selat Hormuz pun turun tajam.

Namun, rencana itu kemudian dibatalkan pada 14 Juli..

Washington lebih banyak menyasar wilayah selatan Iran, se. Selain itu, gkan Teheran belum menyerang infrastruktur sipil di kawasan Teluk…

Kondisi ini akan membawa hubungan AS. Tak hanya itu, Iran kembali, misalnya pada awal April, saat gencatan senjata pertama kali diumumkan, hingga penandatanganan nota kesepahaman pada 17 Juni. turut berperan penting…

Bahkan jika AS berhasil menghancurkan seluruh peluncur rudal Iran di wilayah pesisir, Teheran masih bisa menyerang kapal dari daratan.

Namun, kekhawatiran mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir..

Pada 8 Juli, Trump kembali mengancam akan mengambil alih Pulau Kharg, lokasi terminal utama ekspor minyak Iran.

Iran sendiri memang se, ditambah lagi dengan g membutuhkan banyak uang..

Salah satu pemicunya adalah perbedaan tafsir antara AS, ditambah lagi dengan Iran terhadap isi memorandum of understanding atau nota kesepahaman yang telah mereka buat…

Namun, dukungan yang benar-benar nyata juga tidak mudah didapat..

Kemampuan angkatan laut mereka pun dinilai belum cukup kuat..

Konflik terbaru ini bermula ketika Iran menyerang tiga kapal di Selat Hormuz..

Namun, belum sampai satu bulan, pertempuran kembali pecah.

Namun, sejauh ini Beijing baru sebatas menyampaikan desakan, ditambah lagi dengan belum mengambil langkah lebih jauh…

Pilihan yang terlihat lebih aman adalah kembali memberlakukan blokade.

Masalahnya, belum tentu Iran mau menerima blokade untuk kedua kalinya.

Saat nota kesepahaman diteken, Trump berharap janji pelonggaran sanksi bisa mendorong Iran membuka kembali Selat Hormuz..

Penyebab utamanya adalah khawatir menjadi sasaran balasan Iran, sehingga berdampak pada Sementara itu, negara-negara Teluk cenderung enggan ikut terlibat terjadi…

Pilihan yang paling masuk akal bagi kedua pihak tetap kembali ke meja kesepakatan.

Pada malam 13 Juli 2026, rudal Iran menghantam dua kapal tanker berbendera Uni Emirat Arab yang se sekaligus g melintasi Selat Hormuz..

Jalur utama di Selat Hormuz dikenal sebagai Traffic Separation Scheme.

Jalur ini merupakan koridor selebar sekitar enam mil atau 9,7 kilometer yang berada di bagian terdalam selat..

Oleh sebab itu, bisa dimaknai berbeda oleh kedua pihak menjadi konsekuensi dari Kalimat tersebut cukup umum..

Trump tidak bisa membuka Selat Hormuz hanya dengan serangan udara.

Kedua negara tampaknya belum ingin kembali terlibat dalam perang besar.

Iran pun kehilangan keuntungan langsung yang sempat didapat dari nota kesepahaman..

Harga minyak mentah Brent sudah melonjak sekitar 20% sejak 6 Juli. Selain itu, berada di level US per barel pada perdagangan Rabu (15/7/2026) pukul 09.20 WIB…

Karena kesepakatan tak kunjung berjalan, AS kembali memakai tekanan militer.

Perselisihan antara AS sekaligus Iran berawal dari perbedaan membaca isi nota kesepahaman..

Selama risiko serangan masih tinggi, banyak perusahaan pelayaran akan memilih tidak melintas, ditambah lagi dengan menganggap Selat Hormuz belum benar-benar aman…

Salah satu pilihan Trump adalah meneruskan serangan terbatas ke lokasi. Tak hanya itu, peralatan militer Iran turut berperan penting..

Perkembangan terkait Trump Makin Buntu, Iran Masih Pegang ‘Kartu As’ Hormuz akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By