Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mata Uang Asia Terbelah: Ringgit Jatuh, Yen Menguat, Rupiah Gimana? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Pergerakan pasar masih dibayangi sikap hati-hati investor menjelang rilis data inflasi AS sekaligus kembali panasnya tensi di Timur Tengah…
Median estimasi ekonom memperkirakan core CPI Juni tumbuh 0,2% secara bulanan.
Pasar masih menunggu rilis data inflasi AS periode Juni.
Selain itu, pelaku pasar juga menunggu testimoni pertama Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres AS..
Dolar Taiwan ikut menguat tipis 0,04% ke TWD 32,177/US$..
Presiden AS Donald Trump pada 14 Juli 2026, mengatakan Washington akan kembali memberlakukan blokade laut terhadap Teheran.
Pada akhir pekan lalu, pasukan AS. Selain itu, Iran saling melancarkan serangan besar..
AS juga disebut akan memastikan Selat Hormuz tetap terbuka dengan pengenaan biaya tertentu, setelah kembali terjadi serangan rudal. Tak hanya itu, drone antara AS dan Iran. turut berperan penting..
Jakarta, Equityworld Futures – Pergerakan mata uang Asia mayoritas melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (14/7/2026).
Rupiah menjadi satu-satunya mata uang yang bergerak stagnan pada pagi ini.
Yen Jepang juga menguat 0,04% ke posisi JPY 162,36/US$, meski posisinya masih berada di area lemah.
Teheran menyerang fasilitas AS di sejumlah negara Teluk pada Minggu. Selain itu, kembali menyatakan penutupan jalur pelayaran vital Selat Hormuz…
Data tersebut akan menjadi salah satu petunjuk penting untuk membaca arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed)..
Fokus pasar tertuju pada data Consumer Price Index/CPI AS yang akan dirilis Selasa ini, disusul data Producer Price Index/PPI pada hari berikutnya.
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, dari 10 mata uang Asia, enam diantaranya harus melemah terhadap dolar AS, se, ditambah lagi dengan gkan tiga mata uang menguat, dan satu mata uang stagnan…
Sementara itu, fed funds futures memperhitungkan sekitar 30 basis poin kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini..
Pada Senin, harga minyak naik lebih dari 9% ke level tertinggi satu bulan.
// .
Di luar data ekonomi, tensi Timur Tengah kembali menjadi perhatian para pelaku pasar.
“Angka core CPI sebesar 0,3% atau lebih tinggi kemungkinan akan menunjukkan, tergantung data PPI akhir pekan ini, bahwa core PCE deflator favorit The Fed juga berjalan di 0,3% atau lebih tinggi,” ujar Attrill dikutip dari Reuters..
“Itu bisa menjadi pemicu kenaikan suku bunga The Fed secepat rapat Juli,” ujar Attrill..
Dong Vietnam terkoreksi 0,05% ke VND 26.262/US$, sementara dolar Singapura turun tipis 0,02% ke SGD 1,294/US$..
Menurut Attrill, kondisi tersebut dapat menjadi pemicu bagi kenaikan suku bunga The Fed secepat rapat Juli..
Meski bergerak turun tipis, dolar AS masih berada di level yang cukup tinggi..
Pada awal perdagangan pagi ini pun, minyak West Texas Intermediate/WTI, ditambah lagi dengan Brent kembali naik lebih dari 2% ke level tertinggi sejak pertengahan Juni…
Kenaikan harga minyak membuat risiko inflasi kembali menjadi perhatian.
Mata uang Garuda berada di posisi Rp18.100/US$.ย Padahal rupiah sejatinya se sekaligus g mendapatkan angin segar dariย setelah lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings kembali mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil…
Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia setelah naik 0,25% ke posisi KRW 1.494,1/US$..
Kondisi tersebut langsung mengerek harga minyak.
Peso Filipina juga masuk zona merah setelah turun 0,09% ke PHP 61,631/US$..
Yuan China. Tak hanya itu, baht Thailand sama-sama melemah 0,06%, masing-masing ke posisi CNY 6,783/US$ dan THB 33,52/US$ turut berperan penting..
Tekanan paling dalam dialami ringgit Malaysia yang melemah 0,25% ke posisi MYR 4,078/US$.
Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan suku bunga mungkin perlu naik dalam waktu dekat jika data menunjukkan inflasi masih jauh di atas target bank sentral sebesar 2%..
Ray Attrill, head of FX strategy National Australia Bank, menilai data inflasi inti AS akan menjadi sangat penting bagi pasar..
Jika harga energi terus naik, tekanan inflasi berpotensi bertahan lebih lama. Tak hanya itu, dapat mendorong The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga. turut berperan penting..
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah tipis 0,01% ke posisi 101,227 pada pagi ini.
Perkembangan terkait Mata Uang Asia Terbelah: Ringgit Jatuh, Yen Menguat, Rupiah Gimana? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Kabar Gembira! Harga Emas Antam Logam Mulia Hari ini Melonjak | Equityworld Futures
- Equityworld Futures Surabaya | KAI Commuter Tambah 4 Jadwal KRL Rute Yogyakarta-Palur