0 0
Read Time:3 Minute, 38 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Dolar Mengamuk: Rupiah, Yen, Ringgit Hingga Won Ambruk Berjamaah yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Tony Sycamore, market analyst IG di Sydney, mengatakan penguatan dolar AS kali ini sangat terkait dengan kenaikan harga minyak..

Jika harga energi terus naik, pasar dapat mulai mempercepat ekspektasi kenaikan suku bunga..

Tekanan terjadi setelah dolar AS kembali menguat di pasar global, dipicu memanasnya konflik di Timur Tengah..

Harga minyak Brent naik 3,3% ke US$78,49 per barel..

Rupiah menyusul sebagai mata uang dengan koreksi terdalam kedua di Asia..

Penguatan DXYย ini menunjukkan dolar AS kembali diburu pelaku pasar..

Angka ini naik dari 47,6% pada Jumat pekan lalu..

Pada akhir pekan, pasukan AS, ditambah lagi dengan Iran saling melancarkan serangan rudal dan drone dalam skala besar…

Mata uang Garuda melemah 0,39% ke posisi Rp18.115/US$.

Perhatian investor tertuju pada rilis data inflasi konsumen AS atau CPI pada Selasa, disusul data produsen atau PPI pada hari berikutnya, serta testimoni Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan DPR. Tak hanya itu, Senat AS. turut berperan penting..

Posisi ini membuat rupiah semakin jauh di atas level psikologis Rp18.000/US$..

Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia kompak tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan, Senin (13/7/2026).

“Setelah eskalasi pada akhir pekan lalu yang berlanjut sepanjang akhir pekan, dolar merespons,, ditambah lagi dengan harga minyak mentah menjadi pendorongnya,” ujar Sycamore, dikutip dari Reuters…

// .

Tekanan terdalam pagi ini dialami won Korea Selatan yang melemah 0,38% ke posisi KRW 1.504,5/US$.

Tekanan lebih tipis terlihat pada yuan China yang melemah 0,05% ke CNY 6,78/US$, serta dolar Taiwan yang terkoreksi 0,02% ke TWD 32,094/US$..

Pelaku pasar kini mulai condong memperkirakan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) dapat menaikkan suku bunga dua kali hingga akhir tahun.

Kondisi tersebut langsung mengerek harga minyak pada awal perdagangan Asia.

Teheran menargetkan fasilitas AS di sejumlah negara Teluk pada Minggu.

Berdasarkan CME FedWatch, fed funds futures memperhitungkan peluang 52,1% untuk dua kali atau lebih kenaikan suku bunga hingga rapat Desember.

Dolar Singapura turut melemah 0,15% ke posisi SGD 1,293/US$, disusul peso Filipina yang turun 0,09% ke PHP 61,574/US$..

Iran juga menyatakan kembali menutup Selat Hormuz, jalur penting perdagangan energi global..

Merujuk data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, dari 10 mata uang Asia yang dipantau, sebanyak sembilan mata uang melemah terhadap dolar AS, sementara satu mata uang stagnan..

Melemahnyaย mata uang negara-negara Asia pagi ini terjadi di tengah penguatan indeks dolar ASย (DXY).

“Ini kembali menyalakan kekhawatiran bahwa jika harga energi naik dari sini, kita bisa mulai melihat kenaikan suku bunga dimajukan,” ujar Sycamore..

Yen Jepang terkoreksi 0,21% ke JPY 162,02/US$, sementara ringgit Malaysia turun 0,20% ke MYR 4,075/US$..

DXY terpantau menguat 0,19% ke posisi 101,141 pada waktu yang sama.

Westpac dalam risetnya menilai risiko inflasi masih akan menjadi fokus pasar pekan ini.

Rupiah kembali menjadi salah satu mata uang yang terbakar pada pagi ini.

Baht Thailand juga tertekan cukup dalam setelah melemah 0,30% ke posisi THB 33,35/US$.

Adapun dong Vietnam menjadi satu-satunya mata uang yang tidak bergerak pada pagi ini, bertahan di posisi VND 26.261/US$..

Menurutnya, kenaikan harga energi kembali menyalakan kekhawatiran bahwa inflasi bisa meningkat lagi.

// .

Dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama dunia setelah konflik di Timur Tengah kembali memanas.

Perkembangan terkait Dolar Mengamuk: Rupiah, Yen, Ringgit Hingga Won Ambruk Berjamaah akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By