0 0
Read Time:4 Minute, 1 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Yen Pimpin Asia Tendang Dolar, Rupiah – Ringgit Perkasa, Won Jatuh yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Alasannya adalah pasar mulai khawatir bahwa inflasi yang lebih tinggi dapat menekan pertumbuhan global.. Akibatnya, Penurunan harga minyak terjadi…

Baht Thailand juga menguat 0,24% ke THB 33,26/US$, sementara dolar Taiwan naik 0,22% ke TWD 32,077/US$..

Kondisi ini kembali menekan kesepakatan gencatan senjata yang baru berusia sekitar tiga pekan..

Penguatan terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS di pasar global..

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau melemah 0,18% ke posisi 100,725 pada pagi ini.

Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi satu-satunya mata uang Asia yang melemah, yakni turun 0,04% ke posisi KRW 1.505,78/US$..

Namun, harga minyak justru berbalik melemah dari level tertingginya.

//  .

Dari sisi ekonomi AS, klaim pengangguran mingguan turun 2.000 menjadi 215.000.

Serangan itu dilakukan setelah AS menyerang wilayah pesisir selatan. Tak hanya itu, provinsi timur Iran turut berperan penting..

Minyak mentah AS turun 2,65% ke US$71,57 per barel, sementara Brent melemah 2,95% ke US$75,72 per barel.

“Bisa dikatakan ada banyak kebingungan,” ujar Bregar dikutip dari Reuters..

Bahkan, beberapa peserta rapat melihat a. Selain itu, ya alasan untuk segera menaikkan suku bunga…

Direktur FX and precious metals risk management Silver Gold Bull, Erik Bregar, menilai pasar masih berada dalam situasi yang tidak mudah dibaca..

Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer AS di negara-negara Teluk.

Namun, arah perdagangan tetap akan sangat dipengaruhi oleh nada dari berita berikutnya..

Dong Vietnam menguat tipis 0,02% ke posisi VND 26.284/US$.

Ringgit Malaysia menyusul dengan penguatan 0,32% ke posisi MYR 4,061/US$..

Pelemahan dolar AS ini menjadi dorongan positif bagi sebagian besar mata uang Asia pada pagi ini..

Risalah rapat The Fed pada 16-17 Juni, yang menjadi rapat pertama di bawah Ketua The Fed Kevin Warsh, menunjukkan kekhawatiran terhadap inflasi masih meningkat di kalangan pembuat kebijakan.

Dolar Singapura, ditambah lagi dengan peso Filipina sama-sama menguat 0,16%, masing-masing ke SGD 1,289/US$ dan PHP 61,520/US$…

Oleh sebab itu, menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih relatif stabil. menjadi konsekuensi dari Angka ini lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 218.000,..

Dolar AS melemah dalam dua hari beruntun setelah pasar mencermati kembali perkembangan ketegangan AS-Iran, harga minyak, serta arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed)..

Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga minimal 25 basis poin pada rapat 28-29 Juli turun menjadi 26,2%, dari 31% pada sesi sebelumnya.

Yuan China ikut terapresiasi 0,19% ke posisi CNY 6,779/US$.

Penguatan paling tajam pagi ini dicatatkan yen Jepang yang naik 0,55% ke posisi JPY 161,46/US$.

Walaupun Untuk FOMC September, peluang kenaikan suku bunga berada di 61,7%, turun dari 66,6% pada Rabu,, masih lebih tinggi dibandingkan 54,1% sepekan sebelumnya. masih menjadi prioritas..

Jakarta, Equityworld Futures – Jelang akhir pekan, mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, pergerakan harga yang cenderung mendatar menunjukkan pasar masih mencoba membaca kondisi sebenarnya.

Namun, Presiden The Fed New York John Williams mengatakan pada Kamis bahwa meski konflik di Timur Tengah kembali memanas, ia tidak memperkirakan kenaikan harga energi akan berlangsung secara berkelanjutan sepanjang sisa tahun ini..

Di sisi suku bunga, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed mulai sedikit mereda.

Merujuk data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, sembilan dari sepuluh mata uang Asia berhasil menguat dari dolar AS, sementara satu mata uang Asia masih gagal memanfaatkan momentum ini. .

Mata uang Garuda menguat 0,11% ke posisi Rp18.050/US$.

Meski menguat, rupiah masih berada di atas level psikologis Rp18.000/US$..

Perkembangan terkait Yen Pimpin Asia Tendang Dolar, Rupiah – Ringgit Perkasa, Won Jatuh akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By