0 0
Read Time:3 Minute, 58 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait China dan Australia Beri Kabar Baik Buat Pengusaha Batu Bara RI yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

// .

Jakarta, Equityworld Futures – Harga batu bara masih dalam tren menanjak..

Menurut laporan prospek kuartalan Kementerian Industri, Sains, sekaligus Sumber Daya Australia, Australia tetap menjadi eksportir batu bara metalurgi terbesar di dunia pada 2025-2026 dengan ekspor mencapai 147 juta metrik ton, di mana lebih dari 95% produksinya dikirim ke pasar luar negeri…

Pemerintah juga menargetkan pembangunan 100 kawasan industri nol karbon, 500 pabrik nol karbon, serta meningkatkan porsi kendaraan energi baru menjadi 30% dari total kendaraan pada 2030..

Dalam rencana 2026-2030, pemerintah juga menargetkan penurunan intensitas emisi karbon sebesar 17%. Tak hanya itu, konsumsi energi per Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar 10% dibandingkan 2025. turut berperan penting..

Merujuk Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Kamis (9/7/2026) ditutup di posisi US$ 131,65 per ton.

Di sisi lain, meningkatnya penggunaan teknologi EAF diperkirakan akan mengurangi porsi produksi baja berbasis BOF yang lebih intensif menggunakan batu bara, sehingga berdampak pada membatasi pertumbuhan permintaan batu bara metalurgi dalam jangka panjang…

Produksi baja dengan basic oxygen furnace (BOF) masih mendominasi, meski penggunaan electric arc furnace (EAF) terus meningkat sejak 2020..

Penguatan ini memperpanjang tren positif batu bara dengan menguat 2,8% dalam dua hari terakhir..

Rute pelayaran yang lebih panjang, terutama antara kawasan Atlantik. Tak hanya itu, Asia, membuat biaya pengiriman meningkat. Akibatnya, meningkatkan daya saing relatif pemasok Australia. turut berperan penting…

Menurut pemerintah, pengembangan ini bertujuan mengurangi ketergantungan China terhadap impor minyak. Tak hanya itu, gas, terutama setelah konflik Timur Tengah dan gangguan di Selat Hormuz menyoroti risiko pasokan energi dari luar negeri. turut berperan penting..

Namun, kenaikan biaya asuransi, pengiriman,, ditambah lagi dengan solar telah meningkatkan biaya perdagangan…

Namun, pendapatan ekspor diperkirakan menurun secara bertahap selama periode tersebut meski harga tetap relatif stabil..

Namun, China menegaskan pembangunan energi terbarukan tidak berarti mengurangi batu bara.

Harga batu bara naik ditopang masih tingginya harga minyak serta sejumlah kabar baik.

China menargetkan 25% konsumsi energinya berasal dari sumber nonfosil pada 2030, naik dari 21,7% pada 2025..

Sementara itu, volume ekspor diproyeksikan meningkat seiring bertambahnya produksi dari tambang-tambang utama.

Salah satunya akan dikembangkan di wilayah Mongolia Dalam..

Selain membangun pembangkit energi bersih, pemerintah juga memperkuat jaringan transmisi, penyimpanan energi, serta menyesuaikan konsumsi listrik industri agar lebih selaras dengan produksi energi terbarukan..

Laporan itu juga mencatat konflik di Timur Tengah hanya berdampak terbatas terhadap pasokan batu bara metalurgi.

Untuk mencapainya, China akan mempercepat pembangunan energi bersih agar seluruh pertumbuhan kebutuhan listrik dipenuhi oleh pembangkit baru berbasis energi terbarukan..

Langkah ini dilakukan untuk memenuhi lonjakan kebutuhan listrik dari pusat data kecerdasan buatan (AI), kendaraan listrik (EV), sekaligus sektor manufaktur…

Harga batu bara metalurgi diperkirakan relatif stabil secara riil hingga 2031..

Justru kapasitas PLTU masih akan bertambah sebagai pembangkit ca, ditambah lagi dengan gan ketika produksi listrik dari angin dan matahari menurun akibat faktor cuaca..

India. Di samping itu, Asia Tenggara diperkirakan menjadi sumber utama pertumbuhan permintaan terjadi karena produksi baja secara bertahap bergeser dari China.. juga perlu diperhatikan..

Meski perlambatan ekonomi global akibat konflik Timur Tengah dapat memengaruhi permintaan, Australia memperkirakan perdagangan batu bara metalurgi global akan tetap stabil selama tidak terjadi gangguan tambahan..

Impor batu bara metalurgi global melalui jalur laut tetap berada di kisaran 25-30 juta metrik ton per bulan.

Australia memperkirakan harga batu bara metalurgi stabil hingga 2031. Tak hanya itu, ekspor meningkat turut berperan penting..

Contohnya, coal-to-oil, coal-to-gas,, ditambah lagi dengan bahan kimia berbasis batu bara.. dapat dilihat pada Di sisi lain, Mongolia Dalam tetap memperluas industri hilirisasi batu bara,..

Mongolia Dalam juga menjadi pusat proyek West-to-East Power Transmission, yang mengirim sekitar 40% listrik yang dihasilkannya ke wilayah timur China, termasuk Beijing..

Harga penutupan kemarin adalah yang tertinggi sejak 17 Juni 2026 atau tiga minggu lebih..

Perkembangan terkait China dan Australia Beri Kabar Baik Buat Pengusaha Batu Bara RI akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By