Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Dunia Mencekam Jelang Musim Dingin: Asia Borong LNG, Eropa Panik yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Beberapa kapal LNG masih menunggu di dekat Ras Laffan, pusat ekspor LNG Qatar.
Pasokan masih terbatas, permintaan di Asia melonjak, sementara Eropa belum sempat mengisi kembali ca. Di samping itu, gan gasnya menjelang musim dingin. juga perlu diperhatikan..
Kekeringan mengurangi produksi listrik tenaga air.
Harga spot dapat turun sekaligus Eropa punya waktu untuk mengisi kembali penyimpanannya hingga sekitar tiga perempat kapasitas pada November…
Risiko ketiga berasal dari infrastruktur energi.
Selain itu, sekitar 17% kapasitas ekspor LNG Qatar mengalami kerusakan sekaligus memerlukan waktu bertahun-tahun untuk dipulihkan…
Konflik di sekitar Selat Hormuz membuat arus pengiriman LNG dari Qatar belum kembali normal..
Meski pasokan tambahan mulai berdatangan dari Afrika. Di samping itu, Australia, dunia masih diperkirakan mengalami kekurangan kumulatif sekitar 40 juta ton LNG Qatar hingga akhir 2026 juga perlu diperhatikan..
Jakarta, Equityworld Futures- Pasar gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) global memasuki periode yang rawan.
Oleh sebab itu, Suhu sungai yang terlalu hangat dapat membatasi operasi pembangkit nuklir terjadi. menjadi konsekuensi dari Penyebab utamanya adalah reaktor memerlukan air dingin untuk pendinginan,..
Melansir dari The Economist, pada 28 Juni lalu, kapal pengangkut LNG supertanker Hlaitan berangkat dari Freeport, Texas menuju Prancis.
Hal ini disebabkan oleh cuaca yang sangat panas mendongkrak penggunaan listrik untuk pendingin ruangan., akibatnya Pembeli di Asia agresif memburu LNG dari Amerika Serikat..
Di Asia, fenomena El Niño ikut mendorong suhu lebih tinggi dari normal.
Ketika gelombang panas datang, pembelian langsung melonjak.
Bagi negara-negara Asia Selatan, harga LNG yang mahal berisiko memaksa pengurangan konsumsi energi..
Harga saat ini masih tinggi, se. Di samping itu, gkan harga pengiriman untuk musim dingin tidak menawarkan premi yang besar. juga perlu diperhatikan..
Sebagai contoh, pada 2022 sering terjadi ketika Bagi Eropa, skenario terburuk mungkin tidak sampai memicu krisis energi..
Sejak Amerika Serikat. Di samping itu, Iran mencapai kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz pada pertengahan Juni, hanya 11 kapal LNG yang melintasi jalur tersebut juga perlu diperhatikan..
The Economist menilai ada tiga risiko yang dapat memicu lonjakan harga baru..
Namun tagihan pemanas berpotensi kembali melonjak.
Ketika kebutuhan dalam negeri turun, China menjual kembali sebagian LNG yang dimilikinya ke pasar internasional..
Namun ruang aman pasar LNG saat ini sangat tipis.
Di tengah perjalanan, kapal itu berbalik arah ke Asia setelah penyewanya, TotalEnergies, mendapatkan penawaran yang lebih menarik dari pembeli di kawasan tersebut..
Negara itu merupakan importir LNG terbesar di dunia.
Gangguan tersebut membuat pasar kehilangan sekitar seperlima aliran LNG global.
Setiap eskalasi baru di kawasan tersebut dapat mendorong negara-negara Asia membayar lebih mahal demi mengamankan pasokan dari Amerika Serikat..
Angka itu jauh di bawah lalu lintas normal..
Angka tersebut menjadi yang terendah dalam 15 tahun terakhir untuk periode yang sama..
Akibatnya, banyak kargo LNG yang semula dialokasikan untuk Eropa dialihkan ke Asia..
Perubahan arah permintaan dari China dapat mengubah keseimbangan pasar hanya dalam waktu singkat..
Namun pasar LNG dunia sudah bergerak, misalnya se. Di samping itu, g menghadapi puncak permintaan. juga perlu diperhatikan…
Ca. Selain itu, gan gas di fasilitas penyimpanan baru terisi sekitar 47% pada musim panas tahun ini..
Terminal LNG juga berpotensi mengalami gangguan teknis atau pemogokan pekerja..
Negara Teluk tersebut merupakan salah satu pemasok LNG terbesar di dunia. Tak hanya itu, selama ini menjadi andalan negara-negara Asia. turut berperan penting..
Pada 2022, kebakaran di fasilitas LNG Freeport di Amerika Serikat memangkas sekitar 4% pasokan LNG global.
Bangladesh. Di samping itu, Pakistan bahkan kembali masuk ke pasar spot untuk mencari tambahan LNG. juga perlu diperhatikan..
Kisah, misalnya ini semakin sering terjadi dalam beberapa pekan terakhir..
Setahun kemudian, aksi mogok di Australia mengganggu operasional fasilitas LNG selama beberapa pekan..
Situasi tersebut membuat harga gas tetap tinggi meski harga minyak dunia sudah turun dari puncaknya saat konflik di Timur Tengah memanas..
Gelombang panas memecahkan rekor di Eropa sepanjang Juni sekaligus mengerek kebutuhan listrik..
Di tengah kondisi tersebut, importir di Asia sekaligus Eropa belum terburu-buru membeli LNG untuk kebutuhan musim dingin…
Jumlah itu setara hampir 10% dari total pasokan LNG global tahun lalu..
Bila pasokan Qatar kembali normal pada September, tekanan pasar diperkirakan mereda..
Perkembangan terkait Dunia Mencekam Jelang Musim Dingin: Asia Borong LNG, Eropa Panik akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Dihantam Perang Iran dan Sentimen Fitch, Sanggupkah IHSGS Bangkit? | Equityworld Futures
- Equityworld Futures Surabaya | OJK Perpanjang Waktu Pelaporan SLIK untuk Asuransi