Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mata Uang Asia Hijau Royo-Royo: Rupiah-Won Menguat, 2 Negara Menangis yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Carol Kong, currency strategist Commonwealth Bank of Australia, menilai harga pasar saat ini kemungkinan terlalu rendah dalam memperhitungkan arah suku bunga The Fed..
Penguatan paling tajam pagi ini terlihat pada won Korea Selatan. Selain itu, ringgit Malaysia..
Namun, Kong menilai risalah rapat kali ini bisa saja tidak terlalu banyak memberi arahan bagi pasar.
Pelemahan indeks dolar AS memberi ruang bagi sejumlah mata uang kawasan untuk bergerak ke zona hijau..
Keduanya sama-sama menguat 0,15% terhadap dolar AS.
Mata uang Garuda naik 0,03% ke posisi Rp17.980/US$.
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, dari 10 mata uang Asia, sebanyak tujuh mata uang menguat terhadap dolar AS, dua mata uang melemah,, ditambah lagi dengan satu mata uang stagnan…
// .
Kami masih berpikir FOMC harus mulai melakukan pengetatan mulai Desember.
Peso Filipina turut naik 0,09% ke PHP 61,395/US$, sementara dolar Singapura menguat 0,08% ke SGD 1,291/US$..
Perhatian pasar kini bergeser ke risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Juni yang akan dirilis pada Rabu besok waktu AS.
Pelemahan ini terjadi saat pelaku pasar kembali memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), pada tahun ini..
“Kami tahu bahwa Warsh tidak suka memberikan forward gui. Selain itu, ce, jadi saya pikir risalah besok mungkin akan kurang informatif dibandingkan risalah sebelumnya,” ujar Kong…
Yen Jepang juga menguat 0,14% ke posisi JPY 161,85/US$, disusul yuan China yang naik 0,12% ke CNY 6,787/US$.
Penyebab utamanya adalah Ketua The Fed Kevin Warsh dinilai tidak terlalu menyukai pemberian panduan ke depan atau forward gui. Di samping itu, ce.,. Akibatnya, Hal ini terjadi. juga perlu diperhatikan…
Adapun dong Vietnam bergerak stagnan di posisi VND 26.299/US$..
Won berada di posisi KRW 1.526,76/US$, sementara ringgit berada di MYR 4,076/US$..
Dolar AS juga berada dalam tekanan setelah data tenaga kerja AS terbaru menunjukkan hasil yang jauh lebih lemah dari perkiraan.
Baht Thailand juga terkoreksi 0,06% ke THB 33,29/US$.
Meski Pasar berpikir siklus kenaikan suku bunga akan dimulai sedikit lebih cepat dari perkiraan kami,, namun besaran kenaikannya masih di bawah ekspektasi kami,” ujar Kong, dikutip dari Reuters. tetap penting..
Pelaku pasar kini memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed sekitar 29 basis poin hingga Desember tahun ini..
Angka ini turun dari sekitar 38 basis poin pada pekan sebelumnya.
Di sisi lain, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,16% ke posisi TWD 32,047/US$.
Artinya, ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga AS mulai turun..
Data tersebut membuat pasar menilai The Fed tidak akan terlalu agresif dalam menaikkan suku bunga..
Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia mayoritas menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (7/7/2026).
“Saya pikir harga pasar saat ini mungkin sedikit terlalu rendah.
Dengan posisi tersebut, rupiah masih berada sangat dekat dengan level psikologis Rp18.000/US$..
Rupiah ikut bergerak positif, meski penguatannya masih tipis.
// .
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah tipis 0,02% ke posisi 100,829 pada pagi ini..
Risalah tersebut akan dicermati untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan..
Perkembangan terkait Mata Uang Asia Hijau Royo-Royo: Rupiah-Won Menguat, 2 Negara Menangis akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Trillium Surabaya βΒ Serangkaian Pidato Dari Pejabat Tinggi The Fed
- Yogyakarta Renovasi 200 Rumah Tak Layak tanpa APBN dan APBD | Equityworld Futures