0 0
Read Time:4 Minute, 4 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait China dan India Tak Lagi Rakus Batu Bara RI, Siapa Pembeli Barunya? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Pelemahan harga berlangsung setelah proses negosiasi antara Amerika Serikat sekaligus Iran kembali berjalan..

Pasar juga menyoroti perkembangan di China.

Di sisi lain, permintaan dari Malaysia sekaligus Taiwan masih melemah..

Pasar kini akan mencermati apakah tren penurunan harga batu bara dunia akan mulai menekan penerimaan ekspor Indonesia pada paruh kedua tahun ini..

// .

Namun, jika dilihat secara kumulatif, ekspor masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

Nilai ekspor ke Jepang meningkat 27,85% secara tahunan menjadi US$209,44 juta, sementara Vietnam naik 38% menjadi US$229,88 juta.

Volume ekspor batu bara Indonesia pada Mei 2026 tercatat 29,03 juta ton, turun 13,61% secara tahunan meski naik 1,26% dibandingkan April 2026..

Dibandingkan April, lonjakannya jauh lebih tinggi.

Volume pengiriman ke kedua negara juga mengalami kontraksi..

Angka ini naik 4,11% dibandingkan Mei 2025 sekaligus meningkat 5,14% dibandingkan April 2026…

Dalam satu bulan terakhir, harganya telah terkoreksi 15,11%.

Beberapa pasar Asia lain juga mencatat pertumbuhan.

Nilai ekspor ke Malaysia turun 14,63% dibandingkan Mei tahun lalu, se. Di samping itu, gkan Taiwan turun dengan besaran yang sama juga perlu diperhatikan..

Kontrak berjangka thermal coal sudah turun ke bawah US$130 per ton, level yang terakhir terlihat sebelum konflik di Timur Tengah memanas..

Namun, akumulasi ekspor sepanjang lima bulan pertama 2026 masih berada di bawah capaian tahun lalu, baik dari sisi nilai maupun volume.

Harga batu bara dunia terus bergerak melemah.

Bangladesh mencatat kenaikan 35,17%, Thailand 21,06%,, ditambah lagi dengan Kamboja melonjak 61,98%…

Oleh sebab itu, kebutuhan pembangkit listrik untuk beralih menggunakan batu bara ikut berkurang. juga perlu diperhatikan. menjadi konsekuensi dari Harga minyak. Di samping itu, gas alam ikut turun ke level sebelum konflik..

Meski demikian, posisinya masih 17,26% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu..

Nilai ekspor naik 82,07%, se sekaligus gkan volume bertambah 82,92%…

Kenaikan pengiriman ke China, Jepang, Vietnam,. Selain itu, beberapa negara Asia mampu menopang kinerja bulanan…

Berdasarkan Refinitiv, harga batu bara berada di US$128,25 per ton pada 6 Juli 2026, turun dibandingkan hari sebelumnya.

Jakarta, Equityworld Futures – Ekspor batu bara Indonesia anjlok sepanjang tahun ini, terutama ke pasar utama yakni India..

India masih menjadi tujuan utama ekspor batu bara Indonesia,. Akan tetapi permintaannya melemah cukup dalam tidak boleh diabaikan..

Volume pengiriman bahkan merosot 37,75% menjadi 6,36 juta ton..

Selama Januari-Mei 2026, nilai ekspor batu bara mencapai US$9,75 miliar (Rp 175,35 triliun) turun 4,95% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya..

Negeri tersebut tetap mempertahankan strategi pengembangan seluruh sumber energi dalam rencana lima tahunnya.

Pelemahan harga batu bara global belum langsung diikuti penurunan nilai ekspor Indonesia pada Mei..

China bahkan masih menjadi penyumbang terbesar penambahan kapasitas PLTU dunia sepanjang 2025 dengan porsi mencapai 78%..

Nilai ekspor naik 19,79% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi US$349,88 juta, sementara volumenya meningkat 5,19% menjadi 5,47 juta ton.

Sebaliknya, pengiriman ke China melonjak pada Mei.

Nilai ekspor ke negara tersebut turun 18,88% secara tahunan menjadi US$411,81 juta pada Mei 2026.

Secara kumulatif Januari-Mei 2026, volume ekspor mencapai 143,56 juta ton, lebih rendah 8,19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu..

// .

Di tengah pelemahan harga global, kinerja ekspor batu bara Indonesia masih menunjukkan dinamika yang berbeda di setiap pasar tujuan..

Pembangkit listrik tenaga batu bara tetap dibangun bersamaan dengan percepatan investasi energi terbarukan.

Dilansir dari Trading Economics, harapan terhadap pembukaan penuh Selat Hormuz membuat kekhawatiran gangguan pasokan energi mereda.

Ba sekaligus Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor batu bara (HS 2701) pada Mei 2026 mencapai USPusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor batu bara (HS 2701) pada Mei 2026 mencapai US$2,17 miliar atau sekitar Rp 39 triliun (US$1=Rp 17.985).,17 miliar atau sekitar Rp 39 triliun (USBa=Rp 17.985)…

// .

Perkembangan terkait China dan India Tak Lagi Rakus Batu Bara RI, Siapa Pembeli Barunya? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By