Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Dolar Mengamuk Lagi: Won, Ringgit, Yen Hingga Rupiah Ambruk Berjamaah yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Yen Jepang juga terkoreksi 0,27% ke posisi JPY 161,79/US$.
“Prospek dolar AS secara lebih luas tetap konstruktif,” tulis strategis OCBC, dikutip dari Reuters..
Ringgit Malaysia ikut melemah 0,12% ke posisi MYR 4,072/US$.
Dolar Taiwan menyusul dengan koreksi 0,29% ke TWD 32,019/US$..
Jika harga energi terus turun, tekanan inflasi dapat ikut menurun. Tak hanya itu, ruang The Fed untuk menaikkan suku bunga menjadi lebih terbatas. turut berperan penting..
Sebagai contoh, biasanya sering terjadi ketika Strategis Commonwealth Bank of Australia menilai risalah rapat kali ini bisa saja lebih pendek atau tidak terlalu banyak memberi petunjuk..
Yuan China terkoreksi 0,10% ke CNY 6,786/US$, dolar Singapura turun 0,06% ke SGD 1,292/US$, sementara dong Vietnam melemah tipis 0,03%..
// .
Dolar AS sebenarnya sempat berada dalam tekanan besar pada pekan lalu.
Data tersebut membuat pelaku pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve/The Fed pada tahun ini.
Di sisi lain, penurunan harga minyak membantu meredakan sebagian kekhawatiran inflasi.
Peso Filipina turun 0,22% ke PHP 61,513/US$, sementara baht Thailand melemah 0,18% ke THB 33,19/US$..
Hal ini disebabkan oleh dapat memberi gambaran bagaimana para pembuat kebijakan melihat arah suku bunga setelah data ekonomi terbaru., akibatnya Risalah tersebut akan menjadi perhatian..
Saat ekspektasi kenaikan bunga mereda, dolar AS biasanya kehilangan sebagian daya tariknya..
Penguatan tipis ini cukup memberi tekanan ke mata uang Asia, terutama terjadi karena posisi dolar AS masih relatif tinggi…
Posisi ini membuat rupiah kembali berada sangat dekat dengan level psikologis Rp18.000/US$..
Tekanan terjadi saat indeks dolar AS kembali bergerak naik..
Indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau menguat 0,11% ke posisi 100,968 pada waktu yang sama.
Meski begitu, pasar masih menunggu petunjuk baru dari risalah rapat The Fed bulan Juni.
Pelemahan pada mata uang asia terjadi di tengah penguatan pada dolar AS di pasar global.
Berdasarkan data Refinitiv per pukul 09.20 WIB, dari 10 mata uang Asia yang dipantau, seluruhnya melemah terhadap dolar AS..
Mata uang Garuda melemah 0,25% ke posisi Rp17.990/US$.
Hal ini sejalan dengan pan, ditambah lagi dengan gan Ketua The Fed Kevin Warsh yang menilai bank sentral sebelumnya terlalu banyak memberikan panduan ke pasar…
Greenback mencatat penurunan mingguan terdalam sejak April setelah data tenaga kerja AS menunjukkan perlambatan tajam penciptaan lapangan kerja pada Juni..
OCBC juga masih mempertahankan pan sekaligus gan bahwa dolar AS berpotensi menguat moderat sekitar 2-3% pada paruh kedua 2026…
Oleh sebab itu, ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed belum benar-benar hilang. menjadi konsekuensi dari Strategis OCBC menilai penurunan tingkat pengangguran masih menunjukkan pasar tenaga kerja AS tetap ketat,..
Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia kompak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan, Senin (6/7/2026).
Tekanan paling dalam pagi ini dialami won Korea Selatan yang melemah 0,33% ke posisi KRW 1.534/US$.
Namun, tekanan terhadap dolar belum sepenuhnya berlanjut pada awal pekan ini.
Perkembangan terkait Dolar Mengamuk Lagi: Won, Ringgit, Yen Hingga Rupiah Ambruk Berjamaah akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Trillium Surabaya – The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Bps, Kini Suku Bunga AS 4,50%
- Equity World Trillium Surabaya – Pasar Menanti Data ADP, Consumer Confidence & The Fed