Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Emas Tiba-Tiba Melejit Lagi, Melonjak 2% Lebih dalam 24 Jam yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Kamis (2/7/2026) ditutup di posisi US$ 61,008 per troy ons.
Sementara itu, World Gold Council (WGC) melaporkan bank-bank sentral kembali aktif menambah ca. Selain itu, gan emas pada Mei..
Meningkatnya minat investor terhadap emas juga tercermin dari kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, yang naik menjadi 795,31 ton, tertinggi sejak awal Agustus..
Seperti yang kita ketahui, emas cenderung berkinerja lebih baik di lingkungan suku bunga yang lebih rendah,” ujarnya dikutip dari Reuters..
Harga pada penutupan kemarin juga menjadi yang tertinggi sejak 22 Juni 2026..
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Kamis (2/7/2026) ditutup di posisi US$ 4122,80 per troy ons.
Analis UBS, Giovanni Staunovo, menilai gejolak pasar belakangan ini kembali membuktikan bahwa emas tetap menjadi aset safe haven yang efektif, ditambah lagi dengan mampu mengurangi volatilitas portofolio investasi…
Analis Saxo Bank, Ole Hansen, mengatakan harga emas saat ini memang sudah berada di wilayah jenuh beli (overbought) menurut berbagai indikator. Akibatnya, membutuhkan fase konsolidasi…
Sehari sebelumnya, laporan juga menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta AS pada Juni lebih rendah dari perkiraan..
Sementara itu, tingkat pengangguran berada di 4,2%..
Analis Julius Baer, Carsten Menke, mengatakan pergerakan harga emas dalam mata uang selain dolar AS terutama dipengaruhi oleh kinerja mata uang tersebut terhadap dolar..
Meski demikian, ia kembali menegaskan komitmen bank sentral untuk menurunkan inflasi menuju target 2%..
Pada Jumat (3/7/2026) pukul 06.13 WIB harga perak melandai 0,01% ke US$ 61 per troy ons..
Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari ekspektasi mengurangi peluang The Fed kembali menaikkan suku bunga pada tahun ini..
“Kami melihat pasar emas se. Di samping itu, g berada dalam fase pemulihan jangka panjang yang didorong oleh normalisasi sentimen pasar, pelemahan dolar AS, serta kembalinya minat investasi,” katanya. juga perlu diperhatikan..
” terjadi karena itu, pasar emas mencatat reli yang cukup signifikan setelah data tersebut dirilis,” tambahnya…
// .
“Harga emas bergerak sesuai ekspektasi selama periode ketidakpastian ini, yakni menguat seiring menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed tahun depan, ditambah lagi dengan melemahnya pasar saham,” ujarnya…
Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas. Tak hanya itu, perak melonjak setelah data non-farm payrolls Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) tahun ini. turut berperan penting..
Pada Jumat (3/7/2026) pukul 06.10 WIB, harga emas ada di US$ 4125, 47 per troy ons atau menguat 0,07%.
Laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan ekonomi Negeri Paman Sam hanya menambah 57.000 lapangan kerja pada Juni, jauh di bawah proyeksi ekonom yang memperkirakan kenaikan 110.000 lapangan kerja.
Pada Rabu, Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan ekspektasi inflasi maupun risiko inflasi telah menurun dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan data terbaru, ca, ditambah lagi dengan gan emas resmi dunia bertambah secara bersih 41 ton selama bulan tersebut…
Dengan demikian, harga perak sudah terbang 4,6% dalam tiga hari..
Di saat yang sama, indeks dolar AS melemah 0,5% ke 100,856 atau terendah dalam sembilan hari terakhir.
Harganya melonjak 2,3% sehari atau dalam 24 jam saja..
// .
“Jika tren kuartal keempat berupa pelemahan dolar AS, penurunan pasar saham,. Selain itu, turunnya imbal hasil obligasi berlanjut, emas berpotensi menembus lebih tinggi,” ujarnya…
“Angka penciptaan lapangan kerja yang lebih rendah dari perkiraan mengindikasikan semakin kecil kemungkinan kenaikan suku bunga pada sisa tahun ini.
Kondisi ini membuat logam mulia yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya..
Dari sisi geopolitik, Iran, ditambah lagi dengan Amerika Serikat mengakhiri putaran terbaru perundingan tidak langsung pada Rabu tanpa menunjukkan kemajuan berarti menuju perdamaian yang berkelanjutan…
Penguatan ini memperpanjang tren positif emas dengan menguat 2,8% dalam dua hari beruntun..
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang The Fed menaikkan suku bunga pada September sebesar 51%, turun dari 66% sebelum data ketenagakerjaan dirilis..
Perkembangan terkait Harga Emas Tiba-Tiba Melejit Lagi, Melonjak 2% Lebih dalam 24 Jam akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Industri Diharapkan Cari Alternatif Bahan Baku Plastik | Equityworld Futures
- Equityworld Futures Surabaya | Kodim Serahkan Pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih