0 0
Read Time:5 Minute, 0 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait China Beri Kabar Buruk Buat Pengusaha Batu Bara RI, AS Beri Harapan yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Meski produksi menurun, penjualan batu bara CIL justru meningkat.

Pada Juni saja, produksi batu bara CIL turun tipis 0,6% menjadi 57,4 juta ton dari 57,8 juta ton pada Juni tahun lalu..

Sementara itu, Mitsubishi Power, produsen turbin gas terbesar ketiga di dunia, tahun lalu mengumumkan rencana menggandakan kapasitas produksinya untuk memenuhi lonjakan permintaan..

Oleh sebab itu, pasokan melimpah. Selain itu, semakin menekan harga.. menjadi konsekuensi dari Produksi batu bara domestik China juga tetap tinggi..

Chief Executive Officer (CEO) perusahaan mengatakan peningkatan kapasitas produksi sebesar 30% tidak lagi cukup untuk mengimbangi tingginya permintaan,. Akibatnya, pemenuhan pesanan menjadi prioritas utama perusahaan…

Sebagai produsen yang menyumbang lebih dari 80% produksi batu bara India, CIL sebelumnya membukukan produksi 183,3 juta ton pada periode April-Juni tahun fiskal sebelumnya..

Ekspansi pembangkit angin. Selain itu, surya juga meningkatkan kebutuhan pembangkit baseload untuk menjaga kestabilan jaringan listrik saat kondisi cuaca tidak mendukung produksi energi terbarukan…

Pada Juni, penjualan naik 7,5% menjadi 65,8 juta ton dari 61,2 juta ton pada periode yang sama tahun lalu..

Produksi batu bara perusahaan pelat merah India, Coal India Ltd (CIL), turun 7,5% menjadi 169,6 juta ton (MT) pada kuartal I tahun fiskal 2026/2027 (April-Juni), meski permintaan dari sektor ketenagalistrikan tetap kuat di tengah konsumsi listrik yang mencapai rekor pada musim panas..

Salah satu produsen turbin gas terbesar dunia, Siemens Energy, melaporkan pada Februari lalu bahwa bisnis layanan turbin gasnya mencatat rekor pemesanan, dengan 102 turbin baru masuk dalam daftar pesanan.

Harga batu bara termal di pelabuhan China anjlok akibat stok yang melimpah sekaligus cuaca yang lebih sejuk dari perkiraan, sehingga berdampak pada harapan kenaikan permintaan listrik selama musim panas memudar….

Lonjakan investasi tersebut terutama didorong oleh meningkatnya permintaan turbin gas seiring pesatnya pembangunan pusat data (data center) di Amerika Serikat..

Pelemahan ini memutus tren positifnya yang menguat 2,7% dalam dua hari sebelumnya..

// .

Hingga kini pembangkit listrik. Di samping itu, pelaku pasar tidak agresif membeli pasokan baru juga perlu diperhatikan..

Selisihnya diperkirakan mencapai sekitar US$3 miliar..

Sebagai contoh, dikutip Financial Times. sering terjadi ketika Perusahaan-perusahaan di AS diperkirakan akan menggelontorkan sekitar US miliar untuk pembangkit listrik berbahan bakar batu bara, ditambah lagi dengan gas alam tahun ini, menurut International Energy Agency (IEA),..

Oleh sebab itu, kebutuhan restocking sangat terbatas.. menjadi konsekuensi dari Persediaan batu bara di pelabuhan sekaligus pembangkit listrik masih tinggi..

Secara kumulatif sepanjang April-Juni, penjualan batu bara CIL juga naik 3,5% menjadi 197,7 juta ton, dibandingkan 191 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya..

Di sisi lain, harga turbin gas melonjak tajam akibat terbatasnya pasokan.

Menurut IEA, perusahaan-perusahaan AS telah memesan kapasitas pembangkit berbasis turbin gas hingga 20 gigawatt (GW) hanya pada kuartal I tahun ini..

Gelombang panas yang diharapkan mendorong konsumsi listrik belum terjadi..

Ini menjadi pertama kalinya dalam beberapa dekade belanja perusahaan AS untuk pembangkit batu bara. Selain itu, gas melampaui investasi China di kedua sumber energi tersebut..

Oleh sebab itu, Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi sentimen negatif terjadi. menjadi konsekuensi dari Penyebab utamanya adalah China merupakan pasar ekspor batu bara terbesar,..

Sekitar 40% pesanan tersebut berasal dari Amerika Serikat, sementara 35% berasal dari Eropa..

Namun, sentimen negatif dari China sekaligus India lebih mendorong harga ke bawah…

Apabila harga batu bara di China terus melemah sekaligus impor melambat, harga acuan batu bara global serta kinerja ekspor batu bara Indonesia berpotensi ikut tertekan…

Jakarta, Equityworld Futures – Harga batu bara melandai dihujani kabar baik dari Amerika Serikat (AS).

Hal ini disebabkan oleh China merupakan importir batu bara terbesar di dunia, akibatnya Pelemahan harga di China juga berpotensi menekan harga batu bara laut (seaborne coal), termasuk batu bara dari Indonesia. Tak hanya itu, Australia,. turut berperan penting..

Sementara itu, South Eastern Coalfields Ltd (SECL), Eastern Coalfields Ltd (ECL), Central Coalfields Ltd (CCL),. Di samping itu, Western Coalfields Ltd (WCL) masih membukukan pertumbuhan produksi. juga perlu diperhatikan..

Merujuk Refinitv, harga batu bara pada Rabu (1/7/2026) ditutup di US$ 129,4 per ton atau turun tipis 0,03%..

Anak usaha yang mencatat penurunan produksi antara lain Bharat Coking Coal Ltd (BCCL). Di samping itu, Mahanadi Coalfields Ltd (MCL) juga perlu diperhatikan..

Di sisi lain, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) memperoleh pasokan air yang lebih baik di sejumlah wilayah, sehingga berdampak pada mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar batu bara…

Jika permintaan China melemah, ekspor dari negara pemasok berisiko ikut tertekan..

Oleh sebab itu, memicu kekurangan pasokan. menjadi konsekuensi dari Meski permintaan listrik terus melonjak, kapasitas produksi turbin gas hampir tidak bertambah dalam beberapa tahun terakhir..

Seorang analis Rystad Energy mengatakan harga turbin gas telah naik dari sekitar US$800 per kilowatt (kW) menjadi lebih dari US$2.500 per kW..

Selain kebutuhan listrik dari pusat data yang mengandalkan pasokan listrik stabil (baseload) dari pembangkit gas, ditambah lagi dengan batu bara…

Oleh sebab itu, permintaan listrik sekaligus batu bara lebih rendah dari perkiraan.. menjadi konsekuensi dari Cuaca yang relatif sejuk mengurangi penggunaan pendingin ruangan..

Perkembangan terkait China Beri Kabar Buruk Buat Pengusaha Batu Bara RI, AS Beri Harapan akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By