Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mata Uang Asia Ambruk: Rupiah – Won Keok, Cuma Peso dan Ringgit Perkasa yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Tekanan terdalam pagi ini dialami baht Thailand yang melemah 0,33% ke posisi THB 33,43/US$.
Peso Filipina juga mampu menguat 0,13% ke PHP 61,189/US$..
Namun, level inflasi masih terlalu tinggi untuk saat ini..
Namun, dia tetap menilai tekanan harga inti masih terlalu tinggi, ditambah lagi dengan bergerak ke arah yang kurang nyaman…
Sementara itu, Presiden The Fed New York John Williams mengatakan tekanan inflasi kemungkinan akan mereda tahun ini.
Mata uang Garuda melemah 0,36% ke posisi Rp17.980/US$.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat 0,08% ke posisi 101,510 pada waktu yang sama.
Posisi ini membuat rupiah semakin dekat ke level psikologis Rp18.000/US$..
Namun, dolar AS masih berada di jalur penguatan mingguan dua pekan beruntun untuk pertama kalinya sejak konflik Timur Tengah pecah pada akhir Februari..
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, dari 10 mata uang Asia, terpantau sebanyak tujuh mata uang melemah terhadap dolar AS, dua mata uang menguat,. Di samping itu, satu mata uang stagnan. juga perlu diperhatikan..
DXY sebelumnya sempat menjauh dari level terkuat sejak Mei 2025.
Won Korea Selatan menyusul dengan pelemahan 0,27% ke KRW 1.549,9/US$..
Komentar para pejabat The Fed tersebut sedikit meredam ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga yang terlalu cepat.
Jakarta, Equityworld Futures – Mayoritas mata uang Asia tertekan dalam menghadapi dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (26/6/2026) atau menjelang akhir pekan.
Rupiah menjadi salah satu mata uang yang tertekan cukup dalam pada perdagangan pagi ini.
Analis Capital Economics menilai dolar AS memang sedikit terkoreksi setelah kenaikan tajam pasca-FOMC.
Di sisi lain, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia setelah naik 0,24% ke posisi MYR 4,105/US$.
“Setelah kenaikan tajam menyusul rapat FOMC pekan lalu, dolar AS sedikit melemah hari ini. Di samping itu, mungkin akan jeda dalam waktu dekat,” tulis analis Capital Economics dalam risetnya, dikutip dari Reuters. juga perlu diperhatikan..
Namun, mereka melihat perbedaan arah kebijakan moneter antara AS sekaligus Eropa masih dapat membuka ruang penguatan lanjutan bagi greenback pada paruh kedua 2026…
Penguatan ini membuat dolar AS tetap berada di area tinggi, meski pada perdagangan Kamis sempat terkoreksi. Tak hanya itu, menghentikan reli tiga hari beruntun. turut berperan penting..
Dari sisi data, inflasi AS kembali menjadi perhatian pasar.
Adapun dong Vietnam bergerak stagnan di posisi VND 26.314/US$..
Kenaikan ini sejalan dengan ekspektasi ekonom. Selain itu, dipengaruhi oleh lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah…
Tekanan terjadi saat indeks dolar AS kembali bergerak menguat. Tak hanya itu, masih bertahan di level tinggi. turut berperan penting..
Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee menyebut ada sedikit harapan dari inflasi jasa.
Dolar Taiwan juga masuk zona merah setelah turun 0,21% ke posisi TWD 31,842/US$.
// .
Indeks harga Personal Consumption Expenditures/PCE, yang menjadi ukuran inflasi favorit bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), naik 4,1% secara tahunan pada Mei 2026.
Yen Jepang juga melemah tipis 0,01% ke posisi JPY 161,79/US$.
Berdasarkan CME FedWatch, pasar kini memperhitungkan peluang 69% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada rapat yang berakhir 29 Juli, naik dari 65,8% sehari sebelumnya..
Penguatan dolar AS dalam beberapa waktu terakhir masih dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih ketat.
Dolar Singapura melemah 0,10% ke SGD 1,296/US$, sementara yuan China terkoreksi tipis 0,02% ke CNY 6,798/US$..
Sejumlah pejabat The Fed juga memberikan sinyal yang beragam.
Setelah rapat FOMC pekan lalu, pasar mulai melihat a. Tak hanya itu, ya perbedaan arah kebijakan moneter antara AS dan kawasan lain, terutama Eropa. turut berperan penting..
Perkembangan terkait Mata Uang Asia Ambruk: Rupiah – Won Keok, Cuma Peso dan Ringgit Perkasa akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Pengumuman! Ini 5 Saham Bisa Kasih Dividen Jumbo, Buat Kamu Kaya | Equityworld Futures
- IHSG Terbang 1% Lebih, 10 Saham Ini Langsung Pesta Pora Usai Liburan | Equityworld Futures