Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Ringgit Pimpin Asia Tendang Dolar, Won – Rupiah Malah Keok yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Meski turun tipis, posisi tersebut masih berada di sekitar level yang tinggi.
Di antaranya adalah final pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026, data pendapatan pribadi Mei, pesanan barang tahan lama awal, serta klaim pengangguran mingguan untuk periode yang berakhir pada 20 Juni..
Kemajuan negosiasi sebelumnya sempat menekan harga minyak kembali ke level sebelum konflik. Di samping itu, membantu meredakan kekhawatiran inflasi energi. juga perlu diperhatikan..
Di saat yang bersamaan, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah 0,09% ke posisi 101,552.
Dia menambahkan, pertumbuhan produktivitas yang kuat, sebagian didorong oleh kecerdasan buatan atau AI, dapat menopang pendapatan yang lebih tinggi, ditambah lagi dengan mendorong aliran modal masuk yang positif bagi dolar AS…
Ketua The Fed Kevin Warsh juga menegaskan kembali komitmennya untuk mengembalikan stabilitas harga..
Peso melemah 0,60% ke posisi PHP 61,238/US$..
Pekan lalu, The Fed memberi sinyal dukungan yang semakin besar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat.
Ekspektasi tersebut mampu mengalahkan dampak positif dari perkembangan negosiasi damai AS-Iran.
Jakarta, Equityworld Futures – Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) cenderung beragam pada perdagangan Kamis (24/6/2026).
Sementara itu, perang di Timur Tengah antara AS-Iran. Selain itu, lonjakan harga minyak sebelumnya telah mengubah ekspektasi pasar..
Tekanan lebih tipis terlihat pada baht Thailand yang terkoreksi 0,03% ke posisi THB 33,41/US$. Tak hanya itu, dolar Singapura yang turun tipis 0,01% ke SGD 1,296/US$. turut berperan penting..
Selain data PCE, pelaku pasar juga mencermati sejumlah data penting AS lainnya.
Sebelum perang, pasar sempat memperkirakan pemangkasan suku bunga AS pada tahun ini.
Dong Vietnam juga menguat 0,19% ke posisi VND 26.280/US$, sementara yen Jepang. Di samping itu, yuan China sama-sama naik 0,05%, masing-masing ke posisi JPY 161,69/US$ dan CNY 6,807/US$. juga perlu diperhatikan..
Investor kini menunggu rilis indeks harga Personal Consumption Expenditures/PCE, ukuran inflasi favorit The Fed, untuk membaca arah kebijakan suku bunga berikutnya..
Kondisi ini menunjukkan dolar AS masih mempertahankan kekuatannya di pasar global..
Nilai tukar rupiah melemah 0,08% ke posisi Rp17.940/US$.
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.35 WIB, dari 10 mata uang Asia yang dipantau, sebanyak lima mata uang melemah terhadap dolar AS, sementara lima lainnya menguat..
Indeks dolar AS masih berada di level yang tinggi, meski pagi ini bergerak melemah tipis..
Dolar Taiwan menyusul dengan koreksi 0,27% ke posisi TWD 31,823/US$..
Penguatan dolar AS masih ditopang oleh ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) pada tahun ini.
// .
Steve Englander, head of global G10 currency research Standard Chartered di New York, menilai penguatan suku bunga. Di samping itu, dolar AS mencerminkan ekspektasi bahwa ekonomi AS masih akan unggul dibandingkan negara lain. juga perlu diperhatikan..
Won Korea Selatan juga ikut tertekan cukup dalam setelah melemah 0,34% ke posisi KRW 1.547,5/US$.
Peso Filipina menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam di Asia pada pagi ini.
“Kami percaya pergerakan suku bunga. Selain itu, dolar mencerminkan ekspektasi keunggulan siklikal dan struktural ekonomi AS,” ujar Englander dikutip dari Reuters. ..
Di sisi lain, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia setelah naik 0,60% ke posisi MYR 4,110/US$..
Namun, pasar masih menilai tekanan inflasi AS belum sepenuhnya mereda.
Nasib kurang baik juga menimpa mata uang Garuda, rupiah masih bergerak di zona merah.
Namun, nada hawkish Kevin Warsh dalam debutnya sebagai Ketua The Fed membuat pelaku pasar mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga AS secepat Oktober..
Bahkan, DXY sempat menyentuh level tertingginya dalam 13 bulan di level 101,8 pada perdagangan kemarin Rabu.
Perkembangan terkait Ringgit Pimpin Asia Tendang Dolar, Won – Rupiah Malah Keok akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Perkembangan Perang AS–Iran Dalam ±12 Jam Terakhir, Difokuskan Pada Militer, Politik, Dan Dampak Global, Selat Hormuz Lumpuh
- Equity World Trillium Surabaya – Harga Emas Berpotensi Naik ke Rekor Tertinggi di Tengah Pelemahan Yen dan Penutupan Pemerintah AS