Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mata Uang Asia Rontok, Rupiah-Peso Filipina Keok, Yen Sendirian Hijau yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Posisi tersebut sekaligus menjadi level tertinggi indeks dolar AS dalam 13 bulan terakhir..
“Dolar AS masih menjadi safe haven pilihan,” ujar Attrill dikutip dari Reuters..
Tekanan besar juga dialami peso Filipina yang melemah 0,60% ke posisi PHP 61,430/US$, disusul baht Thailand yang terkoreksi 0,57% ke THB 33,38/US$..
Sebab, ketika suku bunga AS berpotensi naik, imbal hasil aset berbasis dolar juga ikut terdorong.
Pada penutupan perdagangan Selasa (23/6/2026), DXY menguat 0,38% ke level 101,408.
Dolar AS membutuhkan tekanan risiko yang lebih luas, bukan hanya dari sektor teknologi, atau ekspektasi kenaikan suku bunga yang kembali meningkat agar bisa melaju lebih jauh dari level saat ini..
Untuk rapat September, peluang kenaikan suku bunga bahkan mencapai 70%, melonjak dari 29,1% pada pekan sebelumnya..
Sejumlah pejabat The Fed belakangan memberi sinyal yang makin hawkish, seiring ekonomi AS yang masih terlihat kuat.
Meski pagi ini cenderung stabil, posisi dolar AS masih sangat kuat..
Tekanan terjadi di tengah tren penguatan dolar AS di pasar global. .
Namun, menurutnya banyak sentimen positif sudah tercermin dalam harga..
Penguatan dolar AS masih ditopang oleh meningkatnya permintaan terhadap aset aman atau safe haven.
// .
Pelemahan lebih tipis terlihat pada ringgit Malaysia yang terkoreksi 0,10% ke MYR 4,142/US$.
Jakarta, Equityworld Futures – Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (24/6/2026).
Rupiah menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam di Asia pada pagi ini.
Posisi ini membuat rupiah semakin dekat ke level psikologis Rp18.000/US$..
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.24 WIB, dari 10 mata uang Asia yang dipantau, sebanyak sembilan mata uang melemah terhadap dolar AS, sementara hanya satu mata uang yang menguat..
Angka ini naik tajam dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya 8,5%.
Mata uang Garuda melemah 0,64% ke posisi Rp17.955/US$.
Dong Vietnam juga turun 0,24% ke VND 26.329/US$..
Meskipun Sektor teknologi sebelumnya menjadi salah satu motor penguatan pasar saham global., tetap saja, reli panjang yang sudah terjadi membuat investor mulai melakukan aksi ambil untung..
// .
Ketika saham-saham teknologi, ditambah lagi dengan semikonduktor terkoreksi, sentimen risiko ikut memburuk..
Berdasarkan CME FedWatch, pasar kini memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada rapat Juli sebesar 37%.
Ray Attrill, head of FX strategy National Australia Bank, menilai dolar AS masih menjadi pilihan utama aset aman bagi pelaku pasar..
Yen naik tipis 0,02% ke posisi JPY161,53/US$..
Indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pagi ini terpantau melemah tipis 0,01% ke posisi 101,401.
Di saat yang sama, ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), juga kembali meningkat.
Kondisi ini membuat aliran, ditambah lagi dengan a kembali bergerak ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS dan obligasi pemerintah AS…
Kondisi ekonomi yang solid membuat pasar menilai ruang The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga masih terbuka..
Di tengah tekanan mayoritas mata uang Asia, yen Jepang menjadi satu-satunya mata uang yang mampu menguat.
Dia menambahkan, momentum dolar AS saat ini masih kuat.
Pada akhirnya, kondisi ini memperlebar selisih daya tarik antara dolar AS. Selain itu, mata uang negara lain, termasuk mata uang Asia…
Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi membuat dolar AS semakin menarik.
Investor kembali mencari perlindungan setelah pasar saham global tertekan oleh aksi jual pada saham teknologi, ditambah lagi dengan semikonduktor…
Won Korea Selatan ikut masuk zona merah setelah melemah 0,29% ke posisi KRW 1.536,95/US$.
Dolar Taiwan. Tak hanya itu, dolar Singapura sama-sama melemah 0,03%, masing-masing ke posisi TWD 31,672/US$ dan SGD 1,296/US$. turut berperan penting..
Perkembangan terkait Mata Uang Asia Rontok, Rupiah-Peso Filipina Keok, Yen Sendirian Hijau akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- 8 Fenomena Langit Sepanjang Maret, Ekuinoks Terjadi Saat Lebaran | Equityworld Futures
- X Nonaktifkan Akun Pengguna di Bawah 18 Tahun Mulai Hari Ini | Equityworld Futures