Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Keluarkan Taringnya, Ini Alasan Mengapa Dolar AS Kembali Mengamuk yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Sementara itu, core PCE AS naik 3,3% secara tahunan pada April 2026, lebih tinggi dibandingkan Maret yang sebesar 3,2%.
Faktor utama yang membuat dolar AS kembali menguat adalah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap peluang kenaikan suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve/The Fed..
Angka ini masih jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2%..
Dalam kondisi pasar saham yang bergejolak, dolar AS kerap menjadi tempat berlindung.
Greenback kembali banyak diburu pelaku pasar, membuat sejumlah mata uang dunia berada di bawah tekanan, tak terkecuali rupiah. .
Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, mengatakan fokusnya saat ini adalah melihat apakah inflasi yang masih tinggi akan bertahan atau mulai mereda..
Indeks S&P 500 melemah 1,44% ke level 7.365,46, sementara indeks berbasis teknologi Nasdaq Composite anjlok lebih dalam, yakni 2,21% ke 25.587,04..
Dengan pasar tenaga kerja AS yang masih relatif stabil, perhatian investor kini tertuju pada apakah tekanan harga di AS bisa benar-benar turun secara berkelanjutan..
Artinya, dalam waktu singkat, pelaku pasar mulai lebih serius memperhitungkan skenario bahwa The Fed belum selesai menaikkan suku bunga..
Penguatan ini menunjukkan bahwa aset-aset berbasis dolar AS kembali menjadi incaran investor global.
Ekspektasi kenaikan suku bunga bahkan terlihat lebih besar untuk pertemuan September.
// .
Sementara itu, Dow Jones Industrial Average relatif lebih terbatas pelemahannya.
Ekspektasi itu juga diperkuat oleh data ekonomi AS yang masih solid, terutama dari pasar tenaga kerja.
Selama ekonomi AS masih cukup kuat. Tak hanya itu, inflasi belum benar-benar jinak, ruang untuk mempertahankan kebijakan ketat, bahkan menaikkan suku bunga, tetap terbuka. turut berperan penting..
// .
Selama inflasi dinilai masih berisiko bertahan tinggi, ruang The Fed untuk bersikap hawkish tetap terbuka.
Aksi jual di sektor teknologi membuat investor kembali mencari aset yang dianggap lebih aman, salah satunya dolar AS..
Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan probabilitas sebesar 36,3% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75%-4,00% pada pertemuan FOMC 29 Juli 2026 mendatang..
Hal ini terjadi terjadi karena greenback masih dipan. Tak hanya itu, g sebagai mata uang cadangan utama dunia dan aset likuid yang mudah diperdagangkan saat ketidakpastian meningkat.. turut berperan penting..
Nada hati-hati dari pejabat The Fed juga ikut memperkuat ekspektasi pasar..
Angka tersebut sejalan dengan kuatnya data ketenagakerjaan AS dalam dua bulan terakhir.
Inilah yang membuat pasar mulai mengurangi ekspektasi pelonggaran, ditambah lagi dengan justru kembali menghitung peluang kenaikan suku bunga…
Kondisi ini membuat dolar AS mendapat dua dorongan sekaligus.
Jakarta, Equityworld Futures – Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan taringnya di pasar global.
Realisasi tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar..
Aksi jual ini memperpanjang tekanan yang sudah muncul pada sesi sebelumnya, ketika investor mulai melakukan ambil untung setelah reli panjang saham teknologi..
Pertanyaannya, apa yang membuat dolar AS kembali begitu perkasa?.
Data tersebut mencakup PCE utama sekaligus core PCE, yakni indeks harga yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi..
Pasar tenaga kerja yang masih kuat dapat menjadi alasan untuk tetap berhati-hati.
Tekanan utama datang dari aksi jual saham teknologi, terutama saham-saham yang berkaitan dengan semikonduktor, chip memori,. Di samping itu, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). juga perlu diperhatikan..
Pada rilis sebelumnya, indeks harga PCE AS periode April 2026 naik 3,8% secara tahunan, sekaligus menjadi level tertinggi sejak Mei 2023.
Melansir Refinitiv, pada penutupan perdagangan Selasa (23/6/2026), DXY menguat 0,38% atau terapresiasi ke level 101,408.
Mengacu data Automatic Data Processing, Inc.
Kondisi ini menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih cukup tangguh,. Akibatnya, tekanan inflasi berpotensi lebih sulit turun cepat…
Angka ini naik tajam dari posisi sepekan sebelumnya yang hanya sekitar 8,5%.
Hal ini disebabkan oleh investor se, ditambah lagi dengan g menghindari risiko., akibatnya Dari sisi sentimen pasar, dolar juga diburu…
Pada perdagangan Selasa kemarin, tekanan di Wall Street terlihat cukup dalam.
Pasar kini memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada rapat FOMC 16 September 2026 mencapai sekitar 69,1%, naik dari 29,1% pada pekan sebelumnya..
(ADP), penyerapan tenaga kerja sektor swasta AS naik dengan rata-rata mingguan 30.750 pekerjaan dalam empat pekan terakhir hingga 6 Juni 2026..
Sebagai catatan, AS akan ada rilis personal consumption expenditure (PCE) periode Mei 2026 dari Amerika Serikat pada Kamis (25/6/2026) malam waktu Indonesia..
// .
Posisi tersebut sekaligus menjadi level terkuat indeks dolar AS dalam 13 bulan terakhir..
Penguatan dolar AS ini tercermin dari pergerakan indeks dolar AS (DXY), yakni indeks yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia,, misalnya euro, yen Jepang, poundsterling, dolar Kanada, krona Swedia, sekaligus franc Swiss….
Goolsbee menyoroti beberapa faktor yang bisa memengaruhi inflasi, mulai dari dampak tarif tinggi hingga perkembangan konflik di Timur Tengah.
Penyebab menguatnya dolar AS juga datang dari tekanan besar di pasar saham global, terutama saham-saham teknologi.
Hal ini disebabkan oleh merupakan indikator inflasi favorit The Fed dalam membaca tekanan harga di perekonomian AS., akibatnya Core PCE menjadi perhatian utama..
Indeks saham blue chip tersebut turun 45,87 poin atau 0,09% ke level 51.666,84..
Dari sisi suku bunga, dolar semakin menarik.
Perkembangan terkait Keluarkan Taringnya, Ini Alasan Mengapa Dolar AS Kembali Mengamuk akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Apa Saja Tugas Mentan Amran di BUMN Pangan
- Equityworld Futures Surabaya | Nilai Tukar Rupiah Tembus 17.500 per Dolar AS