Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Sudah ‘Bakar’ Rp1.200 Triliun, Jepang Tetap Gagal Selamatkan Yen yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Setiap kali dolar AS masih menawarkan imbal hasil lebih tinggi, tekanan jual terhadap yen bisa kembali muncul..
Asada kini sudah berada di dewan BOJ. Di samping itu, menjadi satu-satunya anggota yang berbeda pendapat saat bank sentral Jepang menaikkan suku bunga pada Selasa juga perlu diperhatikan..
Sementara itu, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun berada di 4,451%..
Tekanan terhadap yen juga datang dari kebutuhan impor energi..
Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak 1995..
Lonjakan posisi short yen tersebut menunjukkan pelaku pasar masih memperkirakan yen akan terus melemah.
Intervensi tersebut sempat memberi napas sementara.
Namun, kenyataannya yen masih tetap tertekan..
Melansir Refinitiv, nilai tukar yen pada penutupan perdagangan Kamis (18/6/2026) ditutup melemah tajam 0,46% ke level JPY 161,37/US$.
Secara teori, kenaikan bunga seharusnya bisa membuat yen lebih menarik.
Salah satu penyebab utamanya adalah selisih imbal hasil antara Jepang. Di samping itu, AS yang masih lebar juga perlu diperhatikan..
Artinya, masalah yen terlalu besar untuk diselesaikan hanya dengan satu kali kenaikan suku bunga atau intervensi sesaat..
Kondisi ini membuat investor asing belum sepenuhnya yakin untuk kembali masuk ke aset Jepang dalam jumlah besar..
Pemerintahan Per. Di samping itu, a Menteri Sanae Takaichi dinilai memiliki sikap reflasioner juga perlu diperhatikan..
Keesokan harinya, yen bahkan sempat bergerak ke sekitar JPY 155/US$..
Akibatnya, Jepang harus membeli lebih banyak dolar untuk membayar kebutuhan energi..
Masalahnya, tekanan ini terjadi ketika otoritas Jepang sebenarnya sudah mengambil sejumlah langkah besar..
Contohnya, yen, lalu menempatkannya pada aset dengan imbal hasil lebih tinggi di negara lain.. dapat dilihat pada Carry trade adalah strategi ketika investor meminjam, ditambah lagi dengan a dalam mata uang berbunga rendah,..
Sementara itu, Sato akan menggantikan anggota dewan Junko Nakagawa pada akhir Juni..
Artinya, pemerintah lebih condong mendukung kebijakan yang longgar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi..
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama dilaporkan kembali memberi peringatan bahwa Jepang siap mengambil tindakan tegas terhadap pergerakan spekulatif di pasar valuta asing..
Di satu sisi, BOJ mulai menaikkan suku bunga.
Namun demikian,, BOJ tetap memperingatkan risiko inflasi terjadi. tetap menjadi kenyataan meskipun Penyebab utamanya adalah dunia usaha mulai meneruskan kenaikan biaya minyak ke konsumen.,. Akibatnya,…
Saat ini, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun berada di 2,64%.
Selisih ini membuat aset berbasis dolar AS masih jauh lebih menarik dibandingkan aset berbasis yen.
Pada 30 April, yen menguat tajam dari JPY 160,39/US$ ke JPY 156,6/US$.
“Dengan mempertimbangkan ekspektasi inflasi jangka menengah. Di samping itu, panjang yang juga terus meningkat, terdapat risiko inflasi dasar menyimpang ke atas dari target harga kami,” tulis BOJ. juga perlu diperhatikan..
Selama selisih bunga AS-Jepang masih lebar sekaligus carry trade tetap menarik, yen akan sulit benar-benar bangkit..
Menurut Loo, kenaikan bunga tersebut tidak lebih dari sekadar “plester untuk luka tembak” bagi yen..
Hal ini disebabkan oleh a. Di samping itu, ya langkah pemerintah untuk meredam harga bahan bakar dan kemajuan dalam mengamankan pasokan energi alternatif., akibatnya BOJ menilai risiko pelemahan tajam ekonomi Jepang akibat konflik Timur Tengah sudah berkurang. juga perlu diperhatikan..
Pada Februari, Takaichi juga menominasikan dua akademisi yang disebut memiliki sikap dovish untuk masuk ke dewan BOJ.
Berdasarkan data CFTC, leveraged funds meningkatkan posisi taruhan melawan yen menjadi lebih dari 115.000 kontrak pada pekan yang berakhir 9 Juni.
Ketika harga energi naik, terutama akibat perang Iran yang membuat harga energi tetap tinggi, kebutuhan Jepang terhadap dolar AS ikut meningkat..
Kenaikan bunga ini dilakukan di tengah tekanan inflasi, terutama akibat krisis energi yang dipicu perang Iran.
Hal ini disebabkan oleh menilai konflik Timur Tengah membawa risiko lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dibandingkan inflasi., akibatnya Anggota dewan BOJ Toichiro Asada menjadi satu-satunya yang menolak..
Yen kembali melemah. Tak hanya itu, perlahan bergerak lagi mendekati JPY 160/US$. turut berperan penting..
Secara intraday, pelemahan bahkan sempat lebih dalam hingga menyentuh JPY 161,80/US$..
Sebab, impor energi global umumnya dibayar menggunakan dolar AS.
Meski Hal ini disebabkan oleh tekanan yang dihadapi Jepang bukan hanya soal sentimen sesaat,, namun juga faktor struktural., akibatnya Yen tetap melemah. tetap penting..
Masahiko Loo, senior fixed income strategist State Street Investment Management, menilai kenaikan suku bunga BOJ sudah banyak diperkirakan pasar.
Mereka juga menilai kenaikan suku bunga BOJ sudah banyak diperhitungkan pasar, sehingga berdampak pada dampaknya terhadap yen menjadi terbatas…
Jakarta, Equityworld Futures – Jepang se. Selain itu, g menghadapi tekanan besar di pasar valuta asing..
Namun, hasilnya sejauh ini belum mampu membalikkan keadaan..
Selain faktor pasar, arah politik di Jepang juga ikut menekan yen..
JPMorgan juga menilai pasar pada dasarnya sudah memperhitungkan potensi kenaikan bunga BOJ. Di samping itu, intervensi valas juga perlu diperhatikan..
Jepang juga diduga kembali melakukan intervensi saat libur Golden Week pada awal Mei, ketika yen berada di sekitar JPY 158/US$.
Namun, bagi rumah tangga, yen yang lemah bisa menjadi beban..
Pemerintah Jepang sudah menggelontorkan sekaligus a jumbo untuk intervensi, sementara bank sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ) juga sudah menaikkan suku bunga..
Mereka adalah Toichiro Asada sekaligus Ayano Sato…
Meskipun Hal ini disebabkan oleh bisa mengganggu pertumbuhan., akibatnya, tetap saja di sisi lain, arah pemerintahan masih memberi sinyal bahwa Jepang tidak ingin kebijakan moneter terlalu ketat…
Jika yen melemah melewati JPY 161,96/US$, maka mata uang Jepang tersebut akan berada di posisi terlemah sejak 1986.
Kementerian Keuangan Jepang sebelumnya telah menggelontorkan lebih dari US$70 miliar untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing..
Namun, lagi-lagi hasilnya tidak bertahan lama..
Pelemahan yen memang bisa membantu eksportir Jepang terjadi karena produk mereka menjadi lebih murah di pasar global..
Karena itu, efeknya tidak sebesar dua tahun lalu, ketika dua langkah tersebut masih mampu mengejutkan investor..
Dalam periode April hingga Mei, Jepang bahkan menggunakan lebih dari JPY 11,7 triliunย atau sekitar US,8 miliar ca. Di samping itu, gan devisa untuk menopang yen atau sekitarย Rp 1.294 triliun.ย juga perlu diperhatikan..
Karena itu, dampaknya terhadap yen menjadi sangat terbatas..
Keputusan kenaikan bunga tersebut disetujui dengan suara 7-1.
// .
Jepang merupakan negara yang sangat bergantung pada impor energi.
Penyebab utamanya adalah volatilitas pasar global relatif rendah, sehingga berdampak pada Strategi ini kembali mendapat momentum terjadi…
Meski Yen lemah bisa membantu ekspor,, namun juga bisa menyakiti konsumen di dalam negeri. tetap penting..
Hal ini disebabkan oleh dampaknya terhadap ekonomi, ditambah lagi dengan inflasi., akibatnya Deputi Gubernur BOJ Ryozo Himino juga mengatakan kepada parlemen bahwa bank sentral terus memantau pergerakan mata uang…
Yen terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), bahkan kini semakin dekat dengan posisi terlemah dalam hampir 40 tahun terakhir..
Pada Selasa (16/6/2026), BOJ menaikkan suku bunga kebijakan jangka pendek dari 0,75% menjadi 1%.
// .
Kondisi ini juga membuat carry trade kembali hidup.
Contohnya, ini menimbulkan ketidakpastian dapat dilihat pada Bagi pasar, sikap..
Akibatnya, investor cenderung memilih dolar AS terjadi karena menawarkan imbal hasil lebih tinggi…
Namun, peringatan. Di samping itu, intervensi jumbo belum cukup membuat pasar gentar. juga perlu diperhatikan..
Ini menjadi posisi bearish terbesar terhadap yen sejak November 2017..
Perkembangan terkait Sudah ‘Bakar’ Rp1.200 Triliun, Jepang Tetap Gagal Selamatkan Yen akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Dirjen Bea Cukai Respons Kasus Dugaan Suap Impor
- Equityworld Futures Surabaya | Pemerintah Belum Naikkan Harga Eceran Minyakita