0 0
Read Time:3 Minute, 36 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Asia Takluk Lawan Dolar: Rupiah, Won-Ringgit Ambruk, Cuma Yen Selamat yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Namun, sebagian pelaku pasar menilai ruang penguatan dolar AS dari level saat ini bisa mulai terbatas.

Rupiah menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam di Asia pada pagi ini.

Pasar masih mencerna sinyal terbaru The Fed di bawah kepemimpinan Ketua baru Kevin Warsh.

Merujuk data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, dari sembilan mata uang Asia, delapan diantaranya mengalami tekanan dari dolar AS, sementara hanya satu mata uang yang menguat..

// .

Meski pagi ini hanya naik tipis, posisi dolar AS masih kuat setelah pada perdagangan Kamis (18/6/2026) DXY melonjak 0,76%.

Harga minyak yang turun setelah AS sekaligus Iran menandatangani kesepakatan awal untuk mengakhiri perang dapat meredakan tekanan inflasi…

Ryan menilai penandatanganan kerangka damai Iran yang semakin dekat dapat membuat harga minyak terus melemah.

Fed funds futures menunjukkan pelaku pasar kini memperhitungkan peluang 86,4% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya satu kali tahun ini.

Penguatan dolar AS juga ditopang oleh melebarnya persepsi selisih suku bunga antara AS. Di samping itu, negara-negara besar lainnya juga perlu diperhatikan..

Tekanan juga terlihat pada dong Vietnam yang melemah 0,25% ke posisi VND26.335/US$.

Baht Thailand. Selain itu, peso Filipina sama-sama turun 0,18%, masing-masing ke posisi THB32,81/US$ dan PHP60,652/US$…

Dolar Taiwan turut melemah 0,12% ke posisi TWD31,649/US$, disusul dolar Singapura yang terkoreksi 0,11% ke SGD1,2911/US$.

// .

“Jadi, ada peningkatan selisih suku bunga antara AS. Tak hanya itu, seluruh dunia,” ujar Jeff Klingelhofer, managing director dan portfolio manager Aristotle Pacific Capital. turut berperan penting..

Meski Bank sentarl AS (The Federal Reserve/The Fed) memang menahan suku bunga acuannya,, namun nada kebijakan yang disampaikan cenderung hawkish. tetap penting..

Dolar AS masih mendapat tenaga dari hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu waktu AS.

Hal ini berpotensi mengurangi tekanan inflasi AS, ditambah lagi dengan menahan peluang kenaikan suku bunga pada paruh kedua tahun ini…

Pelemahan tersebut membuat rupiah kembali menjauh dari level Rp17.700/US$..

“Kami menilai standar untuk kenaikan dolar lebih lanjut dari sini cukup tinggi,” tulis Matthew Ryan, head of market strategy Ebury dikutip dari MarketWatch..

Tekanan terjadi seiring dolar AS masih berada di level tinggi setelah melesat tajam pada perdagangan sebelumnya..

Angka tersebut naik dari 80,5% sehari sebelumnya. Tak hanya itu, jauh lebih tinggi dibandingkan 57,1% pada pekan lalu. turut berperan penting..

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) terpantau relatif stabil dengan penguatan tipis 0,01% ke posisi 100,859 pada waktu yang sama..

Di tengah tekanan mayoritas mata uang Asia, yen Jepang menjadi satu-satunya mata uang yang mampu menguat.

Ketika imbal hasil sekaligus ekspektasi suku bunga AS naik, dolar AS menjadi lebih menarik bagi investor global…

Penguatan tersebut membawa indeks dolar AS ke level tertinggi dalam 12 bulan terakhir..

Komentar Warsh yang relatif tegas, ditambah proyeksi resmi terbaru The Fed mengenai arah suku bunga, membuat pelaku pasar memperbesar ekspektasi kenaikan suku bunga pada tahun ini..

Mata uang Garuda melemah 0,68% ke posisi Rp17.820/US$.

Jakarta, Equityworld Futures – Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (19/6/2026).

Ringgit Malaysia juga masuk zona merah setelah melemah 0,07% ke MYR4,118/US$, sementara won Korea Selatan turun tipis 0,04% ke KRW1.539,19/US$..

Perkembangan terkait Asia Takluk Lawan Dolar: Rupiah, Won-Ringgit Ambruk, Cuma Yen Selamat akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By